Monday, January 23, 2012

Dear Kakak



BalongRejo, Sumobito, Jombang  5 Januari 2012


Dear Kak Noni.....
Selamat ulang tahun Kak. Kamu 32 tahun ya. Kalo kamu disini sekarang, pasti kita bisa tertawa bersama, menertawakan diri kita sendiri yang semakin tua. Sudah kepala 3, gak terasa ya....
Padahal aku masih ingat betul, ketika dulu kita berlarian di antara barisan lemari kayu dan tumpukan kursi-kursi di toko. Kamu kesana, aku ikut kesana. Kami kesini, aku pun ikut kesini. Mengikutimu kemanapun kamu berlari...mengejarmu sambil tertawa senang. Bagiku, kamu adalah panutan atas segala-galanya.

Kamu ingat tidak? Kamu mengajariku bermain dengan pintu-pintu lemari yang berjajar panjang di toko kita? Aku sudah lupa bagaimana aturan bermainnya. Yang aku ingat hanyalah kamu berpura-pura menjepitku dengan lemari, dan aku berpura-pura menangis kesakitan. Lalu Ibu langsung datang tergopoh gopoh mengira kita berdua dalam bahaya!!! Hahahahahaaaaaaa
Kita tertawa-tawa senang sekali. Padahal jika dipikir pikir sekarang, apa asyiknya main jepit-jepitan daun pintu lemari? Hahahahaa

Satu hal yang aku tak bisa lupa, ketika kita sama sama kejatuhan lemari... tertindih!!! Hahahahahaaaa
Aku tidak ingat bagaimana kejadiannya. Aku hanya ingat, ketika kita memanjat lemari jati yang besar itu... tiba tiba dengan sekejap, kita berada di ruang gelap yang sempit, tak bisa bergerak. Kamu menangis sejadi-jadinya, dan melihatmu menangis, aku pun mencontek dengan cara yang sangat baik, yaitu menangis lebih keras. Selanjutnya.. aku tak ingat lagi.

Kemaren aku sempat bertanya pada Ibu tentang kejadian itu. Ibu bilang, Ibu juga gak akan lupa peristiwa 2 balitanya tertimpa lemari jati yang besar sekali. Hahahaahhaaa.... untungnya kita ga penyet ya Kak, karena alhamdulillah kita berada di salah satu rongga lemari. Jadi ketika lemarinya jatuh, masih ada ruang untuk tempat berlindung kita.




Oh ya Kak,
Aku mau minta maaf. Soalnya Adin kemaren semester 1 kelas 2.... gak dapet ranking 3 besar. Kalo dulu kelas satu semester 1, Adin bisa rangking 1. Lalu semester duanya melorot jadi rangking 3... sekarang sepertinya Adin rangking 10 Kak... Sorry ya Kak.....
Aku mengakui, aku kurang rajin dampingin Adin belajar. Habis aku gak tega lihat dia mengantuk. Belajar sedikit aja langsung ngantuk. Beda dengan ketika main PS ya...mau berjam-jam juga gak pakai acara ngantuk. Tapi tenang aja Kak... Adin selalu memenuhi perjanjian kami kok...

Eh iya, Kamu sudah tahu soal perjanjian itu kan?
Isi perjanjiannya Adin boleh main PS ketika hari sabtu dan minggu saja. Minggu pun cuma sampai sore. Karena petangnya harus belajar buat hari senin.

Trus apa lagi ya... hhm.... Sekarang kan musim hujan Kak, hampir tiap hari hujan tuh. Aladdin suka iri lihat teman-teman sekolahnya berhujan-hujan ria. Suatu hari, dia minta ijin maen bola sambil hujan-hujanan. Kasihan aku melihatnya, akhirnya aku ijinkan, tapi dengan syarat gak boleh hujan-hujanan tiap hari. Dan kalau mau hujan-hujanan harus minta ijin dulu. Aku khawatir dia sakit Kak... dia kan gampang sekali kena batuk-pilek. Kalau hujan-hujanannya diawasin kan insyaAllah gak terlalu lama gitu.

