Sunday, August 31, 2008
Saturday, August 23, 2008
Seorang Pemuda dan Sholat Jumat part 2
ada Email dari my uncle, setelah dia baca postingan sebelumnya, "Seorang Pemuda dan Sholat Jumat". begini isi emailnya :
Sa, gimana kelanjutannya? diterima ya?
kalo ntar pemuda itu gak cocok, nih ada lowongan!
Lowongan : Teknisi Listrik
Deskripsi : Merapikan jaringan listrik
Tempat : India
Waktu kerja : Sak Rampunge (sampai selesai)
CV ditujukan ke : Power Plant State Corp.
begini keadaan jaringan listrik yang harus dirapikan:

Sa, gimana kelanjutannya? diterima ya?
kalo ntar pemuda itu gak cocok, nih ada lowongan!
Lowongan : Teknisi Listrik
Deskripsi : Merapikan jaringan listrik
Tempat : India
Waktu kerja : Sak Rampunge (sampai selesai)
CV ditujukan ke : Power Plant State Corp.
begini keadaan jaringan listrik yang harus dirapikan:

Wednesday, August 20, 2008
Seorang Pemuda dan Sholat Jumat

Pagi-pagi tadi. Di trotoar depan Toko.
Elsa duduk di kursi plastic, sambil baca Koran.
(pemuda) : Mbak…Mbak….
Elsa : (masih khusyuk baca Koran) Ha?
(pemuda) : Eehm……
Elsa : cari apa? Kursi? Lemari? Spring Bed?
(pemuda) : ada lowongan, Mbak?
Elsa : (bingung, melihat pemuda itu dari bawah hingga atas) lowongan???
(pemuda) : eemmm… saya mau kerja disini. Saya bisa ngerakit almari knock-down. Sebelumnya saya kerja di SXXXX. Tapi disana….. uummmmmmm …….saya gak boleh sholat jumat. Trus kata salesnya Olympic, saya di suruh kesini. Kerja di Abah gitu. Katanya disini lebih enak. Saya bisa ngerakit kok Mbak, saya juga bisa-
Elsa : (masih bengong)
(pemuda) : -masang masang kursi gitu… soalnya saya sebelumnya kerja di SXXXX.
Elsa : emmm….. iya gimana ya…..
(pemuda) : (harap-harap cemas, kebingungan)
Elsa : Abah, yang punya toko ini, masih di belakang. Sholat atau sarapan, aku gak tau. Tunggu aja, sebentar lagi juga pasti datang. Nanti Tanya langsung ke Abah aja. Soalnya,masalah ini bukan wewenang saya. Ya? Duduk aja di situ, sama nunggu Abah datang.
(pemuda) : iya Mbak. (sambil pergi)
Hhm…..
Haree gene… masih ada yang kebebasan beribadahnya terbelenggu?
Masih ada yang melarang pegawainya sholat jumat?
Wah wah wah…. (sambil geleng-geleng kepala, gak habis pikir)
Astaghfirullaaaah!!!
Catatan: sekitar satu jam kemudian, setelah bertemu Abah langsung, akhirnya pemuda itu diterima! Kerja hari ini juga.
Elsa duduk di kursi plastic, sambil baca Koran.
(pemuda) : Mbak…Mbak….
Elsa : (masih khusyuk baca Koran) Ha?
(pemuda) : Eehm……
Elsa : cari apa? Kursi? Lemari? Spring Bed?
(pemuda) : ada lowongan, Mbak?
Elsa : (bingung, melihat pemuda itu dari bawah hingga atas) lowongan???
(pemuda) : eemmm… saya mau kerja disini. Saya bisa ngerakit almari knock-down. Sebelumnya saya kerja di SXXXX. Tapi disana….. uummmmmmm …….saya gak boleh sholat jumat. Trus kata salesnya Olympic, saya di suruh kesini. Kerja di Abah gitu. Katanya disini lebih enak. Saya bisa ngerakit kok Mbak, saya juga bisa-
Elsa : (masih bengong)
(pemuda) : -masang masang kursi gitu… soalnya saya sebelumnya kerja di SXXXX.
Elsa : emmm….. iya gimana ya…..
