Thursday, May 26, 2011

Tahu dan Jadah Bakar Pacitan

Pesta durian di rumah Mbak Niken... Maaf ya Mbak, kami sangat merepotkan....

(Kisah Sebelumnya)


Kami tiba dengan selamat di kota Pacitan menjelang tengah malam. Entah jam berapa... yang pasti acara silaturahimnya tetap berlanjut. Disini kami berniat menemui sepasang suami istri, Mas Agus dan Mbak Niken, sahabat baiknya Dewi.

Berhenti di Alun-alun kota, sempat mampir sebentar di Masjid Agung Pacitan yang sedang direnovasi, kami menghubungi Sahabat tadi. Ternyata rumah mereka sangat dekat dengan Alun-alun. Sesegera mungkin kami meluncur kesana.

Kali ini, bisa dibilang kami adalah tamu yang baik. hehehehee.... meskipun agak tak tahu diri karena bertamu menjelang tengah malam, tapi kami membawakan oleh oleh buat Sang Tuan Rumah. DURIAN!!!  sip kan?

Mengobrol di teras, melepas kangen sambil pesta durian larut malam.... Subhanallah, maka nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan??

Sebentar kemudian, Dewi mengeluh kelaparan. Maklumlah.... Ibu Hamil memang suka kelaparan mendadak. Maka sebelum Bumil mungil ini pingsan, kami pun mencari bakso, soto, mie goreng atau apalah yang layak dimakan. Kembali ke Alun-alun... tapi tampaknya, banyak kedai yang sudah tutup.



Yoppy (hijau)  memperhatikan proses pembakaran tahu. Kayaknya pingin jualan tahu bakar di suabaya tuh


Kami berjalan menyusuri Alun-alun kota.... dan Dewi tampaknya terkesima dengan tenda-tenda yang menawarkan tahu dan jadah bakar. Karena unik, dan belom pernah tahu sebelumnya, maka kami ikut bergabung dengan para pengunjung yang lain di situ. Duduk melingkar lesehan di tikar. Sepiring tahu bakar, sepiring jadah bakar, dan beberapa teh hangat menemani kami  meneruskan obrolan tentang banyak hal. Terutama soal rute ke pantai pantai elok yang dimiliki Kabupaten Pacitan.




hhhm.... Kalo Tahu semua rakyat Indonesia pasti sudah tahu banget. Tapi kalo JADAH?  banyak yang belom tahu kan??  ketika itu, aku juga bertanya-tanya.. apa sih jadah...kenapa makannya harus dibakar??
Ternyata JADAH sama dengan TETEL. yaitu ketan putih yang dimasak dengan cara dikukus, lalu dicampur dengan parutan kelapa dan garam, setelah itu ditumbuk sampai hampir halus. Setelah itu ditata rata di loyang dan di-angin anginkan agar membentuk dan bisa diiris sesuai selera. Makannya tidak harus dibakar seperti yang kami temui di Pacitan.

Aku pikir, pasti Jadah alias Tetel ini ada di banyak tempat, namun namanya saja yang berbeda. Di jakarta  juga ada kok... aku pernah menjumpai penjual jadah alias tetel ini di kawasan tanah abang dan pasar mayestik.


photo by Dewi


Tahu bakar dicocol ke sambal kecap  (kenapa gak sambal petis ya?)
sementara Jadah Bakar dicocol ke gula pasir.
Unik sekali kan??

Tak terasa, akhirnya kami ber-enam menghabiskan 2 piring penuh tahu bakar, dan 2 piring penuh jadah bakar. Jangan heran yaa jika beratku naik beberapa kilo. Hahahaha.....


from left:  Dewi, Yoppy (hijau army), Mas Agus (hijau terang), Mbak Niken (Orange), Ari 


Sudah tengah malam... dan kami mulai mengantuk. Mas Agus dan Mbak Niken memilihkan kami tempat untuk menginap malam itu. Di Alloro Guest House, sebuah rumah berarsitektur modern 2 lantai dengan kurang dari 10 kamar, yang dikelola oleh sebuah sekolah kejuruan, dan dijadikan hotel. Simple sekali, terasa homy, dan memang layak untuk direkomendasikan. Harga kamar standar hanya Rp. 175.000 semalam, sudah termasuk breakfast.  Kamarnya cukup bagus... dan berhasil membuat kami tidur dengan nyenyaknyaaa...




Esoknya, Pukul 4 pagi kami sudah bangun dan berdiskusi. Stay di Pacitan dan menikmati Sunrise di pantai-pantai indahnya, atau segera berkemas dan melanjutkan perjalanan silaturahim???

Tunggu postingan selanjutnya yaaa....


PS:  A Big Thank to Mas Agus dan Mbak Niken yang sudah bersedia menerima kami, tamu tak tahu diri, menjelang tengah malam....