Adin sekarang sudah pintar kok Kak, kalo aku suruh jagain Dija,  ketika aku lagi repot, Adin benar-benar berusaha keras ajak Dija main atau temenin nonton tv, atau yang lainnya. Pokoknya jagain Dija banget deh.
Dija beruntung ya Kak, punya 3 kakak lelaki. Kelak pasti bisa jagain Dija tuh, amiiiiiiiiin amiiiiiiiiiiiin

Kakak tahu gak, gimana kalo Roby datang ke Jombang?
MasyaAllah... Roby tuh banget suka ciumin Dija, suka peluk-peluk Dija. Sepertinya dia yang paling ektrim menunjukkan sayangnya ke Dija. Dan lucunya... Dija agak agak gimanaaa gitu kalo dipeluk Roby, Habis pelukannya kan kenceng banget, Dija jadi sedikit kesakitan. Tapi lucu loh Kak... coba Kamu bisa lihat mereka....   :(






Kalo Dija... Kamu bisa lihat sendiri kan Kak... Dia secantik Kamu!!!
rambutnya sudah panjang sekarang, bisa dikuncir dua. Kalo ketemu anak pembeli di toko yang rambutnya dikuncir atau dikepang, Dija pasti latah tuh..minta dikuncir juga. Hehheehehee lucu deh. Aku beliin karet dan pita warna-warni. Seperti jaman kita masih kecil dulu... koleksi pita dan jepitnya kan sampai satu dus aqua gitu! hehehhehee

Hari ini, sengaja aku bangunin Dija pagi-pagi. Aku bilang ke Dija, kalo kita mau pergi ke makam Ibu Noni. Dia langsung gembira, karena mau diajak pergi. Dija semangat sekali, mandi, langsung pakai baju, dan cari sepatunya sendiri, meskipun belum bisa pasang sepatunya sendiri. Dan begitu tiba di pintu gerbang makam, Dija selalu bilang "Ibu Noni" gitu. Aku senang sekali....

Rasanya banggaaaaaa gitu, Dija bisa bilang "Ibu Noni". Aku terharu Kak!

Dija juga senang sekali waktu aku suruh menabur bunga ke makammu. Dia ambil segenggam, lalu lempar. Ambil segenggam lagi, lalu lempar. Hahahahaa... Tau gak dimana lucunya? Dia kadang suka pilih pilih bunganya Kak. Dija pilih yang warna pink. Sepertinya Dija memang maniak pink tuh... Ayahnya pasti lega ya, Dija tidak tertular virus kuningku, hihihihihi....

lalu bunga sedap malam itu... Hehehee... Dija yang pilih juga Kak. Waktu beli bunga di perempatan jalan veteran itu, Dija tiba tiba saja mengambil beberapa tangkai bunga sedap malam. Ya sudah, kami bawa saja kemari. Mau digeletakkan gitu aja, kok gak bagus. Akhirnya aku ajak Dija tancepin batang-batang bunga itu di dekat nisanmu. Seperti bikin menara yang tinggi....  Dija suka sekali. Dia tertawa-tawa. Kamu lihat kan??

Ketika beli balon, Dija pilih warna pink juga. Ketika beli es krim, Dija ambil yang warna pink. Lalu saat aku bawa ke toko roti, dia tunjuk donat dengan gula-gula pink di atasnya. Karena itu, hari ini sengaja aku pilihkan baju pink juga buat Dija, biar Kamu bisa lihat... She's really pink princess, isn't She?

Aku berani bertaruh satu milyar deh... Kalo kamu disini, pasti kamu lebih heboh lagi dandanin Dija. Iya kan?? Iya kan?? Hahahahahaa.... Impianmu memiliki gadis kecil yang lucu kan sudah terkabul. Tapi sepertinya aku lebih beruntung dibanding kamu yaa.... Karena She's here with me now.  Hahahahaa, gadis kecilnya sekarang aku aja yang dandanin. Jadi suka suka aku ya Kak... Kamu gak boleh protes! Hahahahhaaa......





