Friday, October 17, 2014

My Powerpuff Girls


Aku sedang menikmati Jogja saat itu, bersama sahabatku Dewi, saat aku merasa ada yang janggal di dadaku sebelah kiri. Tiga benjolan tak lebih besar dari telur puyuh, rasanya cukup nyeri. Tentu saja aku panik, jangan jangan ini tumor payudara? Jangan jangan ini kanker payudara? Duuuh, membayangkannya saja sudah sangat menakutkan.

Tentu saja Dewi, sahabatku sejak SMA ini langsung sadar ada yang tidak beres ketika melihat air mukaku berubah. Tapi aku tidak bercerita, karena kami masih punya satu hari lagi di Jogja. Its vacation time, jadi harus benar benar dinikmati meskipun ada sesuatu yang membuatnya terasa kurang nyaman, tapi  malamnya kami masih sempat nonton di Plaza Ambarukmo. Liburan hari itu terasa sangat menyenangkan dan Alhamdulillah kami menikmati Saturday Night in Yogyakarta yang sungguh indah. Sampai akhirnya ketika menjelang pulang ke Jawa Timur, di stasiun sambil menunggu kereta, aku pun menceritakan kegelisahanku. Tentu saja Dewi membesarkan hatiku, mengatakan hal hal klise yang meskipun aku tahu itu klise, tapi somehow cukup menenangkanku. "Semua akan baik baik saja..."

Bersama Dewi, nonton di Ambarukmo Plaza Yogyakarta

Aku ingat betul, sepanjang perjalanan di kereta, kami sibuk mencari informasi tentang kanker payudara di internet. Hampir semua sumber menyatakan, bahwa tumor ataupun kanker payudara bersifat genetis. Artinya, jika kita punya Nenek dan Ibu yang terserang kanker, maka sagat BESAR kemungkinannya kita juga akan bernasib serupa.  Aku langsung ingat, Kakakku dulu juga pernah terserang tumor payudara, Alhamdulillah tumor jinak, yang setelah dilakukan operasi, dokter menyatakan bersih. Jika kakak mengalaminya, berarti aku juga punya "kemungkinan" itu.  Sayang Kakakku sudah tiada, aku tak bisa lagi bertanya dan berkeluh kesah tentang hal ini. Tapi aku masih punya satu sahabat yang juga pernah mengalaminya, Ika namanya.

Rasanya seperti masih kemarin, ketika aku dan Merry ikut melepaskan Ika ke kamar operasi, menungguinya hingga selesai di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Kami bertiga masih kuliah saat itu. Saking dekatnya atau entah saking konyolnya (mungkin kata yang terakhir jauh lebih tepat), kami bertiga menamai diri sebagai PowerPuff Girl, mencomot tokoh animasi produksi Nickleodeon. So silly huh?





Ika juga pernah menderita tumor payudara kala itu. Operasi pengangkatan tumor sudah sukses dilakukan, tapi tentu saja secara berkala ia tetap menjalani wajib lapor ke dokter untuk mengecek perkembangan kesehatan payudaranya. Sebagai orang yang sudah berpengalaman menghadapi hal semacam itu, aku segera menelponnya, menceritakan masalahku. Lama sekali kami bicara di ponsel, Ika menceritakan segala prosedurnya, dan aku banyak sekali bertanya hal hal kecil mendetail. Dia berusaha membesarkan hatiku, tapi jujur saja, aku semakin diserang ketakutan.

Setelah bicara dengan Ika, aku juga segera menelpon personel PowerPuff Girl lainnya, Merry. Aku mulai bercerita tentang benjolan dan sakit yang kurasakan. Segala ketakutanku, dan kekhawatiranku berkenaan dengan dokter laki laki atau perempuan yang akan aku hadapi juga aku sampaikan. Sahabatku ini sangat sangat mengerti keinginanku untuk segera menemukan dokter perempuan yang tepat. Merry dengan sangat sigap segera bertindak. Malam itu juga, ketika aku masih di duduk di bangku kereta, Merry sudah mencari segala informasi yang dibutuhkan. Dan sekitar satu jam kemudian, Merry melaporkan, "Aku sudah menemukan dokter perempuan untukmu, di RS Onkologi Surabaya. Besok sepagi mungkin aku akan membuat janji dengannya, atas namamu. Tetap tenang, jangan lama lama nangisnya ya"

RS Onkologi Surabaya kini terletak di Araya Galaxy Bumi Permai blok A2 nomor 7 Surabaya. Aku ingat dulu kakakku juga menjalani operasi pengangkatan tumor juga di RS Onkologi, tapi waktu itu RS Onkologi masih beralamatkan di Jalan Bawean. Kini RS Onkologi Surabaya sudah memiliki gedung sendiri yang jauuh lebih megah, dan pastinya lebih nyaman. RS Onkologi adalah rumah sakit yang memberikan layanan kesehatan khusus pada masalah kanker. Tidak hanya pada kanker payudara, tetapi juga meliputi beberapa jenis kanker lainnya.