Monday, May 23, 2011

Silaturahim ke Pacitan

Berawal dari rasa kangen yang begitu mendalam, dan keinginan untuk bertemu yang menggebu-gebu pada seorang sahabat semasa SMA, aku mengajak 2 sahabatku sejak SMA juga untuk menemui Sang Sahabat yang tinggal di ujung Jawa Timur yang paling selatan dan paling barat. Yup, sahabat yang tak pernah kujumpai selama berpuluh puluh tahun lamanya itu memang tinggal di Pacitan. Ditemani sahabatku, Dewi (dan Yoppy, suaminya), dan satu lagi sahabatku, Ari. Kami berempat berkendara dengan riang gembira, dengan niat tulus silaturahim....

Perjalanan yang cukup sukses dan menyenangkan dari Surabaya ke Ponorogo. Kami berhenti di beberapa titik, untuk memuaskan hasrat narsis, Hahahaa.... salah satunya ini, di depan gerbang Masjid Agung Ponorogo. Masjidnya cukup unik, dan membuat kami terkagum kagum. 

photo by: Yoppy


Selepas Ponorogo, menuju Pacitan ternyata cukup mengerikan tapi indah. Kami harus melewati beberapa gunung batu dan gunung kapur. Pemandangannya memang cukup indah, tapi ada beberapa titik longsor yang sempat membuat kami ngeri.

Satu hal unik yang kutemui dalam perjalanan berliku liku Ponorogo-Pacitan adalah di kanan kiri jalan sempit berkelok-kelok itu, terdapat begitu banyak Ibu-Ibu yang bekerja sebagai pemecah batu. Aku tak sempat mengambil fotonya... hhm, lebih tepatnya, aku tidak tega. Melihat umur mereka yang tidak muda lagi, dihadapkan pada pekerjaan kasar yang sangat berat.... sedih sekali melihat mereka.

Tapi disisi lainnya, Kami jadi bertanya tanya. Sampai kapan mereka akan bekerja jadi pemecah batu?
Tidaklah mereka sadar, bahwa pekerjaan mereka sangat merugikan lingkungan. Bayangkan saja, mereka mendapatkan batu dari gunung-gunung di sekitar mereka. dan hal itu menyebabkan longsor dimana-mana.
mengenaskan....

Tak lama kemudian, perasaan kami berempat berubah jadi girang bukan kepalang. Tulisan "Selamat Datang Di Kabupaten Pacitan" membuat kami bak pemenang yang mencapai garis finish. Horeee...kami berhasil mencapai Pacitan!!!!

Photo by Yoppy


Tapi ternyata Kota Pacitan masih 1 jam lagi. Kami pun beristirahat di sebuah masjid yang menarik. Berpose dengan Jazz tercinta....


Photo by Yoppy

Sesampainya di Kota Pacitan, kami mulai mencari-cari alamat rumah sahabat. Tak dinyana... setelah bertanya sana sini, ternyata rumah sahabat kami itu berada di sebuah lembah terpencil...  dan kami sekali lagi harus menempuh 3 jam perjalanan kesana. Sempat down, dan terbersit untuk membatalkan niat silaturahim,dan lebih memilih berwisata di pantai-pantai Pacitan yang terkenal indah itu....

tapi akhirnya, Bissmillah..... Kami pun melanjutkan perjalanan ke kawasan terpencil... Lembah Wiyoro Ngadirojo.

Subhanallaaaah..... Jalan menuju kesana benar-benar mengerikan buat kami berempat yang sama sekali buta daerah itu. Aspal yang sempit sekali, bergelombang dan berlobang-lobang... Naik turun dan berliku-liku.... bersebelahan dengan jurang curam, belom lagi, ada jalan amblasss yang benar benar bikin deg-degan....

Dewi memilih untuk memejamkan mata dibanding melihat jalan yang harus kami lalui. Hari semakin gelap..menjelang magrib akhirnya kami sampai di lembah Wiyoro. Tak sulit menemukan Sahabat kami, karena selain penduduk di lembah itu tidak terlalu banyak, ternyata Sahabat kami cukup terkenal disana sebagai anggota keluarga pengusaha yang sangat sukses.

Begitu menemukan lokasinya, Kami mengagetkan Sang Sahabat Tersayang, Eriska.....
Kami berpelukan, menangis dan tersenyum bersama. Sebuah adegan yang seharusnya lebih layak tonton dibanding sinetron Cinta Fitri. Hehehehee.....
Tak sampai 10 menit kami ngobrol, Eriska menyeret kami berempat ke restoran keluarganya. Tentu saja Kami mengikutinya dengan senang hati.... perut kosong ini pasti akan dimanjakan.

Benar saja, Eriska menghadiahi kami masing masing satu porsi ayam kremes yang luar biasa lezat. Bumbunya mantap, garingnya pas. Sambalnya bener-bener nendang! Hihiihihiiii
Semangkuk besar es teler buat masing masing kami juga ludes....
Jadi malu banget, ketahuan kalo kami benar benar musafir kelaparan.




