Monday, July 30, 2012

County Wicklow




Sudah nonton P.S. I Love You kan???
Sudah nonton Leap Year juga kan???

Kedua film romantis itu punya satu kesamaan. Ada yang tahu, apa kesamaannya???






Yup, keduanya syuting di County Wicklow, Ireland.

Ketika nonton P.S. I Love You, aku langsung takjub melongo bin tergila gila melihat lokasi dimana Holly (Hillary Swank) pertama kali bertemu Gerry (Gerad Butler).  Dan ketakjuban itu semakin menjadi-jadi ketika nonton Leap Year, dimana Anna (Amy Adams) terdampar di Dingle dan memaksa Declan (Mathew Goode) mengantarnya ke Dublin. Subhanallaaaah..pemandangannya benar-benar indah.


http://www.movies-view.com/download-leap-year-movie



dan... suatu hari nanti, aku HARUS bisa kesana.
Aaamiiiiiiiiiiiinnnn....



Read More...

Wednesday, July 25, 2012

Bromo (lagi)


Setelah menikmati Jazz Gunung 2012  tanggal 7 Juli lalu, YellowLife kembali menikmati Bromo keesokan harinya. Pemandangan Bromo sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya pada akhir mei. Bromo di bulan July dinginnya lebih menusuk, namun jauuh lebih kering karena memasuki musim kemarau. Padang rumput di savana berubah jadi coklat, bunganya pun mengering. Suasananya jadi mirip padang rumput afrika.

Pemandangan yang paling bagus saat itu menurutku adalah awannya. Subhanallaah deh, awan yang menyelimuti Bromo tampak seperti hamparan salju jika dilihat dari Penanjakan. It was amazing melihat awan ada di bawah kita.





Dan ketika turun ke lautan pasir, lagi lagi awannya tampak begitu cantik. Terlihat seperti dekat... jadi pingin loncat menggapainya. Tapi ternyata masih terlalu tinggi, hehehehe





Read More...

Wednesday, July 18, 2012

Tribute to BlogCamp


Ngaku blogger tapi gak kenal BlogCamp?? sepertinya kok kurang afdhol yaa...
karena itu, semoga dengan adanya postingan ini, blogger yang ngaku blogger tapi belum kenal BlogCamp bisa langsung berkenalan dengan BlogCamp berikut Komandan di baliknya.

Adalah PakDhe, alias Mr.Abdul Cholik, pria gagah kelahiran Jombang Jawa Timur 62 tahun yang lalu, yang memiliki sebuah blog fenomenal berjudul BLOGCAMP. Nama blog yang merupakan singkatan dari Blog Campursari ini baru berusia 3 tahun, tetapi coba lihat apa yang telah diraihnya. PR-nya 4. Jumlah pengunjung  perharinya pastilah mencapai jutaan orang. Hampir tiap minggu mengadakan kontes bergengsi.  Jumlah komentator di setiap postingannya tidak pernah dibawah 30. Postingan segar teraktual selalu hadir tiap hari di blog ini. Dan entah Sang Pemilik sadari atau tidak, blog beserta pemiliknya telah menginspirasi begitu banyak blogger, termasuk tentu saja..aku. hehehehe

BlogCamp memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Pakdhe Cholik. Beliaulah yang secara tidak langsung mengajari kita semua tentang bagaimana NGEBLOG SING ENAK TAPI GAK SAK ENAKE, ngeblog yang enak tapi tidak seenaknya. Membuat postingan yang bermanfaat, yang jujur dan tidak dibuat-buat tetapi tetap enak dibaca. Pribadi Pakdhe sendiri juga selalu memberi contoh yang baik, misalnya bagaimana PakDhe selalu berbagi ilmu dan rejeki dengan blogger lain, selalu semangat bersilaturahim, dan selalu sederhana dalam segala sesuatu. Aku selalu kagum akan hal itu.....



dan di ulang tahun BlogCamp yang ketiga ini, YellowLife dan Baby Dija ingin ikut menucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga BlogCamp tetap menjadi contoh buat kita semua, semoga BlogCamp tetap menebarkan manfaatnya semakin luas dan semoga BlogCamp selalu menjadi amal baik dan amal jariyah buat pemiliknya. aaamiiiiiinnnn....




Read More...

Thursday, July 12, 2012

Jazz Gunung 2012

photo by:    www.jazzgunung.com

Belum banyak orang yang tahu tentang Jazz Gunung, karena event tahunan ini baru berjalan 4 kali. Jazz Gunung merupakan pertunjukan musik jazz bertaraf internasional dengan tambahan komposisi etnik yang diadakan di ketinggian lebih dari 2000 m di atas permukaan laut, yaitu di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Lalu apa yang special dari acara ini?

Salah satu yang membuat Jazz Gunung begitu special adalah mungkin Jazz Gunung adalah satu satunya acara musik jazz di dunia yang digelar di pegunungan (mengingat biasanya pagelaran musik jazz selalu diadakan di kota besar), di alam terbuka dengan atap langit dan background pengunungan yang sangat indah. 