Keesokan harinya, aku memulai hari dengan gelisah. Sekitar pukul 8, Merry sudah memberi kabar. "Sa, Aku sudah bikin janji untuk hari kamis jam 11 siang. Aku juga sudah calling Ika untuk gabung. Nanti aku sama Ika temani kamu ke RS Onkologi. Kamu siap kan? Kita hadapi bertiga"

Oh God, sudah hampir  10 tahun berlalu, sejak kami sama sama di wisuda dari kampus yang sama, tapi dua sahabatku di Surabaya itu tetap bisa menjadi saudara perempuan yang bisa diandalkan.

Merry-Elsa-Ika masih kuliah beribu ribu tahun yang lampau


Dua hari kemudian, hari kamis pun tiba. Pagi pagi sekali aku meluncur ke Surabaya. Merry menjemputku di satu tempat, lalu kami berdua ke RS Onkologi. Di sana Ika sudah menunggu. Dua sahabatku ini terpaksa harus ijin dari tempat kerjanya masing masing demi untuk menemaniku bertemu dokter. Aku gugup bukan main. Merry sibuk mengurusi adminitrasinya, sementara Ika berusaha menghiburku dengan menceritakan hal hal baik berkaitan dengan prosedur yang akan kujalani. Kami bertiga pun akhirnya larut dalam nostalgia masa kuliah, sambil menikmati sofa empuk di ruang tunggu, menunggu giliranku masuk ke ruang periksa. Bercanda bersama mereka berdua bisa mengurangi keteganganku.

Dewi menelpon menanyakan hasilnya sesaat sebelum aku dipanggil perawat. Aku pun meminta Dewi untuk bersabar, karena aku baru akan diperiksa. Ika dan Merry menemaniku masuk ke ruang dokter, dan di sana aku senang sekali bertemu seorang dokter perempuan yang cantik dan lembut sekali, dr Dwirani  R Pratiwi namanya. Kami bicara panjang lebar, beliau juga menjelaskan banyak hal tentang kanker payudara, penyebab, gejala dan lain sebagainya. Kemudian untuk observasi lebih lanjut, aku harus menjalani USG di ruang yang berbeda. Kali ini aku harus masuk sendiri, takut sih pada asalnya. Tapi lagi lagi aku bertemu dengan seorang radiologist perempuan yang cantik dan lembut, yang bisa menenangkanku.

Langkah selanjutnya adalah menunggu hasilnya. Kami bertiga kembali duduk di ruang tunggu, bercanda dan bercerita, menggosip dan menggombal, apapun itu untuk melenyapkan segala kegugupan atas hasil pemeriksaan nanti. Sementara itu, Dewi yang juga concern akan keadaanku berkali  kali mengirimkan pesan, menanyakan hasilnya dan memberiku semangat.

Kami bertiga benar benar terlibat sebuah becandaan seru di ruang tunggu itu, tapi deep inside... saat saat menunggu di sana merupakan saat saat yang sangat mendebarkan. Ini berkaitan dengan hidupku selanjutnya, siapa yang tak berdebar?
Hingga akhirnya seorang perawat memanggil namaku, dan mempersilakanku masuk menemui dokter. Aku menggandeng tangan Merry, dan Merry mempererat genggamannya. Ika menepuk bahuku sambil berjalan di belakang kami berdua. Sesaat kemudian kami bertiga duduk menghadap dokter, dan Bu Dokter yang cantik menangkap keteganganku. Aku tak bisa bicara, begitupun dengan Merry. Ika yang akhirnya mengawali pertanyaan, "Bagaimana dok?"

Bu Dokter yang cantik itu tersenyum, ia berkata  "Alhamdulillah..."

entah kenapa,  tepat saat itu rasanya ada sebuah batu sebesar jabal uhud yang tadinya ada di bahuku terasa terangkat dengan sendirinya. Bu Dokter cantik belum meneruskan kalimatnya, tapi mendengar kata Alhamdulillah, aku mengartikannya sebagai sebuah vonis yang menggembirakan, yang membebaskan.