(pemuda) : (harap-harap cemas, kebingungan)
Elsa : Abah, yang punya toko ini, masih di belakang. Sholat atau sarapan, aku gak tau. Tunggu aja, sebentar lagi juga pasti datang. Nanti Tanya langsung ke Abah aja. Soalnya,masalah ini bukan wewenang saya. Ya? Duduk aja di situ, sama nunggu Abah datang.
(pemuda) : iya Mbak. (sambil pergi)
Hhm…..
Haree gene… masih ada yang kebebasan beribadahnya terbelenggu?
Masih ada yang melarang pegawainya sholat jumat?
Wah wah wah…. (sambil geleng-geleng kepala, gak habis pikir)
Astaghfirullaaaah!!!
Catatan: sekitar satu jam kemudian, setelah bertemu Abah langsung, akhirnya pemuda itu diterima! Kerja hari ini juga.
Sunday, August 17, 2008
its All Yellow !!!
sejak tanggal 14 agustus kemaren, Jombang mengalami musim gugur yang sangat indah. soalnya, pohon di sepanjang jalan merdeka--tempatku tinggal--berbunga semua, dan kelopak-kelopak bunganya gugur sepanjang hari. seperti hujan salju! namun lebih indah, karena warnanya KUNING!!!!lihat pucuk-pucuknya kan??
they wer all YELLOW!!!
they were all YELLOW!!!
dari atas, pemandangan serba yellownya, lebih indah!!!
yellow yellow yellow... dimana-mana.....
maunya berfoto dengan kelopak-kelopak yang sedang berguguran, sayang gak kelihatan jelas. tapi lihat di bawah itu.... semuanya YELLOW!!!
dari atas, pemandangan serba yellownya, lebih indah!!!
yellow yellow yellow... dimana-mana.....
maunya berfoto dengan kelopak-kelopak yang sedang berguguran, sayang gak kelihatan jelas. tapi lihat di bawah itu.... semuanya YELLOW!!!indah sekali kaaan???
semuanya jadi Yellow!!!
Look at the stars,Look how they shine for you,And everything you do,Yeah, they were all yellow.I came along,I wrote a song for you,And all the things you do,And it was called yellow.So then I took my turn,Oh what a thing to have done,And it was all yellow.Your skinOh yeah, your skin and bones,Turn into something beautiful,You know, you know I love you so,You know I love you so.I swam across,I jumped across for you,Oh what a thing to do.Cos you were all yellow (Coldplay)
ternyata Jombang juga punya!!! tapi bunga apa namanya ya???
terjadi sekali dalam setahun, setiap pertengahan agustus. dan cuma gugur dalam 4 atau 5 hari saja. setelah itu, bunganya habis. dan mekar lagi tahun depan!
Look at the stars,Look how they shine for you,And everything you do,Yeah, they were all yellow.I came along,I wrote a song for you,And all the things you do,And it was called yellow.So then I took my turn,Oh what a thing to have done,And it was all yellow.Your skinOh yeah, your skin and bones,Turn into something beautiful,You know, you know I love you so,You know I love you so.I swam across,I jumped across for you,Oh what a thing to do.Cos you were all yellow (Coldplay)Wednesday, August 13, 2008
Ponselku....
Barusan, aku membaca sebuah iklan ponsel di majalah, yang menyatakan bahwa kini ponsel merupakan representasi jadi diri pemiliknya. hhm... kalo ponselnya keluaran terbaru dan paling mahal, pasti pemiliknya orang kaya yang mengikuti tren. berangkali begitu....
Nah, mari kita lihat ponselku ini.
What do you think??