Kak... sepertinya Dija sudah lelah tuh. Setelah menabur bunga pink untukmu, dia berlari-larian mengejar Kupu-kupu. Alhamdulillah ya, banyak kupu-kupu disini. Suasana makam jadi terlihat indah dan menyenangkan buat Dija. 

Tuh kan... sekarang dia mulai merengek sambil berkata  "pulang... yuk pulang" dan gak mau lepas dari gendonganku. Aku suruh dia bersabar dulu, aku belom menyelesaikan bacaan surat Yasinku buatmu. Dija sabar banget tuh nungguin aku menyelesaikan yasinku.
Meskipun sesekali dia merengek "pulang... yuk pulang", hehehhee...

Kamu dengar sendiri kan? Dija sekarang sudah mulai banyak bicara. Meskipun kosa katanya masih terbatas, tapi dia selalu berusaha ngomong kok Kak. Kamilah yang harus putar otak memahami maksudnya jika kata-katanya belom jelas. 

Ah, hampir saja aku lupa bilang.... Sebentar lagi Dija ulang tahun yang ke dua Kak! Tak terasa ya Kak. Sudah dua tahun yang lalu... Rasanya masih belom kering air mata ini. Rasanya masih ingat betul melihatmu di ranjang rumah sakit. Rasanya masih ingat betul menggendong Dija yang sangat mungil dengan tangan kiriku saja. Sekarang... Jika menggendong Dija dengan satu tangan, aku gak sanggup Kak! hehehehhee

2 tahun umur Dija sebentar lagi. Aku sudah gak sabar mengantar Dija ke sekolah Kak. Kalo ada kamu, aku pasti sudah meminta saran soal pilih sekolah. Kamu kan sudah banyak pengalaman memilih-milih sekolah buat kakak-kakak Dija Kak... aku? nol besar kalo soal beginian. hhm... tetap semangat!!  doakan aku bisa mendapatkan sekolah yang bagus buat Dija ya Kak... 




Hehehee... Dija makin kenceng merengeknya Kak... Kami pamit dulu yaaa. Sepertinya dia sudah tak kuat lagi menahan kantuk...mungkin juga terlalu lelah setelah mengejar kupu-kupu. heheheheee

Kapan-kapan kami berkunjung lagi.

daaaaaaaaaaa.......







YellowLife berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes - Jeng Dewi -Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108.

Wednesday, January 11, 2012

Things I Like This Week : Yeo's, InterSun and Diego



Minuman ini sebenarnya sudah lama ada, dan juga sudah lama aku suka. Tapi entah kenapa, minggu ini kok rasanya aku tergila-gila. hehehehee... Enak sih. Jadi pingin tau, ada teman blogger yang suka minuman ini juga gak ya.....



Benda yang aku suka banget minggu ini adalah sunblock produksi Interbat, judulnya INTERSUN.
Sebelumnya aku sudah lama pakai merk parasol cream SPF35. Tapi ketika diaplikasikan ke kulit, kesannya kulitku jadi agak merah. Seperti orang yang salah pakai warna alas bedak.

Beda dengan intersun, ketika dipakai, kulit wajahku gak kelihatan memerah lagi, mungkin karena warna creamnya sedikit lebih terang dibanding parasol. Like it so much deh...




Terakhir, dengan bangga aku proklamirkan... that I'm in love to  Diego Bunuel !!!!



Yang belom kenal siapa Diego, mari kita simak Diego memperkenalkan dirinya sendiri:


My name is Diego Buñuel, host and director of the series, "Don’t Tell My Mother", on the National Geographic Channel. I am a French foreign news correspondent, and the grandson of the renowned Spanish film director, Luis Buñuel. I was born in Paris, and have bachelor degrees in journalism and political science from Northwestern University in Chicago, USA. After graduating, I did an internship at the Chicago Tribune before moving to Florida to handle the police beat for the Sun-Sentinel in Miami. The French military drafted me to serve in Sarajevo. I worked for NATO’s weekly armed forces newspaper and travelled all over the war-torn Balkans. My 10-month experience in the service inspired me to become a war correspondent. In 2001, I joined the Capa Television Agency where I produced and reported for French television. My assignments focused on international affairs from Afghanistan, Congo, Iraq, Indonesia, Israel, China and North Korea 




Ingin kenal Diego lebih dalam lagi? Monggo silakan  menonton acara Diego di National Geographic Channel. Nama acaranya  "Dont Tell My Mother". Siap-siap jatuh cinta pada Diego, sama sepertiku. hihihhi...