"Ini cuma pembengkakan biasa, bisa karena hormon, atau ...."
"Bukan tumor atau kanker?" tanyaku memotong penjelasannya. Aku benar benar butuh diyakinkan lebih yakin lagi, seyakin yakinnya.

"Bukan" katanya tegas, tetap sambil tersenyum, tampaknya beliau sangat paham pasiennya yang ini teramat sangat ketakutan. Dan alhamdulillah, jawaban Bu Dokter cantik bisa membuatku kembali bernafas, yang tadinya serasa hendak menghadapi algojo untuk hukuman mati, kini seolah olah seorang algojo menakutkan yang besar dan kekar berkata padaku  "You are free to go".

Alhamdulillaaaahhh.....

Kami berpisah tak lama kemudian, Ika dan Merry harus kembali ke kantornya masing masing. Sebelum berpisah, tiga personel powerpuff girls  yang konyol ini berpelukan. Aku katakan pada mereka, terima kasih. Cuma terima kasih, tapi aku yakin mereka tahu maknanya jauh lebih besar dari yang diucapkan. Aku sangat bersyukur atas semuanya, termasuk bersyukur punya powerpuff girls yang selalu powerfull selalu siap diandalkan kapan saja.


Powerpuff Girls (versi konyol) yang sudah pada tua. Ika paling kiri, Merry di tengah.


Aku menatap mereka pergi menjauh, sambil mengambil ponselku. Ternyata ada 5 pesan dari Dewi, dan 6 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama. Aku segera menelpon Dewi balik, dan langsung mengatakan "I'm free Wi ... I'm free"

Dan aku mendengar dengan jelas di ponsel, sahabatku yang tinggal di Kediri  itu berteriak kegirangan "Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh"




dedicated to My Powerpuff Girls; Ika and Merry
also to Dewi, my partner in crime and craziness

Read More...

Monday, September 29, 2014

Desert Safari Dubai (part 1)



Dubai gak punya alam yang indah seperti Indonesia, hamparan sawah menghijau atau hujan rimba yang pekat, Air terjun yang dingin atau puncak gunung bersalju. Semua keindahan alam di Dubai adalah buatan manusia, kecuali gurun pasirnya, tentu saja. Mungkin itu satu satunya keistimewaan alam Dubai yang asli bikinin Tuhan. 

Gurun pasir yang tandus, super panas, dan konon katanya memiliki keindahan yang mematikan, kini sudah tak lagi mengerikan. Orang-orang Dubai sudah bisa menyulap gurun pasirnya menjadi arena bermain adrenalin, mereka menyebutnya Desert Safari. 

Turis yang sudah mendaftar untuk desert safari ini akan dijemput di hotel sekitar pukul 14:30 waktu setempat, lalu butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapai gurun pasir yang dituju. Desert Safari biasanya berupa rombongan atau konvoi beberapa mobil, karena wisata ini lebih asyik dilakukan beramai ramai. Begitu sampai di gurun pasir, mobil akan berhenti sejenak. Sopir kemudian mengatur tekanan ban, sedikit dikempesi, agar memudahkan mobil bermanuver dan meliuk liuk di bukit bukit pasir. 

Tak lama kemudian, gurun pasir yang luas dan berbukit bukit menjadi landasan pacu mobil mobil keren. Satu mobil memimpin di depan, dan lainnya berbaris di belakang seraya menjaga jarak tetap aman. Letak keasyikannya adalah ketika mobil meloncat, atau miring... menukik tajam, dan bermanuver dengan indahnya. Penumpang akan merasakan hentakan hentakan, kemiringan mobil dan keseruan lainnya, tentu saja sambil menjerit jerit ketakutan. Keasyikan lainnya ketika melihat mobil di depan atau di belakang kita melakukan akrobat, itu yang membuat penumpang berdecak kagum, juga menyiapkan kondisi jantung karena artinya tak lama lagi giliran mobil yang kita tumpangi akan melakukan hal serupa. 








Aku lupa menghitung waktu berapa lama kami berkendara, tapi belum selesai kami tertawa tawa karena merasakan isi perut dikocok, rombongan konvoi desert safari kemudian berhenti. Penumpang dipersilakan untuk turun dan menikmati  bukit bukit pasir di sekelilingnya. Lupakan sandal atau sepatu, karena merasakan pasir gurun yang sangat sangat lembut ternyata bisa membuat kita relax.

Time break ini tentu saja digunakan turis untuk foto foto, tak terkecuali aku. Mau foto tiduran di pasir, foto melayang di atas bukit, foto bak turis dehidrasi atau foto gila lainnya, semuanya boleh boleh saja. Cukup banyak waktu untuk melakukannya. 