Setelah kenyang, Kami meluncur ke rumah Eriska. Numpang sholat magrib disana dan melanjutkan ngobrol ngalor ngidul melepas kangen..... Tak lama kemudian, Sang Suami ikut bergabung dengan kami. Acara ngobrol dan bernostalgilanya jadi lebih seru. Ketika malam mulai larut, Kami pun pamit.

Sebelum meninggalkan rumah Eriska, tentu saja kami berfoto-foto lagi. Kali ini dengan tim lengkap. Dari kiri: Ari, Suaminya Eriska, Eriska memeluk Bertrand dan Bevhand, Elsa, Dewi dan Yoppy.

Begitu kami masuk mobil, Eriska menghadiahi kami lagi, sekardus Durian !! Alhamdulilllaaaaaaah
sekaligus malu, soalnya tadi kami tak sempat membawakannya oleh-oleh apapun!!! Dasar tamu tak tahu diri yaaa, merepotkan saja.

Terima kasih Eriskaa....





Pukul 8 Malam...
Kami berempat sudah di mobil dan bingung melanjutkan perjalanan kemana. Jika kembali ke Pacitan untuk berwisata pantai....  kami harus melalui perjalanan mengerikan tadi selama 3 jam lagi. Dan kali ini pasti jauh lebih mengerikan karena sudah benar-benar gelap.
Jika memutuskan pulang ke arah surabaya, Kami juga harus menempuh perjalanan yang konon katanya juga cukup mengerikan melewati Trenggalek, lalu ke Tulungagung, Kediri dan seterusnya...

Setelah berunding dan berdebat secepat kilat, kami memutuskan kembali ke Pacitan. Kali ini, aku memilih untuk tidur, selain karena ngantuk, juga karena gak berani melihat beratnya medan yang harus kami lalui. Biarlah 2 lelaki sahabatku itu saja yang mengendalikan Jazz kami...

Ada apa di Pacitan??
Apa benar pantai-pantai Pacitan begitu indah??
hhhmm... tunggu postingan selanjutnya yaaa

Sunday, May 22, 2011

Rumah Vania




Halo Vania......
Banyak sekali orang yang menuliskan cerita buat Vania. Tante Elsa gak mau ketinggalan dong... hari ini Tante Elsa pingin cerita soal RUMAH.

Vania tahu apa itu rumah?
yup, pintar sekali. Rumah itu... ya rumah seperti yang Vania tempati sekarang. Ada kamar tidur Vania, ada kamar tidurnya Bunda dan  Ayah, ada ruang tamunya juga... ada tempat untuk nonton tv, ada dapur..lalu ada juga kamar mandi. hhmmm, apalagi yaa... ah iya, Ada kebunnya juga. Vania suka bantuin Bunda berkebun kan?

Rumah itu bermacam-macam bentuknya lhoo... coba perhatikan yaa, rumah Vania dengan rumah Kakek Nenek pasti beda kan?



hayoo..Vania mau pilih rumah yang mana??  minta Bunda jelasin soal rumah rumah ini ya Vania....

Suatu hari nanti, Vania pasti akan pindah dari rumah Vania yang sekarang ini. Bisa karena ikut Ayah yang kerja di tempat lain, atau karena Vania harus sekolah di tempat lain. Ayah Bunda tuh sudah sering sekali pindah rumah, tanyain deh.... Enak apa nggak sih pindah pindah rumah gitu??

Tante Elsa punya pengalaman yang gak enak soal pindah rumah.
5 tahun yang lalu.... Tante Elsa masih ingat betul tanggalnya. Waktu bulan puasa, Lebaran tinggal 7 hari lagi. Tengah malam, rumah tetangganya Tante Elsa kebakaran hebat. Tante Elsa bangun jam 2 malam, asap sudah dimana-mana. Bunyi ledakan beruntun terdengar keras... bikin takut deh. Tante Elsa masih suka takut sampai sekarang....

Tante Elsa bangunin semua orang, lalu kami sekeluarga menyelamatkan diri ke luar. Tak sempat mengambil apapun...

Apinya semakin besar... dan rumah Tante Elsa juga ikutan gosong!!!

rumah Tante Elsa yang gosong...

makanya... Vania jangan suka main api yaa... bahaya lho..... Kalo mau main api, minta ijin Ayah dulu dan harus ditemani Bunda yaaa...

oya..Tante lanjutin ceritanya yaa...
Setelah rumah Tante jadi gosong gitu, Tante Elsa sekeluarga bingung. Mau tinggal dimana yaaa.... gak punya rumah, gak punya baju... untunglah, toko tidak terbakar. Jadi... Tante Elsa sekeluarga setelah itu pindah tinggal di toko. Tidurnya di lantai, gak ada kasurnya..... kalo ada pembeli yang lewat, kelihatan semua deh. soalnya gak ada sekat penutupnya. Tante Elsa sedih... jadi suka nangis deh...  tapi kalo Vania gak suka nangis kan??