"Diego, would you marry me???"










PS:  Sepertinya Diego GAY!!! Huahahahahahaaaaa

Monday, January 9, 2012

Colorful Batik

Gembira tak terkira!!!!

Seperti anak kecil yang berada di toko permen. Itulah aku ketika aku berada di Pasar Klewer Solo,  hunting kain batik berwarna cerah. Memeriksa koleksi setiap toko yang ada, satu-persatu... akhirnya aku menemukan kain batik yang kucari-cari selama ini. Tentunya dengan harga murah.



Yang paling depan, berwarna pink cerah, adalah batik cap dengan motif parang. Sedangkan 5 warna di belakangnya adalah batik cap dengan motif Truntum. Lihat warnanya... Cantik sekali kan?

Tak puas sampai di situ, dengan penuh semangat membongkar seluruh isi pasar, aku akhirnya menemukan lagi kain yang benar-benar membuatku jatuh cinta.




Kualitas kain lebih halus, harganya juga lebih mahal sedikit. Motifnya itu lho... uh, siapa yang tak jatuh hati???




Favoritku adalah kain batik yang bermotif gajah!!!  

Niat awal membeli semua kain batik ini adalah untuk membuat baju Dija. Tapi setelah kain di tangan, kok rasanya sayaaaang jika digunting-gunting. hehehehhe..... gak tega.
Ada gak ya, yang sama gilanya denganku jika menyangkut batik?




Ada yang berminat dengan kain-kain batik di atas????

Saturday, January 7, 2012

Dija and Her White Dress




Alhamdulillaaaaaaaaaah, aku berhasil menyelesaikan satu dress buat Dija. Bahan yang dipakai untuk dress ini adalah kain katun yang lembut sekali, dingin di kulit dan bahannya jatuh, tidak mengembang. Benar-benar nyaman dipakai. Cuman sayangnya gampang sekali kusut. 

she loves this dress


Awalnya ingin membuat dress putih dengan beberapa ornamen tambahan, agar tidak terlalu polos. Tapi begitu  dressnya jadi, aku tidak berminat lagi menambahkan aneka macam ornamen, apapun itu. Dress ini sudah terlihat anggun dengan kesederhanaannya. Begitu pula Dija... ketika memakai dress ini, jadi kelihatan  cewek banget deh, hehehhee.

Aku sempat khawatir juga dengan panjang dress ini. Jangan-jangan menyulitkan gerak Dija, atau membahayakan Dija. Ternyata nggak tuh... Dija baik-baik saja dengan panjang dress ini. Masih bebas berlari,  bergerak dan menari.




Oh ya, sekalian ingin pamer kiriman barang dari Malaysia, hehehehee.... semoga teman-teman iri semua deh! Hahahahaa jahatnya aku........ (kalo ada yang iri, monggo silakan minta dikirimin paket yang sama  pada Bunda Zahia, hihihihihi)

Kemaren, Bunda Zahia-Zafira, alias Jeng Soes, alias Soesan Noerina mengirimkan sepaket hadiah buat Dija. Isinya sekotak coklat lezat, dua buah buku anak, dan satu ekor bebek plastik berwarna kuning sebagai teman Dija berenang. Hehehehee.... Dija suka sekali dengan bukunya....



