Tuesday, August 23, 2011

Komentar Aneh bin Ajaib

Sebagai blogger, kita pasti pernah mendapatkan berbagai macam komentar. Positif, negatif, atau yang aneh bin ajaib. Mbak Lidya pernah mendapatkan komentar kritik tajam soal nama anak pertamanya, sementara Nuel Lubis pernah mendapatkan komentar negatif soal tampilan blognya. Kedua kasus itu menurutku sedikit aneh, misalnya untuk kasus Mbak lidya, gak ikut punya anak, gak ikut merawat si anak, kok protes soal anak orang lain?? heran kan...

Nah, beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan komentar yang sangat aneh bin ajaib pada postingan lama berjudul Pandangan Pertama... Saat Aku Berjumpa  tahun 2008. Berikut ini adalah komentar aneh bin ajaib yang ditulis oleh ANONYMOUS:





Pertama baca komentar itu, rasanya sungguh bingung. Gak tau mau bilang apa setelah mendapat tuduhan "Menggoda suami orang"  dan "orang yang gak punya malu"    :(

well.... aku pingin bilang Terima Kasih sebanyak banyaknya kepada Si Anonymous yang mungkin sudah bersusah payah "mengingatkan"ku, meski aku gak ngerti maksudnya apa.  Jika si Anonymous ini adalah istri yang suaminya tergoda olehku, aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Aku tidak pernah bermaksud menggoda suami orang....

itu saja lah...

Bagaimana pendapat teman-teman blogger????

Read More...

Sunday, August 21, 2011

Tumpeng NgeTril 61 - Sego Jagung ala Kampung




Sudah ribuan kali Pakdhe Cholik mengadakan kontes, sayembara, kuis berhadiah.... tapi ribuan kali pula aku tidak berkesempatan mengikuti ajang tersebut. Entah karena minder dengan lawan lawan nya, atau karena kemampuan otak yang terbatas, hehehee....

Tapi kali ini, dengan segenap jiwa raga dan niat yang sangat tulus ingin ikut memeriahkan milad Pakdhe Cholik yang ke 61, aku memberanikan diri ikut berpartisipasi dalam KONTES TUMPENG NGETRIL 61.

Tampaknya Pakdhe Cholik ingin mengajak para sahabat blogger untuk merayakan ulang tahunnya dengan membuat tumpeng mini. Tentu saja hal ini disambut hangat oleh para masterchef blogger seperti mamakinan, ibu dini, hilsa, dan lain lain. Melihat hasil karya semua peserta, aku sempat mengurungkan niat. Tapi demi Pakdhe Cholik, harus tetep semangat maju terus pantang mundur... iya kan Pakdhe??

Sebelum memamerkan tumpeng hasil karyaku, aku ingin bertanya pada Pakdhe terlebih dulu. Pakdhe suka sambel kan??  ada banyak sekali macam sambel di kampung tercinta kita Pakdhe... misalnya sambel pencit (sambal terasi dan mangga muda), sambel klotok (sambal terasi dan sejenis ikan asin) juga sambel kacang (sambal terasi dan potongan kacang panjang). Ayoooo...mau pilih yang mana?



Sambel Pencit memberikan sensasi kecut-pedes. Kalo sambel klotok, aroma klotoknya itu lho Pakdhe... ketika digoreng, aromanya bisa mengundang tetangga-tetangga datang ke rumah kita!!  Sementara sambel kacang, bikin 'klethus-klethus' di lidah kita. Iya tho?

Yo wes, tak pilihkan ya Pakdhe.....
ini dia, 2 sambal yang akan menemani tumpeng ngetrilnya....



Sudah kelihatan sedap kan Pakdhe? hehehehe, aaaamiiiiin aaamiiiiin...semoga Pakdhe suka dengan pilihanku. Selanjutnya, mari kita tengok tumpeng ngetril 61 nya....

This is it !!!!
(farah quin mode on)



Hehehehee, cukup ngetril  bukan? hihihihihi......
Karena aku tidak lulus audisi masterchef, harap dimaklumi ya Pakdhe, hal itu karena aku tidak piawai masak memasak, apalagi bikin nasi kuning. Tapi kalo soal berkreasi, sedikit sedikit masih bisa diusahakan laaah... seperti tumpeng ini. Aku mempersembahkan Tumpeng Nasi Jagung special buat Pakdhe.