ponsel itu sudah kumiliku sejak beberapa tahun yang lalu. ketika aku berencana membeli ponsel gara-gara ponselku terdahulu dicuri maling, tapi tiba tiba kakak iparku yang baik hati menghadiahiku SE W200i itu. katanya biar aku bisa dengerin banyak lagu ketika di toko nungguin pembeli. ya Alhamdulillah, gak jadi beli ponsel, uangnya ditabung aja. trus, gak lama setelah itu, adikku memasangkan gantungan bintang gemini yang warnanya kuning. katanya "Cocok buat Kak Elsa, jadi ya aku beli!". ya Alhamdulillah....
terakhir, temanku memberiku gantungan lagi. "Suamiku baru pulang berlayar dari Korea, nih oleh-olehnya" sebuah ornamen orange, ada tulisan korea yang gak tau artinya apa di dalam lingkaran itu. orange dan kuning. match sekali yaa..... kebetulan yang beruntun!
kalo memiliki ponsel itu dengan segala kebetulan tadi, apa masih bisa mencerminkan pemiliknya???
hahahahahahahahahahahahaaa..............
aku pikir sih, pemiliknya pasti orang yang gak modal banget. habis... barang hibah semua tuh!
Nah, mari kita lihat ponselku ini.
What do you think??
ponsel itu sudah kumiliku sejak beberapa tahun yang lalu. ketika aku berencana membeli ponsel gara-gara ponselku terdahulu dicuri maling, tapi tiba tiba kakak iparku yang baik hati menghadiahiku SE W200i itu. katanya biar aku bisa dengerin banyak lagu ketika di toko nungguin pembeli. ya Alhamdulillah, gak jadi beli ponsel, uangnya ditabung aja. trus, gak lama setelah itu, adikku memasangkan gantungan bintang gemini yang warnanya kuning. katanya "Cocok buat Kak Elsa, jadi ya aku beli!". ya Alhamdulillah....
terakhir, temanku memberiku gantungan lagi. "Suamiku baru pulang berlayar dari Korea, nih oleh-olehnya" sebuah ornamen orange, ada tulisan korea yang gak tau artinya apa di dalam lingkaran itu. orange dan kuning. match sekali yaa..... kebetulan yang beruntun!
kalo memiliki ponsel itu dengan segala kebetulan tadi, apa masih bisa mencerminkan pemiliknya???
hahahahahahahahahahahahaaa..............
aku pikir sih, pemiliknya pasti orang yang gak modal banget. habis... barang hibah semua tuh!
Sunday, August 10, 2008
from Jakarta
Di Jakarta, selain hunting barang untuk dijual lagi dan melihat tren home furnishing terbaru, aku dan Ibu menyempatkan diri ke JCC di Senayan. ada SMESCO Festival 2008, pameran UKM yang diadakan oleh Dinas Koperasi, dimana Tanteku dan butiknya, LIB Collections dari Mojokerto menjadi binaan dinas koperasi tersebut.
Hall A dan Hall B di JCC Senayan sangatlah besar, dipenuhi oleh stan-stan dari seluruh provinsi. bahkan dalam satu provinsi, bisa menampilkan lebih dari 10 stan. dan asyiknya, berkeliling di pameran itu, serasa keliling Indonesia. karena setiap daerah menampilkan ke khas-an nya masing-masing. jadi semakin mencintai produk dalam negri deh!!!
Tuh, Ibu lagi pingin beli hiasan dinding sulam buatan tangan, dari Lampung. harganya 2 juta!! akhirnya batal beli, karena aku bilang 2 juta terlalu mahal. mending buat beli lainnya, yang bisa dijual lagi di toko kami. hihihhihihihi... buat modal aja uangnya!!!
Thats my aunty and me, memamerkan salah satu baju hasil karyanya. berbahan sutra organdi dengan bordir lembut super kecil-kecil di leher dan bagian bawahnya. bagus kan???
2 hari jadi SPG sukarelawan alias tanpa bayaran, ternyata cape juga ya....
Thursday, July 31, 2008
Pamit!!!
Assalamualaikum,
mo pamit nih...
pergi ke jakarta sebentaaaaar
buat keperluan bisnis.
cuman 5 hari kok!
titip YellowLife ya everybody....
Maturnuwun sanget,
Monggo sedoyo....
Assalamualaikuuum!!!
mo pamit nih...
pergi ke jakarta sebentaaaaar
buat keperluan bisnis.
cuman 5 hari kok!
titip YellowLife ya everybody....
Maturnuwun sanget,
Monggo sedoyo....
Assalamualaikuuum!!!