Ketika aku memberikan bebek kuningnya itu, Dija langsung riang gembira dan berteriak  "Renang! Renang!"  terus menerus. Sekejap kemudian dia berlari, membongkar kotak mainannya... ternyata dia mencari pompa untuk meniup bebeknya! Aku sempat tertegun sebentar, ternyata dia tau bebeknya itu untuk berenang, dan dia juga tau pompa fungsinya untuk meniup si bebek.

Terima Kasih banyak Jeng Soes!!!

Tuesday, January 3, 2012

Melihat ke Atas dan ke Bawah

Tiga hari yang lalu, Aku dan Dija bertemu dengan sepupuku dan anaknya yang berumur 3 bulan lebih muda dari Dija. Tapi meskipun lebih muda dari Dija, si anak ternyata beratnya jauh di atas Dija. Dia tampak kekar dan berisi. Sama sekali tidak sebanding dengan Dija yang mungil dan terlihat kurus. Aku mulai iri.

Anak itu juga ternyata lebih cerewet, kosakatanya lebih banyak dibanding Dija, cara pengucapannya juga lebih jelas dari Dija. Aku jadi iri.

Sejenak kemudian, si anak meminta susu. Dan Sang Ibu membuatkan susu di botol besar. Dipegangnya botol itu sendiri, diminumnya dengan antusias. Glek glek glek.... tak butuh waktu lama, susu formula di botol besar itupun habis. Jadi inget Dija.... yang susah minum susu ketika sadar.  Harus dibujuk-bujuk dulu dengan segala daya dan upaya, agar Dija mau minum susu. Lebih mudah memberinya susu ketika Dija tidur. Ah aku makin iri.

Lebih miris lagi, ketika Ayah Dija melayangkan protes, kenapa gadis kecilnya tidak gemuk lagi seperti dulu. Duh.... rasanya aku adalah orang yang paling bersalah di muka bumi ini. Tidak becus mengurus Dija.





Dua hari yang lalu, Aku dan Ibuku menjenguk sepupuku lainnya yang sedang menemani bayinya di ICU sebuah rumah sakit. Bayi cantik berumur 9 bulan , kulitnya putih bersih, rambutnya hitam lebat, lemah tak bisa banyak bergerak di ranjang rumah sakit. Ada selang kecil di hidungnya, fungsinya untuk memasukkan cairan susu. Ada selang infus di tangan kanannya yang mungil. Sementara tangan kirinya tampak bengkak. ada luka tusuk di beberapa tempat, membiru. Sepertinya bekas tusukan jarum infus. Si bayi mungil yang cantik itu menangis... tapi lebih pantas disebut merintih karena tanpa tenaga. Sang Ibu bercerita, ada masalah dengan paru-paru si bayi. Mereka sudah hampir seminggu berada di ICU.

Aku teringat Dija di rumah.... yang tadi menangis sekencang-kencangnya karena melihatku pergi.
Aku teringat Dija di rumah.... yang ketika bangun tidur, langsung lari-lari mengejar kucing. Atau menari boogies beebies. dan selalu jingkrak jingkrak kegirangan mengejar gelembung-gelembung sabun.
Aku teringat Dija di rumah.... yang  sampai malam tak pernah lelah mengajakku bermain, meskipun mataku sudah tak kuat lagi menahan rasa ingin terpejam.

Alhamdulillah....




Tak perlu iri lagi melihat anak lain yang lebih gemuk, lebih doyan minum susu. Tak perlu iri lagi melihat anak-anak seumuran Dija yang sudah bisa banyak bicara....
Dijaku sudah luar biasa. InsyaAllah sehat dan lincah. Alhamdulillah jarang sakit. Apapun kondisinya, Dijaku tak tergantikan.








***maaf, postingan curhat lagi.

Monday, January 2, 2012

Frankly, I Don't Like New Year

Hal yang paling aku benci saat tahun baru adalah bunyi petasan, kembang api, firework... yang tiada henti sepanjang malam, dan bisingnya deru motor yang konvoi pada malam itu. Itulah alasan utama kenapa keluarga kami tidak pernah merayakan pergantian tahun dengan pergi keluar rumah. Ketika banyak teman-teman yang mangajak untuk menghabiskan malam itu dengan makan bersama, atau hanya keluar menikmati malam.... well, menurutku lebih baik tiduran di rumah sambil nonton film bersama keluarga.