Tapi alhamdulillah...meskipun rumah barunya di toko dan gak ada apa apanya, tapi Tante Elsa masih punya orang tua di situ, masih ada adik-adiknya Tante Elsa... juga banyak saudara dan teman-teman yang membantu. Ada yang ikut menemani tidur di lantai, ada yang kasih Tante baju, ada yang kasih selimut... Tante Elsa jadi senang lagi.

Tante Elsa jadi tahu, bahwa tak peduli gimana bentuk rumah kita, mau bagus atau sudah gosong....asalkan ada orang-orang yang sayang sama kita... maka itulah rumah kita.

Jadi Vania gak usah khawatir...gak usah takut, kalo harus pindah rumah yaa... Asalkan ada Ayah Bunda, ada Kakek Nenek, dan saudara yang lain, semuanya pasti akan baik baik saja. Rumah baru Vania pasti akan senyaman rumah Vania yang lama...karena sayangnya Ayah Bunda akan selalu ada buat Vania. Dimanapun Vania tinggal nanti....


Selamat Ulang Tahun Vania yang Cantik.... semoga sehat terus...makin pinter, salalu disayang Ayah Bunda dan Kakek Nenek yaaaa.....

you are our sunshine!!!
as sweet as theese strawberries



Postingan ini diikutkan pada "Vania's May Giveaway"

Saturday, May 21, 2011

Kopdar di Pizza Hut

Okta - Amelia Saga - Yuni - Aishi Lely - Tia Tealovecoffee - Elsa Yellowlife - NONA

Yup, hari minggu kemaren... aku sempat kopdar lagi dengan para bloggerita cantik!!! sudah banyak yang mengenal mereka kan?? yang belom kenal...aku sebutkan satu persatu yaa...

dimulai dengan paling kiri:
OKTA...hhm, baru pertama kali bertemu dengannya. gadis manis yang masih imut-imut ini, pendiam sekali. tidak banyak berkata kata, tapi tampaknya cukup detil memperhatikan. hehehee.... aku belom pernah berkunjung ke blognya, jadi belom banyak tahu ketika itu.
AMELIA SAGA.... Jeng yang satu itu, punya kebisaan yang luar biasa. Lulus dari Unesa, dia sudah bisa membuka butiknya sendiri. Amel begitu mahir membuat busana-busana indah. Mau kebaya, gaun malam, busana muslim, atau baju anak-anak? bagi dia.. "keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiil".....
YUNI....baru pertama kali bertemu juga, dan belom pernah berkunjung ke blog Yuni sebelumnya. Blank... tapi blogger baru satu ini asyik sekali diajak bercanda canda.... ternyataaa, beliaunya tinggal di mojokerto. dekat banget sama jombang kan??
AISHI LELY.... ini kali kedua bagiku bertemu bu dokter yang sudah pindah ke Tanjung Pinang. Seneng banget bisa ketemu lagi, ngobrol ini itu lagi... Melihat style fashionnya itu lho, bikin aku berandai andai, seandainya seluruh dokter se-stylish Aishi Lely, pasti rumah sakit jadi tidak menakutkan! hihihihihihi
TIA TEALOVECOFFEE... Jeng cantik satu ini juga tetep cantik aja, hehehee..... coba kunjungi blognya dan siap siap dibuat terkagum kagum dengan ide ide kreatifnya.

dan yang paling kanan, NONA, adikku... blogger gak jelas yang jarang update blog suka-suka-nya itu. Dia berkutat dengan skripsi yang entah kapan selesainya. Nona sedang pusing menyebarkan "kuesioneerrr" di taman-taman kota, di mall, dan dimana saja agar skripsinya bisa cepat diselesaikan. dan pada pertemuan kami di Pizza Hut ini, dia juga memaksa para bloggerita yang cantik-cantik itu untuk mengisi  "kuesionerr" nya. Berminat membantu Nona  dan bersedia mengisi "kuesionerr" nya?? silakan klik DISINI.

Setelah mengisi kuesionerr nya Nona, makan pizza , minum dan ngobrol "ngalor-ngidul" lamaaaaa sekali, tak terasa sudah hampir 4 jam kami duduk mengelilingi meja bundar itu. Amelia Saga yang khusus datang dari Tulungagung ke Surabaya hanya untuk bertemu dengan kami, mulai pamit. Amel lantas mengeluarkan begitu banyak jewelry box dari dalam tasnya. Dia mempersilakan kami untuk memilih!




Wuuuuaaaaaaaaaaaaaa....... semuanya keren! apalagi buatan tangan kreatif Amelia Saga sendiri lho! hebat kan??? Mataku langsung jelalatan... dan serta merta menunjuk pada warna kuning yang berkilauan itu. Hihihihihihiiii...... pasti sudah ditebak sebelumnya kan?