Wednesday, July 23, 2008
PilBupGub di Jombang
Hari cukup bersejarah bagi masyarakat Jawa Timur dan warga Jombang. terutama di Jombang, karena pilkada tingkat 1 (gubenur beserta wakil) dan tingkat 2 (bupati beserta wakil) dilaksanakan secara bersamaan. sebenarnya bukan hanya Jombang yang memiliki keunikan ini. rupanya Malang, Lumajang dan Bondowoso (kalo gak salah sih... habis tadi nonton beritanya sambil ngantuk) juga menggelar 2 jenis pemilihan yang berbeda pada hari ini.
kami sekeluarga datang pagi-pagi, jam 8. supaya gak pake antri. eh, ternyata emang masih sepiii..... enak, langsung coblos, trus pulang, trus acaranya tidur seharian. sepanjang jalan merdeka, hanya beberapa toko yang tetap buka. lainnya tutup. aku sangat menikmati hari ini. tidur sampai sepuasssnyaaa....
Ibuku masih bingung memilih. tapi kelihatannya, sebagai sesama wanita, dia mendukung Khofifah. milihnya atas dasar rasa solidaritas kaumnya yaa, hehehehe...
Ini pemilihan gubenur dan bupati pertama di jombang. Silvy kelihatan bersemangat sekali tuh kayaknya... karena biasanya dia golput. jadi kali ini, pengalaman pertama buatnya untuk vote.
kami sekeluarga datang pagi-pagi, jam 8. supaya gak pake antri. eh, ternyata emang masih sepiii..... enak, langsung coblos, trus pulang, trus acaranya tidur seharian. sepanjang jalan merdeka, hanya beberapa toko yang tetap buka. lainnya tutup. aku sangat menikmati hari ini. tidur sampai sepuasssnyaaa....
Ibuku masih bingung memilih. tapi kelihatannya, sebagai sesama wanita, dia mendukung Khofifah. milihnya atas dasar rasa solidaritas kaumnya yaa, hehehehe...
Ini pemilihan gubenur dan bupati pertama di jombang. Silvy kelihatan bersemangat sekali tuh kayaknya... karena biasanya dia golput. jadi kali ini, pengalaman pertama buatnya untuk vote.Monday, July 21, 2008
Jadikan aku yang ketiga, Buatlah diriku Bahagia...
Terkejut. Itu yang kurasakan hari ini.
Siang tadi, Pak Fatkhur datang ke tokoku. Beliau adalah seorang saudagar kaya raya. Memiliki pabrik rokok dan beberapa usaha lain. Pernah suatu kali, dia memborong sejumlah karpet terbaik di sini, total pembelian 9 juta. Dan hari itu, aku masih ingat, senyumku tak bisa lepas dari wajahku sampai esok hari. Karena laba yang aku peroleh terbilang cukup banyak. Hahahahahahaa.....
Pak Fatkhur kenal baik dengan orang tuaku, mungkin karena mereka seusia, juga karena sudah berteman sejak lama. Kunjungan pertama, Pak Fatkhur membawa istri pertamanya. Seorang wanita paruh baya, mungkin usianya juga tidak beda jauh dengan ibuku. Santun, berjilbab, berpenampilan sederhana untuk ukuran orang sekaya mereka. Datang berdua, membeli bantal, guling, dan sprei. Istri pertama Pak Fatkhur bahkan sempat bercakap-cakap dengan Ibuku, yang kebetulan ada di tokoku. Sementara, kunjungan kedua, Pak fatkhur bersama istri keduanya. Semula, aku tidak tahu bahwa Pak Fatkhur menganut paham poligami. Aku sempat bertanya-tanya waktu itu. Kenapa wanita yang dibawanya berbeda dengan yang pertama. Yang kedua ini, mungkin lebih muda 10 tahun dari yang pertama, sudah pasti lebih cantik, kulitnya lebih terang, lebih tebal make-up nya, lebih trendy cara berpakaiannya, dan sedikit lebih genit. Mereka membawa serta seorang anak kecil usia taman kanak-kanak. Dan waktu itu, Pak Fatkhur membelikan istrinya karpet besar yang mahal.
Setelah mereka pergi, aku bertanya pada ibuku. Apakah pak Fatkhur memang memiliki 2 istri. Ternyata Ibu menjawab iya. Sudah lama Pak fatkhur memiliki 2 istri.