Banyak sms masuk, sekedar ucapan selamat tahun baru, tapi ada satu atau dua sms yang menanyakan soal resolusiku tahun ini. Malu sih sebenarnya, ketika ingat resolusi tahun lalu banyak yang tidak terwujud. Aku jadi memasang standar agak rendah di tahun ini. Tidak mau muluk muluk....yang terpenting sebenarnya adalah mewujudkan keinginan yang tahun lalu belom tercapai. Misalnya... menyelesaikan beberapa proyek baju Dija yang terbengkalai, hehehehe..... (Maaf ya Dija.. maafkan kemalasan tantemu ini....)




Lainnya... Aku cuma berharap agar tetap diberi inspirasi, semangat dan kekuatan untuk "menghidup"kan  acara ngeblog tiap hari. Hehehehee.... harus diakui, kira kira 2 bulan terakhir ini aku benar-benar harus berjuang untuk menghadapi kemalasan ngeblog. Oh God, please help me.

So... Semoga postingan buruk ini tidak akan menjadi awal yang buruk pula di tahun 2012. Semoga postingan berikutnya bukan hanya sekedar curhat, hehehe....

Tetap Semangat!!!!

Monday, December 26, 2011

MUST TRY : Tengkleng and Mie Ongklok


Mampir Solo??? Sempatkan mencoba Tengkleng Bu Edi di gapura Pasar Klewer.

Tengkleng sebenarnya adalah masakan yang berbahan utama tulang belulang  kambing. Lha kenapa bukan daging kambing? Nah, di sinilah letak keistimewaan Tengkleng.

Daging kambing biasanya diolah menjadi sate atau gule kambing. Tulang belulang dan tengkoraknya yang dianggap tidak bermanfaat ternyata bisa dijadikan masakan serupa gule, tetapi tidak mengandung santan dan tanpa kehilangan rasa gurihnya, yang dinamakan Tengkleng tadi. Banyak orang jadi penggemar Tengkleng karena asyik "mbrakoti balungan".

Begitu pula aku.... Hehehehee. Tengkleng Bu Edi yang berada tepat di bawah gapura Pasar Klewer patut diperjuangkan. Pembelinya antri banget, gak heran jika tengkleng Bu Edi tiap hari ludes terjual dalam tempo 3 atau 4 jam saja. Geleng geleng kepala kan?

Info lebih lengkap tentang Tengkleng Bu Edi, klik Disini.






Ini dia.... makanan khas Wonosobo yang sejak dulu kuidam-idamkan.

Mie ongklok sebenarnya mie biasa, tapi kuahnya yang luar biasa. Seperti bubur, kuah Mie ongklok terbilang cukup kental. Rasanya benar-benar khas jawa tengah, manis banget!

Mie ongklok biasa dinikmati dengan sate sapi dan tempe goreng tepung. Coba saja makan mie ongklok panas-panas di Wonosobo yang dingin, wuuuah...SEMPURNA!!!!!


PS: Makaaaan terus, jangan heran kalo aku jadi gendut sekarang, heheheheee

Friday, December 23, 2011

Dieng - Wonosobo



Minggu siang, 18 Desember 2011, Kami tiba di Wonosobo Jawa Tengah  setelah melewati perjalanan yang sangat lama dari  bagian tengah Jawa Timur. Pemandangan hijau di kanan kiri ternyata mampu mengobati rasa sakitnya pantat yang mati rasa karena terlalu lama duduk di mobil, hehehheee....




Aku dan beberapa teman gilaku, baru dua hari sebelumnya memutuskan untuk pergi ke Wonosobo. Tanpa perencanaan yang matang, Alhamdulillah kami sampai juga di gerbang selamat datang Kota Wonosobo. Tentu saja kami langsung jeprat-jepret kegirangan begitu sampai di  titik ini.