Yuni dan Lely kebingungan memilih


Kopdar kali ini sungguh menyenangkan. Sekali lagi... aku semakin yakin. Teman-teman blogger adalah orang-orang yang NYATA. sama sekali bukan maya. iya kan???


Monday, May 16, 2011

Dija and Her Red Dress


Masih ingat motif kain merah di atas pada postingan sebelumnya?
yup, aku sudah selesai menjahitnya, dan jadilah baju buat Dija. Berikut ini foto-fotonya....
(semoga ada yang terinspirasi ... hihihihiiihii..... siapa tahu setelah melihat postingan ini, keinginan belajar jahit jadi semakin berkobar, hahahahaaa......)

foto diambil pagi-pagi, jam 08:30 segera setelah Dija selesai mandi. Rambutnya yang tipis masih basah, jadi makin terlihat tipis....



Dija gak bisa diam... selalu bergerak. jadi agak susah ambil fotonya





Ternyata menjahit sendiri baju untuk anak kita bisa bikin kita KECANDUAN!!!  percaya deh.....
setelah ini, masih ada 2 baju lagi masih dalam proses pembuatan. Agak lama bukan karena susah, tapi karena waktunya suka gak ada  :) 


oh ya, Baju ini membutuhkan sekitar 0,75 meter kain merah, dan kain hijaunya... lupa habisnya berapa meter. yang pasti gak nyampe setengah meter, sedikit sekali lah. Kain merah Rp. 17.500/ meter. Jadi kalo dikira kira, semuanya gak lebih dari Rp. 25.000 lho... tapi hasilnya? Hehehe, meskipun masih belepotan sana sini, tapi aku cukup puas lah.  (menghibur diri mode on)


akhirnya... dapat juga ambil foto Dija senyum...




she looks so happy, isnt she?


***Red Headband by Aunty Amanda Putri
***Red Dress by Aunty Elsa


(Postingan terburu-buru, jika ada yang memerlukan tutorialnya, i'll tell you the link)

Friday, May 6, 2011

Fabric Pattern

Beberapa hari yang lalu, aku sempat berbelanja kain. Sebagai pecinta kain bermotif yang sok jadi penjahit, padahal gak mahir dan gak rapi sama sekali  (hasil jahitanku selalu diejek ibu, hiks...katanya jelek dan gak rapi), tentu saja berada di sebuah toko yang menjual kain sama dengan anak-anak berada di toko permen. Tergila-gila, kalap, gelap mata...dan ingin beli semuanya!!!  untunglah masih sadar diri, tidak lupa daratan, ingat kalo uang di dompet tidak banyak. ingat kalo masih harus beli susunya Dija, hahahahaa.....

dan inilah beberapa yang terbeli olehku hari itu untuk melengkapi koleksi kain di rumah:





yang ini sudah dijahit, baju buat dija

kain dengan motif yang merah berbunga hijau di atas, sesampainya di rumah, langsung aku jahit. bikin baju Dija lagi. hampir seharian berkutat dengan mesin jahit, akhirnya jadi pula. Tunggu saja foto Dija pake baju merahnya yaaa...
oh ya, kain merah itu, ada yang bisa tebak, per meternya berapa???  (Jawabannya ada di bawah postingan ini)
murah sekali!!!  baju dija hanya butuh 75cm.


Nah, kalo yang ini, adalah motif batik. Aku suka sekali beli kain batik murah meriah jika tujuannya dijadikan bahan percobaan bikin bantal, tas, atau baju dija. tentu saja bukan batik tulis, tapi batik print atau batik cap. yang harga selembarnya cuma 35-40ribu saja. Lumayan kan?
Kalo untuk batik tulis, aku pasti gak akan tega buat gunting-gunting seenaknya, hehehhee...
Untuk baju Dija, sengaja cari batik yang warna-warni ceria. dan motifnya tidak terlalu besar. Setelah keluar masuk banyak toko demi untuk berburu warna dan motif batik yang cantik, berikut ini adalah hasil perburuanku:


aku sering sekali berpikir, siapa yang mendesign kain-kain itu ya? salut deh buat para designer tekstil, yang sudah berhasil membuatku jatuh hati dan gelap mata hari itu.

suka bertanya tanya juga, siapa lagi ya selain aku yang suka gelap mata kalo ada di toko kain? melihat kain dengan motif yang lucu-lucu, warna yang cantik cantik.... gak tahaaaaaaan....

oh ya, mohon maaf belom bisa balik berkunjung ke rumah teman-teman blogger, komputerku rusak!!!  (lagi...hiks)


*** Rp.17.500/meter

Friday, April 29, 2011

Baby Dija's First Birthday Giveaway WINNER


Mendapatkan ToteBag Cantik:

1. Abdul Cholik
 
 2. Little Usagi
 
3. Bunda Mahes
4. Dewi Citra
 
 
 
 
 
 
Mendapatkan Bantal Mini :
1. Hilsya

2. MasBro
 
3. Febby Aurora
 
4. Chika-Rei
 
5. Bunda Monda

6. Fitria Agustina
 
 
 
 
Pemenang dengan suara blogger terbanyak:
Jumialely
 
 
 
 
 
alhamdulillah, akhirnya berhasil juga memilih 10 pemenang plus 1 pemenang tambahan pilihan teman-teman blogger. Mohon maaf kepada semua peserta yang sudah menunggu-nunggu pengumuman ini sebelumnya, karena Juri benar-benar merasa kesulitan menentukan pemenang dari sekian banyaknya surat yang masuk. Butuh waktu lebih dari 1 bulan, padahal sebelumnya hanya diperkirakan seminggu atau 2 minggu. Ternyata jauh lebih dari itu. 
Semua juri ingin mengucapkan terima kasih banyak dan penghargaan yang tinggi kepada semua peserta yang sudah ikut berpartisipasi membagikan CINTA nya buat Dija, semoga suatu hari nanti Dija bisa membaca semua surat itu satu persatu, sesuai dengan usia yang telah ditentukan. Terima kasih banyaaaaak.....

Semua pemenang bisa mengirimkan alamatnya ke yellowupyourlife@gmail.com agar kami bisa segera mengirimkan hadiah ke alamat masing-masing pemenang.
 
 
 
 

oh ya, maaf ya belom bisa berkunjung ke rumah teman-teman semuanya... alasan klise: I'm busy.

Sunday, April 24, 2011

Totto-chan



Totto-chan
Gadis Cilik di Jendela
by: Tetsuko Kuroyanagi
Gramedia Pustaka Utama


Totto-chan hanyalah seorang anak kecil biasa yang punya dunianya sendiri. Rasa ingin tahunya begitu besar, imajinasinya liar kemana-mana, dan yang pasti sangat kreatif. Sayangnya, banyak orang dewasa yang kurang mengerti akan hal itu. Akhirnya, di sekolah taman kanak-kanaknya, Totto-chan dianggap anak nakal oleh Sang Guru. Sang Ibu pun mencarikan Totto-chan sekolah yang cocok untuk anaknya. Dan... di sekolah Tomoe, Totto-chan bisa menemukan dunianya, dia juga dimengerti oleh orang-orang dewasa di sana. Terutama oleh Bapak Kepala Sekolahnya, Mr Kobayashi.

Totto-chan sungguh bersemangat sekolah di Tomoe, karena begitu pertama kali bertemu Mr Kobayashi, Totto-chan bisa bercerita tentang semua hal yang ada di kepalanya hingga 4 jam lamanya, sampai ia kehabisan cerita, dan Mr Kobayashi dengan tekun mendengarkan seluruh cerita Totto-chan. Sekolah Tomoe  berbeda dengan sekolah lainnya. Ruang-ruang kelas yang berasal dari gerbong kereta membuat anak anak betah berada di dalamnya. Sistem belajar-mengajarnya pun sangat special. Murid-murid diperbolehkan mengerjakan pelajaran yang disukainya terlebih dahulu. dan jika ada lomba, maka hadiahnya adalah sayuran dan buah-buahan, sehingga anak-anak yang berhasil mendapatkan hadiah sayuran akan dengan bangga memakan sayuran tersebut.  

Mr Kobayashi tidak pernah marah, meskipun Totto-chan pernah menguras septic-tank. Mengeluarkan seluruh kotoran yang ada di dalamnya hanya demi mencari dompet kecilnya yang terjatuh ke dalam septic-tank. "Kau akan mengembalikan semuanya kalau kau sudah selesai kan?" Begitu beliau bertanya pada Totto-chan, setelah mendapatkan jawaban YA dari Totto-chan, beliau lantas pergi.
Pak Kepala Sekolah juga punya peraturan yang lain dari biasanya. salah satunya mengharuskan anak anak pergi ke sekolah dengan pakaian yang paling usang. Bagi Totto-chan hal ini sungguh menyenangkan, karena ia tak perlu lagi khawatir baju barunya akan robek ketika dia merangkak di bawah semak semak, atau ketika ia memanjat pohon. Ternyata selain itu, peraturan ini juga bertujuan untuk membuat anak anak 'sama'. tak ada lagi yang terlihat menonjol. karena semuanya memakai baju yang usang.




this is my real totto-chan

Cerita dalam buku ini sungguh sangatlah lengkap. Ada cerita lucu soal kepolosan Totto-chan, ada cerita mengharukan soal Totto-chan kehilangan sahabat, kehilangan anjingnya, atau saat menghibur tentara perang. Ada juga cerita heroik, saat Totto-chan membantu kawan cacatnya memanjat pohon, juga saat mengusir anak-anak sekolah lain yang kerap mengejek kawannya. Tapi yang paling special adalah cerita soal cara mendidik anak-anak ala Mr Kobayashi yang sungguh special. Bagaimana anak-anak diperlakukan secara "anak-anak", dimengerti dunianya, dan dikembangkan segala kemampuannya....