Hhmm.....
Dan hari ini, Pak fatkhur membawa istri ketiganya!!!
Awalnya, Pak Fatkhur datang seorang diri ke toko. Langsung menemuiku. Dia berniat membeli karpet untuk 10 kamar di sebuah pesantren. Lalu aku menginformasikan ukuran-ukuran dan jenis karpet yang tersedia. Tampaknya Pak Fatkhur belum yakin mengenai ukuran kamarnya, sehingga Pak Fatkhur menelpon seseorang dan memintanya untuk mengukur setiap kamar dengan lebih teliti. Kemudian, ia menelpon lagi, berbicara dengan orang yang berbeda, dan membuat janji untuk bertemu di tokoku, sekarang.
“Sebentar ya Mbak....”
Aku hanya tersenyum. Lalu Pak Fatkhur melihat-lihat koleksi karpet di belakang, sementara aku tetap di depan, di balik meja kasir.
Tak lama kemudian, datanglah seorang perempuan cantik berjilbab jingga menyala, ditemani perempuan lain tidak berjilbab dan gadis kecil berseragam SD. Rupanya, aku mengenal senyum perempuan berjilbab jingga itu. Dia pun kaget...
“Tita?”
“Elsa?”
Kami sama-sama tertawa.
“Sejak kapan pakai jilbab? Gaya yooo saiki!!” aku menggodanya.
“Ojo ngunu ta, isin aku! Sudah lama, setahun lebih kok”
“Oooo... tambah cantik kok”
Dia hanya tersenyum. Lalu mencari-cari seseorang, melihat ke belakang. Dan menghampiri Pak Fatkhur. Mereka bicara sebentar di belakang, dan Tita mengampiriku lagi.
“Berapa anakmu sekarang?”
“Masih satu”
“Kok gak nambah lagi? Apa gak kurang? Itu kan... sudah besar ya sekarang”
“Iya, gak tau nih, padahal gak KB lho.. ya belum dikasih aja kali yaa...”
“Yaa...semua ada waktunya kok. Pasti nanti dikasih lagi”
“Kamu? Berapa?”
“Hahahahaha... berapa apanya? Anak? Wong belum menikah!”
“Lho... masa sih?”
Lalu Pak Fatkhur keluar melewati kami. Dan Tita tampak kebingungan. Dia pamit, “Sebentar ya Sa..” katanya sambil mengikuti Pak Fatkhur keluar. Sekitar 5 menit mereka bicara di trotoar, sementara aku melihat teman dan anaknya Tita memilih-milih bedcover.
Tita masuk lagi. Dan duduk di depanku. Kemudian Pak Fatkhur, yang pamit padaku untuk pulang sebentar mengukur ruangan yang akan di pasang karpet.
Tita memulai pembicaraan duluan.
“Tadi sudah milih?”
“Siapa? Milih apa?”
“Karpet. Katanya kesini mau milih karpet buat pondok”
“Oooo... belum. Katanya masih bingung. Gak tau ukurannya. Emang buat pondok mana sih?” aku mulai memancingnya.
“Buat pondok di ngoro” Tita lalu menyebutkan nama pondoknya.
“Mau nyumbang pondok?”
“Nggak, suamiku kan punya pondok. Ya itu.”
“Wah, berarti kamu sekarang jadi Bu Nyai, pimpinan pondok? “
“Nggak laah... aku masih di sini. Aku kan yang ketiga. Yang jadi Bu Nyai, yang kedua”.
“Oooo..... trus yang pegang pabrik?”
“itu yang pertama”
“Oooo... trus kamu? Yang pertama punya pabrik. Yang kedua punya pondok. Kamu gak minta dibikinin apaaa gitu? Salon atau butik, atau apaaa gitu?”
“Hahahahahaa..... kalo salon sih sudah....”
“Waaah hebat kamu Ta!!!”
Percakapan kami terhenti ketika anaknya Tita merengek minta pulang. Dan Tita pun pamit.
Setelah mereka semua pergi, pegawaiku berebut menghampiriku. “Mbak, itu istrinya yang ketiga??” aku mengangguk. “Kok Mbak Elsa kenal?”