Cara membuatnya sangat gampang Pakdhe. Ambil nasi di majicjar, lalu beri pipilan jagung manis, dan sedikit taburan bawang goreng. Campur semua.... Wuih, uuuenak Pakdhe! Nasinya hangat, lalu klethus kletus jagung manisnya bikin merem melek. dan bawang goreng nya itu lho... sedaaaaaaap.....

Lalu lauk pauknya?
Jangan khawatir Pakdhe, meskipun tidak bisa masak...aku sudah menyediakan serangkaian lauk pelengkap yang bisa membuat Pakdhe kangen sama kampung halaman tercinta....
mari kita lihat sama sama....


2 butir jagung sebagai puncak tumpeng

Ada paha ayam goreng kesukaan upin-ipin, telur dan tahu bali (bumbu merah), mie goreng, tumis daun pepaya dan tumis pare. Jangan lupa, 2 sambal... klotok dan pencit yang menggugah selera.

Bagaimana Pakdhe? Oseng-oseng godhong katesnya bikin inget kampung kan?? 



{ Pakdhe Cholik : "Lha katanya ndak bisa masak Nduk? kok bisa ada lauk macem macem?" }

Tenang Pakdhe, jangan heran dulu. Meskipun aku tidak bisa memasak, tapi aku bisa membuat orang lain memasak untukku. Hehehehee..... Sekarang, sudah gak heran lagi kan? Hehehee....

Tapi untuk soal sambal menyambal, aku bisa Pakdhe!!!!
tiga sambal yang dipajang di atas itu, asli bikinanku. asli hasil uleg-an tanganku Pakdhe.... dijamin pedasnya maknyus.....

Tumpeng Ngetril Sego Jagung ala Kampung

Beginilah hasil akhir tumpeng kreasiku Pakdhe...
semoga tidak di-diskualifikasi karena 85% bukan hasil masakan sendiri, tapi 100% disajikan dengan niat tulus dan rasa hormat yang besar untuk Pakdhe Cholik. Semoga Pakdhe menerima Tumpeng Ngetril 61 Sego Jagung ala Kampung ini untuk menyemarakkan milad yang ke 61 ini. Panjang umur buat Pakdhe, Sehat selalu agar bisa terus ngeblog menyalurkan ilmu buat blogger-blogger kroco macam Yellowlife ini, banyak rejeki agar bisa bagi bagi buku terus...... aaaamiiiiiiin aaaaammiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.....



Postingan ini special buat Pakdhe Cholik   {kontes tumpeng ngetril 61}

Read More...

Monday, August 15, 2011

The White Tiger by Aravind Adiga


Kira kira setahun lebih yang lalu, seorang sahabat menghibahkan sebuah buku kepadaku. The White Tiger by Aravind Adiga, in english version. Dia bilang, novel itu sangat bagus, dan dia tau aku akan menyukainya. Tapi mencoba membaca novel dalam bahasa inggris dengan kemampuan berbahasa inggris yang sangat terbatas.... ternyata cukup membuatku puyeng. 10 halaman saja butuh waktu yang sangat sangat lamaaaa..... akhirnya aku menyerah. Aku meninggalkan White Tiger begitu saja.

Dan kira kira seminggu yang lalu, saat berada di toko buku, mataku terbelalak kegirangan ketika menemukan The White Tiger versi Indonesia. Lalu hanya butuh 1 hari bagiku untuk mengkhatamkan novel setebal 360 halaman ini.

Novel pertama karya Aravind Adiga ini benar-benar membiusku dari awal hingga akhir. Sebuah karya yang luar biasa. Tak heran jika media-media besar seperti The Times, USA Today, Sunday Times dan lain lain, memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Novel ini bahkan meraih penghargaan bergengsi, yaitu Winner of The Man Booker Prize.



Dua Versi The White Tiger. Indonesian Version (putih) dan English Version (Hitam).

The White Tiger mengisahkan tentang Balram Halwai, seorang pria India yang berasal dari keluarga miskin berkasta rendah. Balram punya kehidupan berat yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Ayahnya yang hanya penarik rickshaw sebenarnya menginginkan agar Balram bisa sekolah--mengingat Balram memiliki otak encer--tapi apa daya, kesulitan ekonomi memaksa Balram harus bekerja sejak kecil. Mulai dari menjadi buruh, pelayan warung teh, tukang mengelap meja, penambang batu bara, hingga menjadi sopir. Balram, pria muda dari desa yang jujur dan polos, bekerja tak kenal lelah meninggalkan kampung halamannya jauh jauh, sambil terus membangun impiannya untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan segala kondisi yang serba terbatas.