Tak lupa mengucapkan banyak banyak syukur pada Allah, sudah diberi kesempatan "main-main" di gurun pasirNya, menikmati pemandangan yang luar biasa. Pingin bawa pulang pasirnya, hehehehehe. Karena pasirnya benar benar lembut jauh lebih lembut daripada pasir pantai, dan warnanya jingga. Indah sekali. 




Tak lama kemudian, konvoi bergerak lagi. Seperti ronde pertama tadi, mobil kembali bermanuver, mengajak kami merasakan kemiringan, menukik  turun, lalu melompat dan terbang melompati bukit. Luar biasa asyik !

Jerit ketakutan dan suara tertawa bercampur menjadi satu. Sang Sopir tampak puas mengerjai para penumpangnya, aku melihatnya tersenyum cekikikan. 

Setelah bermanuver panjang, konvoi desert safari berhenti lagi. Kali ini kami berhenti menghadap matahari yang hendak tenggelam. Subhanallaaaah indahnya.... menikmati detik demi detik bulatan api itu menghilang di antara bebukitan pasir.








Konvoi mobil mobil besar itu melanjutkan perjalanan lagi. Aku sungguh menikmati suasana gurun saat matahari menjelang tenggelam itu. Langit yang menguning tampak begitu serasi dengan warna pasir jingga. Lukisan Allah yang luar biasa indah. 

Jangan mengira perjalanan desert safari telah usai seiring menghilangnya matahari. Ternyata kami masih melakukan setengah perjalanan. 



Konvoi mobil melajut terus, kali ini melintasi gurun pasir yang relatif rata. Dengan kecepatan tinggi kami membelah gurun, meninggalkan matahari jauh di belakang, dari kejauhan tampak pemberhentian terakhir kami. Aku sudah tak sabar lagi untuk turun.


(bersambung)


Read More...

Monday, September 15, 2014

Berrak


Saat itu aku sedang di lantai 5 sebuah hotel di Cappadocia, Turki. Pagi pagi sekali bersiap siap cek out dari hotel. Semua sudah siap, gak ada yang harus dikerjakan lagi selain menunggu jam buka restoran hotel untuk makan pagi. Di saat saat pengangguran itu, aku jadi teringat satu botol minuman yang teramat istimewa. Mau dibawa pulang ke Indonesia, ngapain juga...bikin koper makin berat aja. Jadi sebelum meninggalkannya di Turki, aku ambil saja foto botol minumannya.

Hehehehe, ketawa dulu aaah....

ada yang tahu kenapa botol minuman itu sangat istimewa?




Hehehhee.... botol itu istimewa karena namanya BERRAK !
Aku langsung tertawa ketika pertama kali menerima botol minuman itu. Siapa yang tak tertawa, masa namanya BERRAK? Bayangin aja kalo ada yang nawarin, "Hey kamu mau gak minum berrak?" .... jorok banget kan? Hahahhahaa

Semoga saja produsen air minuman kemasan bermerk BERRAK itu tidak punya keinginan untuk ekspansi ke Indonesia ya.... kalaupun ada, semoga konsultan bisnis nya merekomendasikan nama yang lain, yang lebih bagus pastinya. Hehehehhehee....

Air minuman dalam kemasan bermerk lain juga sangat banyak di Turki. Dua diantaranya bermerk Gurpinar dan Hayat. Meskipun aku tak tahu arti kata ketiga merk itu, tapi dua merk yang terakhir terdengar lebih indah di telingaku. Setuju kan?



Read More...

Friday, August 22, 2014

Satu Senja di Bosphorus



Postingan ini mungkin bisa dibilang sebagai postingan kadaluarsa karena berisi rekaman perjalanan hampir setahun yang lalu. Yaaah, mau gimana lagi, aku sok sibuk akhir akhir ini, dan sempat mempertanyakan tujuan ngeblogku, jadi memilih untuk libur dulu selama tiga bulan. Tapi sekarang keinginan ngeblog muncul lagi. Meskipun mungkin blog ini udah gak ada yang baca, hehehehe..... tapi thats fine. Aku cuma mau mengajak teman-teman blogger yang sudah mampir kesini untuk menikmati satu senja di Selat Bosphorus Turki, semoga berkenan.





Selat ini termasuk fenomenal, karena membelah satu negara --yaitu Turki-- menjadi dua benua. Satu bagian berada di Asia, dan satu bagian lagi berada di Eropa. Sebagian besar penduduk Istanbul setiap hari menyeberangi jembatan ini, baik menggunakan kapal feri maupun mobil dengan melewati jembatan, karena kebanyakan kantor kantor berada di wilayah eropa, dan rumah rumah tinggal kebanyakan berada di wilayah asia. Jadi ketika siang mereka berada di Eropa, malamnya pulang ke Asia. Hehhehehe.... hebat bener ya....