Aku menarik nafas panjang terlebih dahulu. “Dia teman sekelas waktu SD dulu”.
Satu jam setelahnya, aku masih terkejut.
Tita??
Temanku waktu SD ini memang cantik. Dari dulu, dia yang paling genit. Paling suka dandan dan paling girly diantara teman-teman sekelas lainya. dan kabarnya, ketika SMP pacarnya sudah gonta-ganti. Seterusnya, kelas 2 SMU, dia hamil dan keluar dari sekolah. Kemudian menikah dengan pacarnya yang waktu itu juga masih SMU. Aku pernah bertemu dua atau tiga kali. Waktu anaknya masih sekitar dua tahun. Dia tampak kurus, namun kecantikannya masih terlihat jelas. Beberapa tahun kemudian, aku bertemu Tita lagi. Kali ini, dia tidak secerah dulu. Temanku bercerita, bahwa rumah tangga Tita memang bermasalah sejak dulu. Suaminya tidak bisa bekerja, sehingga Tita yang harus pontang-panting mencari uang. Tita pernah mengikuti aneka macam MLM, kemudian dia juga berjualan kecil-kecilan dengan segmentasi tetangga sekitarnya. Sejak itu, aku tidak mendengar kabarnya lagi.
Sekarang.... Wow. Tita pasti bergelimang harta. Jauh dari kesusahan. Wajahnya juga tampak berseri-seri, menenteng dompet tebal dan ponsel keluaran terbaru. Bajunya rapi, serasi dari atas ke bawah dengan make up yang tebal dan dewasa.
Aku benar-benar gak tau harus ngomong apa.
Apa yang membuat Tita bersedia jadi yang ketiga.....
Uang ataukah cinta?
Tita pernah menikah berdasarkan cinta, dengan suaminya yang pertama dahulu. Namun tampaknya kehidupan atas dasar cinta tidak seindah yang dibayangkan. Kalau sekarang, uang adalah alasannya, aku tidak berani menyalahkan Tita. Dia sudah melalui banyak hal dalam hidupnya. Berjuang demi rumah tangganya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, berjuang untuk anak satu-satunya. Kalau memang uang menjadi alasannya, aku bisa mengerti. Pak Fatkhur, dengan kekayaan yang melimpah ruah, mungkin memang pilihan yang terbaik untuknya.
Hanya saja..... usianya mungkin sudah sekitar 60an.
Well, mungkin Tita akan menjawab “Cinta tidak memandang usia”. I know. Cinta juga bukan yang utama ya Ta....
Ya Tuhan, Engkau Maha Pengatur. Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi umatMu.....
(“jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia, walaupun kau tak kan pernah, kumiliki seutuhnya......” lagunya Astrid. )
Siang tadi, Pak Fatkhur datang ke tokoku. Beliau adalah seorang saudagar kaya raya. Memiliki pabrik rokok dan beberapa usaha lain. Pernah suatu kali, dia memborong sejumlah karpet terbaik di sini, total pembelian 9 juta. Dan hari itu, aku masih ingat, senyumku tak bisa lepas dari wajahku sampai esok hari. Karena laba yang aku peroleh terbilang cukup banyak. Hahahahahahaa.....
Pak Fatkhur kenal baik dengan orang tuaku, mungkin karena mereka seusia, juga karena sudah berteman sejak lama. Kunjungan pertama, Pak Fatkhur membawa istri pertamanya. Seorang wanita paruh baya, mungkin usianya juga tidak beda jauh dengan ibuku. Santun, berjilbab, berpenampilan sederhana untuk ukuran orang sekaya mereka. Datang berdua, membeli bantal, guling, dan sprei. Istri pertama Pak Fatkhur bahkan sempat bercakap-cakap dengan Ibuku, yang kebetulan ada di tokoku. Sementara, kunjungan kedua, Pak fatkhur bersama istri keduanya. Semula, aku tidak tahu bahwa Pak Fatkhur menganut paham poligami. Aku sempat bertanya-tanya waktu itu. Kenapa wanita yang dibawanya berbeda dengan yang pertama. Yang kedua ini, mungkin lebih muda 10 tahun dari yang pertama, sudah pasti lebih cantik, kulitnya lebih terang, lebih tebal make-up nya, lebih trendy cara berpakaiannya, dan sedikit lebih genit. Mereka membawa serta seorang anak kecil usia taman kanak-kanak. Dan waktu itu, Pak Fatkhur membelikan istrinya karpet besar yang mahal.
