CELOTEH 1.
Sore itu, Aku dan Dija sedang makan semangkuk nasi soto di teras toko. Dija yang tergolong susah makan, harus disemangati dulu agar mau memasukkan nasi soto ke dalam mulutnya, dan jika berhasil memasukkan 5 suapan itu artinya sudah sangat sangat luar biasa. Aku lalu mengajaknya berlomba.
"Dija, yuk kita lomba makan"
"Aku yang menang ya... Ola yang kalah!"
"Iyaaaa..." jawabku mengalah, memberinya kesempatan.
Satu suapan, dua... tiga... empat...
Sementara itu mangkuk sotoku sudah mulai habis.
"Dija, Ola sudah habis... " aku menunjukkan mangkuk soto yang mulai kosong. Dija melihat sebentar dan agak bingung. Aku berteriak lagi "Aku juara satuuuu!!!"
Dija malah tertawa dan ikut menyahut "Aku juara tiga lima!!! Hahahahahahahahaaaa.. banyaaaak kan?? Aku menaaaaaangg!!!"
Hehehhee... tiga lima memang lebih banyak dari satu.
CELOTEH 2.
Ini hari pertama Dija masuk kelas Dance. Dija bersemangat sekali, pakai baju senam pink, legging pink, dan toe shoes ballet nya yang juga berwarna pink. Tapi begitu masuk ke kelas, semangatnya berbeda 180 derajat, Dija malu dan memaksa duduk di pangkuanku, menonton teman-temannya berlatih.
Gurunya menghitung setiap gerakan dengan suara nyaring, dengan mencontohkan gerakan gerakan yang gemulai. Dija yang baru pertama kali masuk di kelas Dance ini, memperhatikan dengan seksama, tanpa ikut bergerak sama sekali. "One Two...One Two.... Jangan kaku ya.... Jangan kaku...." berkali kali guru dance nya memberi instruksi seperti itu.
Dija diaaaam saja sampai kelas berakhir.
Kemudian kami pun pulang. Aku menggandengnya berjalan kaki, karena tempat dance nya bersebelahan dengan rumah kami. Sebelum tiba di rumah, Dija yang sedari tadi diam aja, tiba tiba bertanya, "Ola, kaku itu siapa?"
Hihihihi, rupanya dia sedari tadi memikirkan arti kata kaku.
CELOTEH 3.
Beberapa bulan yang lalu, ketika aku dan Dija pergi ke Pare, Kediri, kami melewati sebuah daerah yang penuh dengan rumah-rumah kost bagi para pelajar. Beberapa rumah kost melabeli dirinya sendiri dengan nama yang unik-unik. Kebetulan, kami berhenti di depan sebuah rumah kost yang bernama Crocodile House, dengan papan nama besar bergambar buaya hijau lucu yang sedang tersenyum.
"Dija, lihat... itu Crocodile House"
"Hahahaa iya, crocodile green ya?"
"Iya, Crocodile nya green. Tapi itu bacanya Crocodile House, Nak"
"Oooo... crocodile nya haus. Cepat kasih minum, Ola!"
CELOTEH 4.
Nama sebenarnya adalah Kamyla, tapi Sang Mama yang kawan baikku, lebih suka memanggilnya Myl-Myl. Umur Myl-Myl juga 3 tahun, sama dengan Dija. Dija bertemu dengan Myl-Myl baru sekali, dan itu sudah 3 bulan yang lalu. Tapi Dija tetap mengingatnya sebagai gadis cantik berambut keriting.
Myl-Myl tinggal di Kediri, kakeknya adalah seorang TNI-AL yang dulu kerap berlayar mengarungi samudera. Suatu hari Sang Kakek pergi untuk suatu keperluan.
Myl-Myl : Ma, Kakek mana?
Mama : Kerja, Myl
Myl-Myl : Kerja dimana?
Mama : di laut
Myl-Myl : Ooooo...Kakek bajak laut ya???
Mama : wkwkwkwkwkwkwk
CELOTEH 5.
Dija memiliki adik sepupu, Yasin namanya. Setiap hari, Dija bermain dengan Yasin yang berumur 9 bulan lebih muda dibanding Dija. Bermain bersama, bertengkar sebentar, lalu bermain lagi. Yasin lebih pintar bicara daripada Dija. Dan salah satu celoteh yang kuingat adalah yang ini :
Ibu Yasin : Yasin, jangan ditumpahin Nak... duduk aja, biar gak tumpah
Yasin : Yasin, Bu!
Ibu Yasin : Iya... Yasin jangan jalan jalan kalo pegang gelas, nanti tumpah Nak. duduk aja Nak!
Yasin : Ibuk!!!
(yasin berteriak, meletakkan gelasnya, dan memegang kepala ibunya agar menatapnya)
Yasin : Yasin Bu!!! ini Yasin, bukan Nak !!!
(Ibu Yasin langsung melongo, terpana sekaligus menahan tawa)
Read More...



