Dan nasib menjadikan Balram sebagai sopir Mr.Ashok, pria muda lulusan Amerika, yang tampan dan kaya raya, yang sebenarnya sangat dipuja dan diidolakan oleh Balram. Sebagai sopir, Balram tidak hanya setia mengantarkan Tuannya, ternyata Balram serius mengamati segala hal dan banyak belajar tentang kehidupan.
8 bulan Balram mengabdi pada Mr. Ashok menjadikan Balram bertransformasi dari pelayan, filsuf, enterpreneur hingga jadi seorang pembunuh. Ya... setelah 8 bulan mendampingi Mr. Ashok, Balram memutuskan untuk menggorok leher Tuannya itu.

Mengejutkan bukan??
Apa yang membuat Balram tega menghabisi nyawa majikan yang sangat dipujanya?
Jawabannya bisa jadi sangat panjang. Sepanjang perjuangan hidup Balram dari kecil hingga dewasa, dari miskin hingga menjadi kaya, dari buruh berkasta rendah hingga pimpinan perusahaan yang memiliki banyak buruh.



Lalu apa yang membuat Novel pertama karya Aravind Adiga ini begitu special?

Hhhmmmm.... ada banyak hal yang menjadikan The White Tiger begitu special. Salah satunya adalah gaya penulisan. Aravind Adiga benar benar piawai bercerita. Dalam novel ini tokoh Balgram Halwai dibuat seolah olah sedang menulis surat kepada Perdana Menteri Cina, dan surat-surat yang begitu panjang itu ditulis Balgram pada Malam Pertama, Malam Kedua, Pagi Keempat, Malam Keempat, Malam Kelima, Pagi Keenam, Malam Keenam dan Malam Ketujuh, yang kemudian menjadi pembagian bab novel.

Mengapa Balgram memilih Perdana Menteri Cina, aku pikir itu sebuah pilihan cerdas yang sangat beralasan. Kita semua tau, Cina dan India adalah dua kekuatan besar  karena mereka memiliki tingkat populasi yang tinggi. Itu artinya, angkatan kerja juga melimpah ruah. Keduanya sekarang sedang giat-giatnya membangun negeri (dan mungkin mengganti wajah?) . Pada tahun 80-an, Cina dan India memiliki pendapatan perkapita yang kurang lebih sama. Tapi kini sepertinya Cina unggul dua kali lipat dibanding India. Pada tahun 60-an Media Amerika sering memperdebatkan mana yang lebih baik, Cina dengan Komunisme Otoriternya, atau India dengan Demokrasi Parlementernya. Well... kita tidak akan membahas hal itu, tapi yang pasti, kedua negara itu punya masalah dengan ketidaksetaraan ekonomi. (baca http://dahlaniskan.wordpress.com untuk mengetahui lebih banyak cina dan india)

Balgram, dalam surat-suratnya, seringkali menyinggung soal itu, perbandingan antara India dan Cina. Balgram bercerita banyak hal tentang kondisi India yang sebenarnya, dimana korupsi sudah mendarah daging (kalau soal ini, seharusnya Balgram juga membandingkannya dengan Indonesia ya...), pemilihan umum yang direkayasa, money politics dimana-mana.....  juga soal perbedaan kasta, jurang yang sangat dalam antara si miskin dan si kaya, dan banyak hal soal wajah asli India. Termasuk juga soal Sungai Gangga (aku pernah memposting soal ini di SINI ).

Aravind Adiga sukses membuat pembacanya mengagumi sosok Balgram yang bisa dikatakan jenius, one of a kind seperti halnya harimau putih yang sangat langka, yang hanya terjadi sekali dalam setiap generasi. Balgram begitu mahir menceritakan semua pengalaman hidupnya, begitu luar biasa menggambarkan sesuatu, dan tak jarang guyonannya yang ironis membuat kita tersenyum sekaligus berpikir keras, lalu kita pasti berusaha mengintropeksi diri sendiri. Coba lihat kutipan berikut ini:



 Mungkin terdengar konyol, sedikit mengada-ada... tapi itulah kenyataan. Siapa yang tidak bingung jika harus memilih 36 juta lebih Tuhan?

Oh ya, Aravind Adiga juga menyuguhkan sebuah kisah unik di dalam novel ini. Tentang sopir saingan Balgram yang terpaksa merahasiakan agama Islamnya agar bisa tetap bekerja. Mengenaskan bukan?? Bahkan pada saat ramadhan pun si sopir itu berpuasa secara sembunyi sembunyi. hhm... bukankah kisah sederhana ini benar-benar menampar kita??