Setelah mereka pergi, aku bertanya pada ibuku. Apakah pak Fatkhur memang memiliki 2 istri. Ternyata Ibu menjawab iya. Sudah lama Pak fatkhur memiliki 2 istri.
Hhmm.....
Dan hari ini, Pak fatkhur membawa istri ketiganya!!!
Awalnya, Pak Fatkhur datang seorang diri ke toko. Langsung menemuiku. Dia berniat membeli karpet untuk 10 kamar di sebuah pesantren. Lalu aku menginformasikan ukuran-ukuran dan jenis karpet yang tersedia. Tampaknya Pak Fatkhur belum yakin mengenai ukuran kamarnya, sehingga Pak Fatkhur menelpon seseorang dan memintanya untuk mengukur setiap kamar dengan lebih teliti. Kemudian, ia menelpon lagi, berbicara dengan orang yang berbeda, dan membuat janji untuk bertemu di tokoku, sekarang.
“Sebentar ya Mbak....”
Aku hanya tersenyum. Lalu Pak Fatkhur melihat-lihat koleksi karpet di belakang, sementara aku tetap di depan, di balik meja kasir.
Tak lama kemudian, datanglah seorang perempuan cantik berjilbab jingga menyala, ditemani perempuan lain tidak berjilbab dan gadis kecil berseragam SD. Rupanya, aku mengenal senyum perempuan berjilbab jingga itu. Dia pun kaget...
“Tita?”
“Elsa?”
Kami sama-sama tertawa.
“Sejak kapan pakai jilbab? Gaya yooo saiki!!” aku menggodanya.
“Ojo ngunu ta, isin aku! Sudah lama, setahun lebih kok”
“Oooo... tambah cantik kok”
Dia hanya tersenyum. Lalu mencari-cari seseorang, melihat ke belakang. Dan menghampiri Pak Fatkhur. Mereka bicara sebentar di belakang, dan Tita mengampiriku lagi.
“Berapa anakmu sekarang?”
“Masih satu”
“Kok gak nambah lagi? Apa gak kurang? Itu kan... sudah besar ya sekarang”
“Iya, gak tau nih, padahal gak KB lho.. ya belum dikasih aja kali yaa...”
“Yaa...semua ada waktunya kok. Pasti nanti dikasih lagi”
“Kamu? Berapa?”
“Hahahahaha... berapa apanya? Anak? Wong belum menikah!”
“Lho... masa sih?”
Lalu Pak Fatkhur keluar melewati kami. Dan Tita tampak kebingungan. Dia pamit, “Sebentar ya Sa..” katanya sambil mengikuti Pak Fatkhur keluar. Sekitar 5 menit mereka bicara di trotoar, sementara aku melihat teman dan anaknya Tita memilih-milih bedcover.
Tita masuk lagi. Dan duduk di depanku. Kemudian Pak Fatkhur, yang pamit padaku untuk pulang sebentar mengukur ruangan yang akan di pasang karpet.
Tita memulai pembicaraan duluan.
“Tadi sudah milih?”
“Siapa? Milih apa?”
“Karpet. Katanya kesini mau milih karpet buat pondok”
“Oooo... belum. Katanya masih bingung. Gak tau ukurannya. Emang buat pondok mana sih?” aku mulai memancingnya.
“Buat pondok di ngoro” Tita lalu menyebutkan nama pondoknya.
“Mau nyumbang pondok?”
“Nggak, suamiku kan punya pondok. Ya itu.”
“Wah, berarti kamu sekarang jadi Bu Nyai, pimpinan pondok? “
“Nggak laah... aku masih di sini. Aku kan yang ketiga. Yang jadi Bu Nyai, yang kedua”.
“Oooo..... trus yang pegang pabrik?”
“itu yang pertama”
“Oooo... trus kamu? Yang pertama punya pabrik. Yang kedua punya pondok. Kamu gak minta dibikinin apaaa gitu? Salon atau butik, atau apaaa gitu?”
