Tuesday, June 2, 2026

Kualat

DULU

Ingat sekali, aku pernah membully nenekku, karena beliau tergila gila akan Tersanjung dan Cinta Fitri. Sebagai penggemar sinetron garis keras, Nenekku akan kebingungan jika melewatkan 1 episode, serasa dunia ini hampa jika belum mengetahui perkembangan nasib Si Fitri dan teman temannya itu. Nenekku bahkan turut menangis saat Si Fitri tersakiti, juga ikut serta mengutuki para antagonis. 


KINI

Aku malu mengakui, aku sama gilanya dengan nenekku dulu. 


Sejak ditinggal anak mondok ke pesantren, rasanya kayak kena post-powersyndrome. Yang biasanya tiap hari ngurusin anak, trus tiba tiba anaknya gak ada, jadi bingung mau ngurusin apa. Alhamdulillah masih tetap bekerja ya, tapi kebiasaan kebiasaan --seperti antar jemput anak sekolah, lalu nyiapin makan dan lain sebagainya, hingga harus ngomel tiap hari untuk mengingatkan belajar ini itu-- yang kemudian hilang, sehingga terasa punya lebih banyak waktu menganggur, berbuah kebingungan yang bikin gak tau harus ngapain. 

Dari waktu-waktu menganggur itulah, aku nyoba nyoba nonton drama korea. Dan seperti yang sudah bisa ditebak, aku pun terhanyut sampai ke Korea. 16 episode, biasanya habis dalam waktu 2-3 hari. Gila kan ?

Lalu setahun belakangan ini, dari korea, hanyut lagi sampai ke China. Lebih gila lagi, 30-40 episode drama china bisa dikhatamkan dalam tempo 3-4 hari saja. 


Pesan moralnya adalah, Kualat itu nyata !  
pingin minta maaf ke almarhumah nenekku, karena aku sudah membullynya dulu. 



Btw, ada yang udah nonton We Are All Trying Here ?  nih drama baguuuuuuuuus banget ya ? 
salah satu favoritku sih ini.