Aku yang juga tinggal di Asia, butuh puluhan tahun bisa menginjakkan kaki di bagian eropa itu, sementara orang orang Istanbul dengan mudahnya bermigrasi setiap hari dari Asia ke Eropa.


Selat Bosphorus ini ramai sekali, tepat berada di pusat kota. Kebetulan kami menikmati satu senja di Bophorus  saat saturday night alias malam minggu. Kelihatannya masyarakat Istambul pada keluar rumah semua, untuk menikmati waktu bersama keluarga di luar rumah. Banyak sekali taman-taman kota dipenuhi keluarga keluarga besar yang piknik bersama. Begitu juga di sekitar Bosphorus. Mereka yang berduit memenuhi cafe-cafe di sepanjang tepi Bosphorus, sementara yang lebih sederhana bisa membawa bekal sendiri lalu berpiknik ria. Seperti keluarga di bawah ini, mereka bahkan membawa serta bayi mereka yang masih sangat mungil. Duduk melingkar di tepi Bosphorus, membeli makanan di kaki lima, berkumpul hingga senja usai. Menyenangkan sekali tampaknya.




Aku dan Ibu berhasil menaiki kapal wisata yang akan membawa kami menikmati Bosphorus tepat waktu, sekitar satu jam sebelum matahari terbenam. Langit masih biru  terang, udara juga masih cukup sejuk. Kami memilih duduk di bagian kapal paling atas, agar bisa menikmati pemandangan tiada batas, sambil tak berhenti mengucap Alhamdulillaaah...

Bosphorus ini sangat lebar, lalu lintas kapal kapal besar juga sukup ramai. Ada kapal pesiar, ada feri, ada bosphorus cruise yang berukuran sedang, ada kapal kapal lebih kecil penjual makanan berbahan dasar ikan, aku juga melihat kapal perang besar melintas di sini.



Beginilah  penampakan bagian paling atas dari Bosphorus Cruise yang kami tumpangi. Ketiga sisi, kanan kiri dan belakang dipenuhi tempat duduk, sementara di bagian tengah ada meja bulat yang menempel pada lantainya. Di depan ada semacam mini bar, dimana penumpang bisa menikmati minuman dan makanan kecil. 

Di lantai bawah, kondisinya lebih tertutup. Dikelilingi jendela jendela kaca yang bisa dibuka dan ditutup. Ruangan dipenuhi meja bundar besar dan ada kursi kursi, mirip restoran.



Kapal kami pun berjalan, dan guide kapal mulai menjelaskan hal hal menarik di kanan kiri kapal yang bisa kami nikmati, tentu saja dalam bahasa inggris. Namun suasana romantis dan keindahan pemandangan lebih menarik daripada memperhatikan penjelasan dari Guide. Aku menikmati air selat , langit, dingginnya udara dan kepakan burung burung yang terbang di atas kami. Aku menikmati bangunan bangunan di sepanjang dataran yang kami lewati. Aku menikmati keindahan Bosphorus. Juga saat kami melewati jembatan yang mengingatkanku pada Jembatan Suramadu, hehehheee...... 






can you see the moon ???
Senja mulai datang, bulan juga sudah muncul. langit jadi semakin indah.
dan aku ??

mulai menggigil.




This is my favorite
 Lampu lampu mulai menyala, langit juga mulai gelap. Lagi lagi aku merasa beruntung bisa menikmati Bosphorus dalam keadaan terang dan gelap, sore dan malam. Tapi lama kelamaan, aku merasa kehilangan keberuntungan, lalu dihantui perasaan menyesal. Kenapa tadi memilih duduk di lokasi paling atas??  akibatnya jadi benar benar menggigil kedinginan. Turis yang lain sudah memenuhi dek bawah, area yang lebih tertutup pastinya, aman dari angin dan udara yang benar benar dingin. Hiks....

Aku bertanya pada kru kapal kapan perjalanan kita akan berakhir, mereka bilang sebentar lagi kita akan berlabuh. Jadi yang aku lakukan hanya bersabar, dan berpelukan dengan Ibuku agar lebih hangat. Aku pikir, ini sangat romantis. Berdua dengan Ibu menikmati warna warni lampu kota istambul. Subhanallooh....