“Hahahahahaa..... kalo salon sih sudah....”
“Waaah hebat kamu Ta!!!”
Percakapan kami terhenti ketika anaknya Tita merengek minta pulang. Dan Tita pun pamit.
Setelah mereka semua pergi, pegawaiku berebut menghampiriku. “Mbak, itu istrinya yang ketiga??” aku mengangguk. “Kok Mbak Elsa kenal?”
Aku menarik nafas panjang terlebih dahulu. “Dia teman sekelas waktu SD dulu”.
Satu jam setelahnya, aku masih terkejut.
Tita??
Temanku waktu SD ini memang cantik. Dari dulu, dia yang paling genit. Paling suka dandan dan paling girly diantara teman-teman sekelas lainya. dan kabarnya, ketika SMP pacarnya sudah gonta-ganti. Seterusnya, kelas 2 SMU, dia hamil dan keluar dari sekolah. Kemudian menikah dengan pacarnya yang waktu itu juga masih SMU. Aku pernah bertemu dua atau tiga kali. Waktu anaknya masih sekitar dua tahun. Dia tampak kurus, namun kecantikannya masih terlihat jelas. Beberapa tahun kemudian, aku bertemu Tita lagi. Kali ini, dia tidak secerah dulu. Temanku bercerita, bahwa rumah tangga Tita memang bermasalah sejak dulu. Suaminya tidak bisa bekerja, sehingga Tita yang harus pontang-panting mencari uang. Tita pernah mengikuti aneka macam MLM, kemudian dia juga berjualan kecil-kecilan dengan segmentasi tetangga sekitarnya. Sejak itu, aku tidak mendengar kabarnya lagi.
Sekarang.... Wow. Tita pasti bergelimang harta. Jauh dari kesusahan. Wajahnya juga tampak berseri-seri, menenteng dompet tebal dan ponsel keluaran terbaru. Bajunya rapi, serasi dari atas ke bawah dengan make up yang tebal dan dewasa.
Aku benar-benar gak tau harus ngomong apa.
Apa yang membuat Tita bersedia jadi yang ketiga.....
Uang ataukah cinta?
Tita pernah menikah berdasarkan cinta, dengan suaminya yang pertama dahulu. Namun tampaknya kehidupan atas dasar cinta tidak seindah yang dibayangkan. Kalau sekarang, uang adalah alasannya, aku tidak berani menyalahkan Tita. Dia sudah melalui banyak hal dalam hidupnya. Berjuang demi rumah tangganya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, berjuang untuk anak satu-satunya. Kalau memang uang menjadi alasannya, aku bisa mengerti. Pak Fatkhur, dengan kekayaan yang melimpah ruah, mungkin memang pilihan yang terbaik untuknya.
Hanya saja..... usianya mungkin sudah sekitar 60an.
Well, mungkin Tita akan menjawab “Cinta tidak memandang usia”. I know. Cinta juga bukan yang utama ya Ta....
Ya Tuhan, Engkau Maha Pengatur. Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi umatMu.....
(“jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia, walaupun kau tak kan pernah, kumiliki seutuhnya......” lagunya Astrid. )
Saturday, July 19, 2008
I Hate Smokers

Ada email dari seorang sahabat di Pakistan, yang isinya cukup mencengangkan. bisa bayangin gak, uang segitu banyak, kalo buat beli kerupuk, dapet berapa truk ya???
Believe it or Not
1. Total World Population: 6.5 Billion
2. Total Muslims in the world: 2 Billion
3. Total Smokers in the world: 1.15 billion
4. Total Muslim smokers in the world: 400 million
5. Largest Cigarette maker is Phillip Morris
6. Phillip Morris donates 12% profits to Israel
7. Total Muslim money to Morris $800 million DAILY
8. Average profit margin is 10%
9. Average profit for Morris is $80 million DAILY
10. Thus $9.6 million of Muslim money goes to Israel every single DAY.......
Yes DAY!!!
So, ada yang masih suka buang-buang uang untuk beli rokok?
Subscribe to:
Posts (Atom)