Pantas saja jika kemudian alumni sekolah Tomoe menjadi orang-orang sukses! 

Buku ini bahkan menjadi buku wajib untuk pendidikan di Jepang. dan menurutku, buku ini memang HARUS dibaca oleh kalangan pendidik dan IBU-IBU MUDA.... agar bisa mengerti bagaimana ajaibnya dunia anak-anak.






Sulit bagiku untuk mengukur betapa aku sangat tertolong oleh caranya mengatakan padaku, berulang ulang,  "Kau anak yang benar benar baik, kau tahu itu kan?"
seandainya aku tidak bersekolah di Tomoe dan tidak pernah bertemu Mr Kobayashi, mungkin aku akan dicap "anak nakal", tumbuh tanpa rasa percaya diri, menderita kelainan jiwa dan bingung.
Tetsuko Kuroyanagi



Yup, begitulah cara Mr Kobayashi mendidik Totto-chan. Beliau tidak pernah memarahi Totto-chan, karena tidak pernah menganggap Totto-chan nakal. Bayangkan saja, ada anak kecil menguras septic-tank????  orang tua mana yang tidak marah-marah?  atau seorang anak kecil memanjat pohon tinggi sambil mengangkat temannya yang cacat? orang tua mana yang jika melihat itu tidak panik dan marah-marah??
tapi Mr Kobayashi hanya berkata "Kau benar-benar anak baik, kau tahu itu kan?"   sambil menekankan kata "benar-benar". Ternyata kata-kata itu tetep diingat dan dipercaya si anak hingga dia dewasa....

Aku memiliki buku ini bertahun-tahun yang lalu, ketika masih kuliah. dan sampai kini tak pernah merasa bosan membacanya. Apalagi setelah ada Dija, sepertinya buku ini masih tetap akan dibaca... untuk mengingatkanku, bawa anak anak--termasuk Dija-chan-- memiliki dunianya sendiri, memiliki pemikirannya sendiri, memiliki alasannya sendiri. Kitalah yang harus memahaminya dan mengarahkannya. Tanpa marah-marah.



"Diikutkan dalam Kita Berbagi yang di selenggarakan Cyber Dreamer" 
buku yang sangat ingin dibaca: Bukunya INGE dooong. Kalo gak menang pun tetep akan beli bukunya  :)

Friday, April 15, 2011

Apple Dress for Dija

I made a dress for Dija few days ago. Yes, finally..i did it!!
actually, its my second dress for Dija, i'll post the first one someday. Now, i'm so proud with this Apple Dress. isn't it so cute for her??





Awalnya ketika tak sengaja berkunjung ke Sewing in No Mans Land, Kelly Sang Pemilik blog memposting sebuah gaun lucu untuk putrinya. A Butterfly Dress yang membuatku serta merta jatuh cinta pada pandangan pertama. Jatuh cinta pada bajunya, juga jatuh cinta pada putri kecil yang luar biasa cantik itu...

Alhamdulillah, Kelly juga menuliskan tutorialnya. dan Alhamdulillah lagi, tutorial yang ditulis Kelly tampak begitu mudah. Aku langsung mengambil kain apel yang sudah lama menginap di lemari, karena belom ada ide untuknya. dan... hanya butuh kurang dari 2 jam, aku berhasil membuatkan Dija an Apple Dress ini. Bangga doooong, hehehehee....

Bikin Apple Dress ini hanya butuh setengah meter kain, dan kemauan saja kok. Mudah dan Murah kan?
... buktikan saja sendiri. 







Thanks a lot for Kelly from Sewing in No Mans Land






Pengumuman Pemenang Dija's First Birthday Giveaway terpaksa mundur, karena Juri belom menemukan kata mufakat. Harap maklum yaa....

***  Ibunda Yuyus, salah satu Juri Dija's First Birthday Giveaway, meninggal dunia semalam, 16 April 2011. Semoga dilancarkan jalannya, dilapangkan kuburnya, diterangkan sekelilingnya, dan ditempatkan di tempat yang Mulia di sisi Allah. Amiiin....

Sunday, April 3, 2011

Dedicated to Noni Nur Aini



اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ 

وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا 

مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ


Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)



Elsa dan Noni (merah) ingin seperti KARTINI


Dear Kak Noni...
Tanggal 23 Maret yang lalu, Aku meminta bantuan teman-teman blogger untuk menulis surat buat Dija. Ternyata responnya di luar dugaan. Kami menerima begitu banyak jauh melebihi jumlah perkiraan sebelumnya. Seandainya kamu disini sekarang, dan ikut membaca ke-82 surat itu, dan seandainya saja kamu juga membantuku menilai surat mana yang terbaik... Aaaah...