Dolmabahce Palace


(bukan) Blue Mosque


Semoga teman-teman blogger bisa menikmati juga satu senja di Bosphorus meskipun kali ini cuma dengan foto foto ya...

Read More...

Thursday, May 22, 2014

Chocolate Cupcake



Gak cuma anak kecil aja yang suka termakan iklan atau hal hal yang menggiurkan di televisi. Ternyata orang dewasa juga. Aku mengakuinya karena itu terjadi padaku. Gara gara keseringan nonton DC Cupcakes, jadi kepingin juga bikin bikin cupcake sendiri. 

Jadi inget jaman masih SD dulu, ketika aku suka sekali mencoba berbagai resep kue. Saat itu sulit sekali mendapatkan resep aneka masakan, harus beli buku dulu, atau bertukar resep dengan teman. Jaman sudah jauh berbeda, kini mendapatkan resep semudah menekan tombol. Ya kan? cukup googling, sedetik kemudian kita akan mendapatkan ribuan versi dari resep yang diinginkan. Subhanallah, indahnya hidup ini.

Dan, sebagai penggemar coklat, tentu saja pilihan jatuh pada cupcake coklat. Aku sudah googling dan mencoba beberapa resep cupcake coklat yang beraneka ragam. Tapi kemudian aku memutuskan bahwa resep dari Mbak Nining Soeryono adalah yang terenak dan termudah. Mbak Nining mendapatkan resepnya dari Martha Stewart, lalu kemudian merubah takarannya menjadi lebih indonesia. Tau sendiri kan, kalo di amerika sana lebih suka pake ukuran cup, sedangkan di indonesia lebih suka pake ukuran gram. Thanks to Mbak Nining Soeryono yang sudah membuat resepnya jadi jauh lebih mudah. Untuk melihat resep dan bagaimana cara membuatnya yang super super guuuuampang, silakan berguru langsung ke Mbak Nining Soeryono di SANA





Sebenarnya aku lebih suka menikmati cupcake coklat ini tanpa topping. Karena coklatnya sudah terasa nikmat. Tapi kemarin adikku khusus merequest topping coklat agar dia juga bisa ikut ikutan jadi profesional bakers layaknya DC Cupcakes. hehehehhee

Jadi, karena tidak berencana membuat topping, maka terpaksa mencari mencari bahan seadanya. Meskipun serba terbatas, alhamdulillah topping "ngawur" nya itu jadi juga, meskipun sedikit lembek, tapi rasanya luar biasa.  Dija yang sedari awal "membantu" proses pembuatannya, suka banget sama toppingnya. Berkali kali dia menjilatinya, "Kayak Es Krim Buk!" katanya. 




Sedangkan untuk hiasannya, sebenarnya juga seadanya. Untung saja masih punya persediaan springkles pink yang agak besar, dan ada sedikit strawberry di kulkas. Keduanya bisa mempermanis topping coklat yang penampakannya kurang sip itu.



Oh ya, tekstur cupcake nya.... luar biasa deh. Cake yang lembut... , dengan rasa coklat yang pekat, manisnya pas, uuuenak pokoke rek!! hehehehe  Monggo monggo, siapa mau ??





Read More...

Wednesday, May 7, 2014

A Yellow Dress for Dija



Akhir September tahun lalu, aku pernah memposting tentang Yellow Project-ku yang sangat menyita waktu sehingga kegiatan ngeblog dipinggirkan dulu. Yellow Project yang ini sebenarnya sudah selesai digarap sejak dahulu kala, tapi hingga tahun berganti, semangat ngeblog rupanya tetap dibawah rata-rata.

Nah, Yellow Project nya sudah menghasilkan A Yellow Dress for Dija, sudah berkali-kali dipakai Dija ke sekolah maupun ke tempat mengajinya tiap sore. Tapi ketika itu Dija sedang gak suka difoto. Baru sore ini, ketika hendak pergi mengaji, dan Dija memakai dress kuningnya... aku memintanya untuk foto, alhamdulillah Dija mau. Maka terjadilah sebuah sesi pemotretan yang singkat karena Dija keburu telat mengaji.









Selanjutnya, Dija minta dibikinkan dress warna biru, karena terinspirasi Princess Elsa dan Princess Anna, hehehhee....


Read More...