"Jazz Gunung adalah konsep paling unik dalam perhelatan jazz yang pernah ada di Indonesia, dan mungkin juga di dunia. Sebuah hajatan jazz digelar di pegunungan pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Sebagai perbandingan, dua festival jazz di Indonesia seperti JakJazz dan Java Jazz diadakan di pusat kota besar yaitu Jakarta. Peristiwa musik sejenis hampir semuanya digelar di kota dengan lansekap kultur masyarakat urban. Pengunjung tidak saja mendapat pengalaman auditif dari musik, akan tetapi lebih jauh mereka mengenal secara lebih intens alam Bromo. Memori auditif dan pengalaman visual itu diharapkan menjadi penyadaran untuk mencintai alam, memelihara dan menjaga Bromo. Pada gilirannya langkah-langkah itu akan mengundang lebih banyak orang untuk datang ke Bromo. Selanjutnya Jazz Gunung akan memberi nilai ekonomi pada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru." Frans Sartono - KOMPAS.




Jazz Gunung tahun 2012 telah sukses digelar di Hotel Java Banana Bromo pada tanggal 6-7 Juli kemarin. Alhamdulillah aku dan teman-teman pada hari kedua bisa bergabung di antara ratusan penonton yang menggigil kedinginan hari itu. Yup... Bromo saat musim kemarau sangat sangat dingin, tapi tentu saja itu tidak menghalangi ratusan penonton memenuhi lokasi acara. Begitupun dengan para performersnya, mereka semua all out memuaskan penonton. Two thumbs for all of them.


photo by    www.jazzgunung.com


Acara dimulai pukul 2 siang, dan berakhir pukul 9 malam. Sebagai pembuka adalah grup kesenian etnik dengan tampilan penari-penari ronggeng yang memukau. Lalu Trio Gondo tampil saat hari mulai petang. Dilanjutkan dengan penampilan dari Djaduk Ferianto dengan Ring of Fire Project featuring Slamet Gundhono. Musisi yang mendirikan Sanggar Wayang Suket itu memukau penikmat jazz dengan komposisi ciptaannya yang berjudul So in Depth.  Penampilan Djaduk bisa dilihat DISINI.

Iga Mawarni tampil setelahnya. Dengan blus merah menyala, Iga Mawarni memamerkan suaranya yang benar-benar merdu. Caranya menyanyi seperti mendesah saking merdunya....  dan ini kemudian menjadi bahan joke untuk duo Glenn Tompi yang tampil paling akhir.

Penampilan Iga Mawarni membawakan lagu Right Here Waiting  bisa dilihat DISANA.


Suhu di Bromo makin malam makin menurun... tapi jumlah penonton berbanding terbalik. Setelah magrib, lokasi jadi makin penuh sesak, susah sekali mencari tempat duduk. Banyak penonton memilih berdiri demi menikmati pegelaran jazz yang hanya terjadi setahun sekali di Bromo itu.

Untungnya ada trio pembawa acara yang super ngocol, penonton yang menggigil kedinginan seakan lupa akan suhu yang terus menurun karena  dibuat tertawa terbahak bahak setiap saat. Butet Kertarajasa sebagai salah satu pembaca acara tentu saja meluncurkan edisi lawakan politis. sindiran sindirannya yang to the point selalu saja terlihat cerdas. Sementara Alit, pembaca acara yang paling kanan bisa mengimbangi kecerdasan Butet. Alit atau Marwojo Junior ini sanggup membuat Butet dan seluruh penonton geleng-geleng kepala karena kegilaannya. Good Job Alit !!!

find Alit on twitter :  @Alitalit_





Suara bergermuruh penonton menyambut penampilan duo Glenn Tompi. Berbeda dengan Iga Mawarni yang tampil sebelumnya, membawakan lagu-lagu mellow yang romantis, musik yang diusung Glenn Tompi membuat penonton ikut bergoyang. Bicara soal lagu, soal musikalitas, atau kualitas suara, tentu saja tidak ada yang meragukan duo ini. Semua juga tau, mereka berdua musisi papan atas. Tapi yang belum banyak orang tahu adalah... ternyata duo Glenn Tompi super kocak!

Glenn Tompi tidak berniat menjadi pelawak di atas panggung, tapi percakapan dan bercandaan mereka yang saling mencela satu sama lain ternyata membuat penonton tertawa terpingkal pingkal. Misalnya ketika Glenn mengatakan bahwa Tompi 'nafseng' mendengar desahannya Iga Mawarni, Tompi tak mau kalah. Penyanyi yang juga seorang dokter itu menambahkan "Apalagi Glenn yang sudah lama tidak pernah ke PUNCAK ASMARA". Tawa penonton pun pecah....

Tak cuma itu, Tompi mengejek Glenn dengan sebutan "ambon gila". sementara di kesempatan lain, Glenn berkata  "Tompi selalu menyuruh saya untuk move on (melanjutkan hidup) tapi dia sendiri gak pernah move up (bertambah tinggi)".  Tinggi badan Tompi menjadi sasaran empuk buat Glenn. Dari bercandaan yang saling mencela sepanjang pertunjukan mereka, bisa dibilang mulut Tompi lebih panas dibanding Glenn. Hingga di satu saat, Glenn pun menyerah dengan mengumpat  "ASU!" Hehehehhee....





Secara keseluruhan, dari tepuk tangan yang membahana, bisa dinilai bahwa penonton sangat puas dengan Jazz Gunung 2012 ini. Dan rupanya, Glenn dan Tompi pun mendapatkan energi yang sangat besar dan inspirasi segar untuk membuat event serupa tapi tak sama, yaitu Jazz Laut atau Jazz Pantai. Kita tunggu saja, kapan Glenn akan mewujudkannya.





So next year, siapa yang mau bergabung nonton Jazz Gunung di Bromo???

Read More...