Tapi keceriaan kami segera berubah seiring awan gelap yang tiba-tiba memayungi Wonosobo. Semakin kami naik ke Dieng, suasana semakin mencekam. Hujan deras...Jika ingin lebay sedikit, aku menyebutnya Hujan Badai. 




Kabut juga mulai turun..... Jarak pandang semakin menyempit.
Air beserta lumpur turun dengan derasnya memenuhi jalan yang kami lalui. Tegang tentu saja. Sambil terus berdoa agar badai segera berlalu. Kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan sampai ke Candi Dieng dan Telaga Warna.





Alhamdulillaaaaah.... terwujud juga keinginanku menginjakkan kaki di Dieng.....




Meski hujan belum juga berhenti, dan kabut pun turun semakin gelap.... Aku tetap berusaha menikmati Candi Dieng dan segala keindahannya meski secara terbatas. Ingin berlama lama, tapi kebut gelap yang berkawan dengan hawa dingin memaksa kami segera pamit. Jari-jariku kedinginan mulai mati rasa.



Kami meninggalkan lokasi Dieng sekitar pukul 4 sore. Tapi baru 5 menit, di kejauhan tampak kerumunan orang dan kendaraann. Sesuatu telah terjadi.. dan tampaknya bukan hal yang baik. Orang-orang terlihat bingung dan tegang. Kami dihentikan oleh seorang bapak berjas hujan yang sibuk mengatur semua kendaraan di situ.

"Ada apa Pak?"
"Mohon maaf  Pak, Anda harus memutar. Ada longsor di desa bawah"

Astaghfirullah.... ternyata hujan badainya gak main main!!!

Butuh sekitar 15 menit untuk memutar di jalan yang sempit dan penuh dengan kendaraan lain. Kami meluncur mencari jalan memutas, melewati Banjarnegara sesuai instruksi bapak tadi. GPS tidak berfungsi, karena sinyal di ponsel sama sekali tidak bisa diandalkan.

Begitu sampai di Banjarnegara, kami terpaksa memutar lagi, karena disanapun terjadi bencana banjir bandang. Subhanallah..... Kami berusaha tenang, dan mencari jalan yang lebih aman menuju Wonosobo-Magelang.

Hujan deras, Gelap, jalan sempit di tengah hutan , di pegunungan.... Bissmillahirrahmanirrahiim..... tanya sana-tanya sini, melewati pedesaan yang kami bahkan tak tahu namanya apa....hingga akhirnya menjelang tengah malam kami tiba di Yogyakarta. Alhamdulillaaah.....

sempat narsis...padahal di bawah banyak orang trekena bancana. Astaghfirullah.....


Tiba di Jombang pukul 5 pagi keesokan harinya, Aku sangat sangat sangat bersyukur. Apalagi setelah melihat berita di televisi dan di koran, ternyata Banjir bandang dan musibah longsor di Wonosobo telah memakan korban yang tidak sedikit. Beberapa korban bahkan ditemukan dalam keadaan terpotong potong berkilo kilo jauhnya dari lokasi bencana.

Don't know what to say,
but... Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaah.....



Mari berdoa untuk para korban

Media Indonesia - Dua Korban Longsor Wonosobo belum Ditemukan

Thursday, December 22, 2011

Hari Ibu : Ibuku, Guruku


Apa jadinya bila kita tanpa Ibu? 
Karena dari Ibu lah kita belajar semua hal di dunia ini.
Aku sayang Ibu.....




Foto diambil kira-kira tahun 1981, Nenekku (memakai mukena) sedang mendampingi Kakak Sepupuku belajar mengaji setiap selesai sholat. Kakak Sepupuku kehilangan Ibunya ketika masih berusia 2 tahun, dan sejak itu Nenekku yang menggantikan peran Ibu.



Potret ini di ikut sertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh  Ibu Fauzan dan  Mama Olive 

Wednesday, December 21, 2011

Missing



"I really miss you!"
dont you know that?






Photo taken by: Elsa
Location : Wonosobo - Central Java
December 18 2011