Tuesday, April 1, 2014

MMM Indonesia : Arisan Berantai Dari RUSIA

Artikel di bawah ini seluruhnya copy-paste dari situs HowMoneyIndonesia

Sumber : http://howmoneyindonesia.com/2012/12/18/mmm-indonesia-arisan-berantai-dari-rusia/




-----------------------------------------------------------------------

MMM Indonesia : Arisan Berantai dari RUSIA


Bagi Anda penggemar facebook mungkin Anda telah mendapat tawaran bisnis dari teman ataufriend baru berupa cewek cantik berwajah Eropa Timur. Bisnis baru tersebut bernama MMM (Mavrodi Mondial MoneyBox), sebuah ‘peluang bisnis’ hasil kreasi seseorang bernama Sergey Mavrodi asal Rusia.
Namanya juga peluang bisnis tawaran yang disampaikan cukup menarik. Anda tidak perlu membeli produk sebagaimana bisnis Multi Level Marketing (MLM) tetapi cukup menanamkan sejumlah uang untuk ‘membantu’ orang lain. Lalu Anda akan menerima bantuan setiap bulan. Atau jika Anda menanamkan uang Anda sebanyak misalnya $500, lalu diamkan selama 3 bulan, Anda akan menerima $1860!
Wow, tawaran yang menggiurkan. Apalagi MMM mengklaim telah merekrut 35 juta orang sedunia sebagai member. Berbagai jadwal seminar termasuk di Indonesia disampaikan lewat website mereka dimmmindonesia.com.
Sejarah MMM
MMM didirikan 1989 by Sergei Mavrodi, Vyacheslav Mavrodi, dan Olga Melnikova. Ketiganya menggunakan nama keluarga mereka sebagai nama usaha. MMM bermula dengan usaha jual beli computer dan peralatan kantor. Akan tetapi pada bulan Januari 1992 MMM dituduh menggelapkan pajak. Kasus ini mengakibatkan kebangkrutan. Lalu MMM banting setir ke usaha jual beli saham. Usaha ini pun tidak mendatangkan hasil yang baik.
Bulan February 1994 MMM memulai usaha pyramid scheme atau phonzi. Pyramid scheme atau phonzi yaitu usaha mengumpulkan dana masyarakat dengan iming-iming pengembalian atau profit yang tinggi. Investor juga wajib merekrut member lain untuk menyetor dananya. Usaha ini biasa disamarkan dalam aneka bentuk seperti kospin, MLM, atau aneka bisnis investasi gadungan lainnya. Untuk info lebih lanjut, baca juga: Tipuan Piramid dan Bisnis Online.
Dimasa itu MMM mengumpulkan dana masyarakat dengan janji hasil investasi 1.000% setahun! Rakyat Rusia yang sedang dalam masa transisi reformasi berbondong-bondong menanamkan duitnya. MMM berhasil mengumpulkan dana rakyat Rusia dalam jumlah yang sangat besar, sampai mencapai USD50 juta (Rp500 M) per hari! Bisnisnya tetap berjalan karena Pyramid Scheme merupakan usaha legal di Rusia.
Sergei_Mavrodi
Sergey Mavrodi: Jagoan arisan berantai (Pyramid scheme)
Akan tetapi pada bulan July 1994 MMM ditutup pemerintah Rusia karena tuduhan pengelakan pajak. Saat itu, MMM berhutang antara 50 Milyar – 100 trilyun Rubel (mata uang Rusia) kepada para investornya. Wikipedia menyebut setidaknya 50 orang investor bunuh diri karena tidak mendapatkan uangnya kembali. MMM kemudian dinyatakan bangkrut pada bulan September 1997.
Sergey Mavrodi sempat menghilang. Ada yang mengatakan ia pindah ke AS, ada juga yang meyakini ia tetap di Moskow sambil memanfaatkan uang masyarakat yang telah dikumpulkannya. Dari persembunyiannya, Mavrodi dengan dibantu rekan dan kerabatnya masih sempat mencoba usaha yang sama. Kali ini dengan menggunakan bisnis ‘permainan saham’ dengan janji pengembalian investasi 200%. Meski pernah jatuh, bisnis Mavrodi masih menarik minat banyak orang. Tidak lama kemudian, bisnis ini kembali bangkrut dan sekitar 20.000 – 275.000 orang kehilangan uang mereka. Kerugian para korban ditaksir mencapai USD5,5 juta (sekitar Rp50 milyar).
Tahun 2003 Mavrodi ditemukan lalu dijebloskan ke dalam penjara. Ia dihadapkan pada sejumlah tuntutan. Ia baru bebas dari hukuman pada tanggal 22 Mei 2007. Tidak kapok-kapok, Mavrodi kembali menjalankan bisnisnya, kali ini dengan nama MMM-2011. Dengan gamblang Mavrodi menyatakan bisnisnya sebagai bisnis pyramid dimana ‘orang memberi saling memberikan uangnya, tanpa alasan yang jelas.’ Entah mengapa, pada bulan Mei 2012 ia menutup MMM-2011.