Hubungan antara majikan dan pembantu banyak sekali dibahas. Di India hal itu sangat sangat mencolok karena adanya perbedaan kasta. Meskipun tidak ada kasta di Indonesia, tapi hal ini bisa membuka mata kita, betapa pembantu juga manusia yang punya harga diri. Aku jadi mengingat-ingat, betapa aku kurang menghargai pembantu selama ini, apakah aku tak ubahnya majikan Balgram yang semena mena merendahkan pembantunya......

Pembantu juga bisa berpikir, bisa menggerutu,  menyumpahi dan mengutuk majikannya meskipun semua hal itu tak bisa diungkapkannya secara verbal.

Ada satu lagi kutipan favoritku dari novel ini, yang ada hubungannya dengan pembantu-majikan. Coba cermati kutipannya di bawah ini:



Hahahaha......

Entahlah, aku ingin tertawa keras membaca pengalaman Balgram itu.
Lucu sekaligus ironis kan???

Tidak ada maksud untuk berporno ria karena memilih untuk mengutip bagian itu, tapi bukankah pengalaman Balgram itu nyata??  Maksudku, hal itu banyak terjadi tanpa kita sadari. Perempuan bertubuh indah yang dengan bangganya ingin memperlihatkan pada semua orang akan keindahan tubuhnya, seolah tak pernah menyadari bahwa ada yang "kurang nyaman" akan hal itu.
Bagiku, ini merupakan tamparan keras. Amat keras!!!

Ada begitu banyak hal yang bisa kita dapatkan dari Novel pertama Aravind Adiga ini, tentunya pelajaran positif. Pembaca akan merasakan tamparan keras yang menyadarkan, tendangan di kepala yang membangunkan, cubitan kecil menyakitkan di telapak tangan, atau apapun namanya. Kita sebagai pembaca akan merasa sangat special karena Aravind Adiga membuat novel ini seolah olah kita sedang membaca surat yang ditulis untuk kita. Yang pasti, hanya dalam tempo satu hari saja, aku sudah bisa bilang bahwa novel ini luar biasa, salah satu favoritku. Membacanya merupakan pengalaman yang menakjupkan! Lebih keren dibanding nonton film Slumdog Millionaire !!!





*** Foto narsis diikutkan dalam Sheila Giveaway
A big Thanks to SHEILA yang sudah menerbitkan Novel The White Tiger dalam bahasa Indonesia.

Read More...

Thursday, August 4, 2011

Its Just A Post.......


Assalamualaikuuuuuuuuuuuum.....
Duuuh, kangennya aktif ngeblog lagi. Alhamdulillaaaaah sekarang komputerku sudah sehat wal afiat, aku juga sudah bisa mulai blogwalking. Setelah cuti lama, ketika kemaren mulai mengunjungi blog teman-teman satu persatu, rasanya aku ketinggalan jaman bangeeeeet..... hiks

dan yang menyedihkan adalah, aku melewatkan begitu banyak giveaway. (Hehehehe dasar banci kuis!). Mulai dari adopsi bukunya AishyLeli, First Giveawaynya Ammi&Abi, Kontes puisi hujannya Mbak Putri Amarylis, Kontes foto masa kecilnya Mbak Fanny Sang Cerpenis itu, dan masih banyak lainnya.... betapa meruginya aku melewatkan begitu banyak kesempatan.




Meski begitu, aku masih bisa menghibur diri sendiri..... karena aku berhasil membuat baju berlengan buat Dija. Hahahahaaa..... nggak banget ya..... hehehehehee.....
Selama ini kan selalu bikinin baju tanpa lengan buat Dija, itu karena aku belom bisa membuat lengan baju. Sekarang sudah bisa...senengnyaaaaaa!!!

Coba lihat baju Dija di postingan ini, percobaan bikin lengan baju lumayan berhasil kan? Aku jadi semangat bikin baju berlengan buat Dija yang lebih serius lagi. Kalo yang ini kan masih percobaan....




dan.... uh, mau menulis apa lagi ya....
Padahal ketika komputer rusak, ada begitu banyak ide yang menunggu diwujudkan jadi sebuah postingan. Eh begitu komputerku sembuh, kok rasanya ide-ide itu menguap begitu saja ya....

Ya sudahlah, yang penting postingan ini menandai aku kembali aktif mengeblog ria.
Permisi....mau blogwalking dulu yaaaa



Read More...