82 Surat. Bayangkan!
itu artinya banyak yang sayang Dija!!!
Kamu ngerti itu kan?

Dija juga menerima banyak kado di Ulang Tahunnya yang pertama. ChikaRei mengirimkan Mug buat Dija. Mamamia juga mengirimkan 2 Mug buat Dija. Ketiganya bergambar Dija. Kamu pasti akan tersenyum melihat 3 mug lucu itu...
Mama Ina dari Jakarta mengirimkan 2 t-shirt putih bergambar Dija juga. Dija saja yang melihat t-shirtnya selalu senyum-senyum sendiri. Apalagi Kamu? Aku bisa membayangkan seandainya kamu melihat betapa lucunya Dija pakai t-shirt bergambar dirinya itu. Aku berani bertaruh, Kamu pasti tak henti-hentinya mencium kedua pipi Dija, dan tidak akan berhenti mencium pipinya sebelum 2 pipi Dija kempes. Iya kan?
Sahabat Bloggerku satu lagi, Mbak Osi kemaren juga mengirimkan hadiah boneka, Kolase Foto Dija, dan Kartu Bayi... itu loh, kartu kartu yang berisi gambar dan nama benda dalam bahasa inggris dan indonesia, untuk mengajarkan Dija membaca menggunakan Metode Glenn Doman. Tahu kan?

Alhamdulillah yaaa Kak, banyak yang sayang Dija.

Semalam, ada pengajian di rumah, memperingati setahun kepergianmu. Banyak saudara yang datang. kami semua masih saja membicarakan dirimu. Mereka juga sama denganku, masih tak percaya Kamu sudah disana. dan sekali lagi, yang jadi bintang malam tadi adalah Dija. Hahahaa.....  Saudara-saudara yang datang tadi malem berebutan ingin mencium Dija. Bisa ditebak, Dija menangis ketakutan. Hahahahaa..... yah, selain memang saat itu Dija sudah mengantuk sekali. Lucu sekali deh, dia bersembunyi di ketiakku, atau di balik jilbab panjangku. Dia membenamkan mukanya di pangkuanku, menyembunyikan pipinya dari orang-orang yang asing menurut Dija. ....... ah...seandainya kamu turut hadir...

Oh ya, inget Bu Sitta? Guru TK kita? Beliau datang lho semalem. begitu juga dengan pengajian-pengajian sebelumnya. Bu Sitta sepertinya akan selalu mendoakanmu juga. Guru TK kita itu hebat sekali ... Aku dan Kamu beruntung sekali punya guru seperti Beliau yaa

dan Mbak Vibry, sahabatmu sejak SMP itu, tanggal 24 Maret yang lalu, melahirkan bayi laki-laki. Dia sekarang punya 3 jagoan laki-laki. Persis kamu yaa.... Jagoan ketiga ini dipangil Nicko. Lucu sekali. Kalo 2 jagoan sebelumnya persis sang Papa, kali ini Mbak Vibry bisa lega karena si Nicko sangat mirip dirinya. hhm... kalo kamu disini, aku bisa tebak. Kamu pasti akan mengirimi Mbak Vibri banyak hadiah untuk keperluan Nicko. Ya kan?  Kamu juga pasti akan menghibahkan entah itu kereta dorong yang tidak terpakai, Baby Walker, atau semacamnya...

Ah, sudahlah,
lain kali kita akan bicara lagi ya. Dija sudah memanggilku, mungkin hari ini akan rewel. Bangun tidur tadi badannya agak demam. Sepertinya tertular Kakaknya batuk pilek. Aku ingin sekali menyalahkan Kamu Kak.. gara gara Kamu, Dija gak dapat ASI, efeknya ya gini... berkali kali sakit batuk pilek. Daya tahan tubuhnya kan gak sebaik mereka yang beruntung mendapatkan ASI. Huh, Kamu sih....
Semoga sakitnya Dija gak memperlambat proses belajar jalannya yaa... Dija sekarang maunya jalaaaaaaaan terus, titah kemana mana. Aku jarang pakein rok, soalnya takut dia kerepotan karena masih merangkak dan belaar jalan. Tapi kalo Dija sudah bisa jalan sendiri...hihihi tunggu saja!! Aku mau bikinin dia kebaya super kecil seukuran Dija!  Kamu bisa membayangkannya kan Kak??? Dija jadi seperti kita dulu, pake kebaya. Pasti Dija cantik ya Kak??




*** Foto diikutkan dalam MARET CERIA, Mama Cal-Vin giveaway. 
*** Doa bahasa arab di atas pake kata ganti laki-laki (HU), jika untuk perempuan harus diganti dengan kata ganti perempuan (HA).