Tetapi ditahun 2011 ia telah meluncurkan MMM di India yang disebut MMM India. Beberapa bulan terakhir MMM Indonesia juga telah beroperasi. Member menyetor uang, lalu merekrut member lainnya, kemudian member mendapatkan bonus dari hasil setoran member di bawahnya. Dapat dipastikan MMM hanya akan beroperasi di negara-negara berkembang karena negara-negara maju jelas menetapkan pyramid scheme seperti ini sebagai bisnis terlarang dan illegal.
Tidak Ada Jaminan Investasi?
MMM jelas bukanlah bisnis investasi. Dalam website atau video-video yang ditayangkan oleh MMM, secara gamblang dijelaskan bahwa MMM tidaklah melakukan investasi atau memutar uang tersebut dalam suatu industri atau bisnis tertentu. Uang yang dibayarkan kepada member semata-mata berasal dari member yang menyetor sebelumnya. Betul-betul murni money game atau phonzi.
Karena tidak ada jaminan, bisnis ini (katanya) didasarkan atas rasa saling percaya di antara member. Suatu hal yang tentu tidak mudah karena para member sendiri belum tentu saling kenal. Sistim jual beli poin diistilahkan Give Help (‘Membantu’) saat join /membeli poin dan Get Help (Minta Bantuan) saat menjual poin alias menarik dana.
Member yang akan bergabung membeli sejumlah unit poin yang disebut MAVRO. Keuntungan member nantinya ditentukan oleh nilai MAVRO ini. Setiap bulan nilai MAVRO dinaikkan dan diatur secara pribadi oleh Tuan Mavrodi sendiri (hebat ya…). Dengan kata lain, makin lama harga untuk bergabung ke MMM akan semakin naik karena nilai poin akan dinaikkan.Secara sederhana digambarkan bahwa jika saat ini nilai 1 Mavro = Rp. 1000, maka jika Anda bergabung dengan uang Rp 1 juta, Anda bisa membeli 1000 poin Mavro. Bulan depan, nilai Mavro mungkin naik 30% sehingga menjadi 1 Mavro = Rp1.300 (saat tulisan ini diturunkan MMM menjanjikan keuntungan 30% – 55%). Anda yang menjual poin Anda (Get Help alias menarik dana) akan mendapat Rp1,3 juta atas 1.000 poin yang Anda miliki. Disaat yang sama, seseorang yang punya uang Rp1 juta, hanya bisa memperoleh 769 Mavro (Rp1 juta : 1.300) karena MAVRO telah dinaikkan nilainya; demikian seterusnya.
Dengan semikian nilai poin Mavro ditentukan secara pribadi oleh Tuan Mavrodi. Poin ini jelas berbeda dengan hitungan poin dalam investasi sebenarnya seperti asuransi unit link atau reksadana. Dalam investasi yang sebenarnya, uang investor ditanamkan dalam berbagai jenis usaha, sementara di MMM, uang Anda tidak diinvestasikan dalam bentuk apapun. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari dana orang lain. Peserta MMM menyebutnya, menerima bantuan alias GET HELP.
Jadi MMM bukanlah investasi apalagi bisnis, bukan pula perusahaan, melainkan money game semata (jika Anda tidak mau menyebutnya arisan berantai). Dari segi legalitas, MMM tidaklah memiliki izin investasi dari OJK untuk menarik dana dari masyarakat. So, bila terjadi sesuatu, Anda tidak bisa menuntut siapa-siapa, karena Anda telah memasuki bisnis “aku percaya saja” dengan kerelaaan sendiri. Bahkan di website MMM ditegaskan bahwa MMM sangat beresiko. Anda bisa kehilangan semua uang Anda.
MMM Indonesia_peringatan
Sayangnya peringatan tersebut disampaikan dalam bahasa Inggris, sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Atau meski tahu, biasanya tidak dihiraukan, sebagaimana peringatan bahaya di bungkus rokok. Sudah tahu berbahaya tetapi tetap dinikmati.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Buat teman-temanku yang sudah terjerumus dalam MMM Indonesia, semoga Allah segera menyadarkan kalian. Ketahuilah bahwa Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Whatever alasan pembelaan diri para anggota komunitas MMM, orang yang bisa menggunakan akal sehat pasti tahu jika ini termasuk bentuk baru dari MONEYGAME, meskipun diselimuti dengan niat saling ikhlas membantu. Pleaseee, wake up !!!



"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu ia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulanginya, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" 
QS Al Baqarah 275

Read More...