Tuesday, April 24, 2012

Inspirasiku - Goofy Test

Goofy Test from Mbak Vera


1. The age of my previous birthday :

 Photo by: Doug Caldwell


ada seorang blogger, sudah lama memanggilku "Mbak" karena mungkin tampangku jauh lebih tua dari aslinya. Suatu kali kami berkesempatan chatting lama, dan ketahuan lah kalo kami lahir di tahun yang sama. Setelah itu, dia tak pernah lagi memanggilku "Mbak". hehehhee

Ada pula seorang blogger yang sejak awal kenal aku panggil dia "Mbak". Dan karena tahu aku memanggilnya "Mbak", maka dia pun mengira aku jauh lebih muda darinya. Kami pun berkesempatan chatting, tak lama kemudian kami menyadari bahwa kami seangkatan. Itu artinya umur kami sama. Aku bahkan lebih tua beberapa bulan darinya. Lucunya, dia benar-benar tidak percaya jika aku lebih tua. Berhari-hari setelahnya, dia masih terus bertanya soal umurku. Hahahaha...

jadi sekarang aku memilih... tidak menampilkannya disini. Agar tercipta cerita cerita lucu lainnya seperti 2 cerita tadi.


2. A Place I'd like to travel :

Photo by:  Insu Nuzzi

Central Park New York ketika musim gugur. Hanya berjalan-jalan, menikmati pohon kuning, pastilah jadi hari yang paling menyenangkan. Seperti Richard Gere dan Winona Ryder dalam Autumn in New York.





Raja Ampat !!!!
seharian berenang di pantai.... seharian lagi menyelam. Seharian berikutnya berkeliling pakai kano.....





(1.) Rome Italy, photo by: Frans Dewit
(2.) Paris France, photo by : Anirudh Koul 
(3.) Seville Spain, Photo by :  Dewfs
(4.) London UK, photo by : Doug 88888
(5.) Zaan River, Netherlands, photo by : Frank van Hevel
(6.) Venice, photo by : WizardOne

Europe!!!
suatu saat nanti, semoga bisa kesana. AAMIIIIIIINNNN.....


3. My Favorite place :





4. My Favorite food :

photo by: Eat My Heart Out




5. My Favorite color :

photo by: Landy Bridal 


6. A City where I was born :

Photo by : Yoga Rahmadhani
Jombang - Jawa Timur.
Kota kelahiran Komandan BlogCamp Abdul Cholik, Emha Ainun Najib, Abdurrahman Wahid, NurCholis Madjid dan Ponari si putra petir batu bertuah. hehehehee


7. Bad Habit :

Photo by Doug 7070
marah marah gak jelas



8. Hobbies :

Photo by: Fallon Akers
Koleksi kain bereneka motif tradisional maupun modern.
Jahit-jahit gak jelas.... dan sering berujung gagal.



9. Wishlist :

Photo by : Farid M
Menemani Ibuku menemui Sakura di Jepang.




"Inspirasiku" dari Mbak Irma




Selanjutnya, ada tugas lagi dari Mbak Irma Senja yang cantik sekali. Berikut ini adalah tugas dari Mbak Irma:

1. Thank the person who nominated you and give their blog a shout out on your blog with a link to their blog 

Thank a lot Mbak Irma yang cantik...


Bagi yang belum mengenal Mbak Irma, monggo silakan kunjungi blognya yang secantik orangnya di IrmaSenja.com. Gak bakalan rugi mengenal blogger cantik yang satu ini, wajahnya gak ngebosenin dilihat. Meskipun sudah punya 2 anak, tapi penampilannya tetep kayak anak SMA gitu. Hebat kan?
Mbak Irma juga sangat piawai menulis sajak sajak indah. Aku jadi curiga, jangan jangan keindahan wajahnya Mbak Irma turut andil dalam setiap sajak indah yang dituliskannya di blog? Jadi pastilah beliau ini sudah indah lahir batin, jadi ketika menulis, tulisannya indah. Ketika berbicara... omongannya juga indah. Pokoknya segala yang dihasilkannya pasti seindah Mbak Irma deh.
Semoga keindahan dari Mbak Irma Senja bisa menular padaku juga yaa.. aaamiiiiiiiiiiiinn...



2. Share 7 random facts about yourself 

a. Suka marah-marah gak jelas.
b. Yellow addict
c. Sama sekali bukan orang yang well-organized dalam hal apapun.
d. Tidak suka susu.
e. Tidak bisa memasak.
f.  Lamban beradaptasi dengan lingkungan/orang baru.
g. Sedang mencari teman untuk berkendara melintasi Jawa-Bali-Lombok. Siapa mau? Hehhehe


3. Send on the award to 15 bloggers whose blog you appreciate and then let them know that they have won award 

a. Mbak Irma Senja of course
b. Kelly from Sewing in No Mans Land. Foto-fotonya selalu bikin iri.
c. Jesica Jones from How About Orange. Penuh inspirasi.
d. Natsumi Hayashi from Yowayowacamera. Wanna be like her!
e. Enigma from Blog Misteri Enigma. Hahahaha... blognya sangat unik. Penuh konspirasi.
f. The Sartorialist, suka banget menikmati gaya berpakaian orang-orang di luar sana.

Tuesday, April 10, 2012

Before Sunrise & Before Sunset

2005 lalu Seorang teman pernah bercerita tentang sepasang manusia paling romantis di dunia dalam film Before Sunrise dan Before Sunset. Dia juga berhasil memaksaku pergi ke sebuah persewaan VCD original kala itu. Aku menyewa 2 film tadi dengan penuh rasa penasaran. Malamnya aku langsung menonton 2 film itu sekaligus, dan hasilnya... I didn't like it at all.

Benar-benar membosankan. Sepanjang film isinya hanya percakapan antara Ethan Hawke dan Julie Deply. Mereka jalan-jalan kesana kemari  dengan melakukan dialog dialog panjang yang seolah tak akan pernah berakhir. Mana konfliknya? Mana klimaksnya? ditambah lagi ending yang benar-benar mengecewakan. Rugi besar menonton 2 film ini ketika itu.



Tapi beberapa hari yang lalu, aku berkesempatan menontonnya sekali lagi. Amazingly, aku benar-benar jatuh cinta pada 2 film itu kali ini.

Dialog dialog panjang antara Ethan Hawke dan Julie Deply sekarang terasa benar-benar cerdas dan romantis. Mereka tidak hanya ngobrol, tapi theres something special dalam setiap obrolan mereka. "Rasa" itu benar-benar bisa dimunculkan. You know what i mean kan???


Before Sunrise, dibuat pada tahun 1995. Berkisah tentang Jesse (Ethan Hawke) seorang turis amerika yang baru saja patah hati karena dicampakkan kekasihnya, memutuskan untuk keliling eropa. Di sebuah kereta api dari Budapest ke Vienna, Jesse bertemu dengan Celine (Julie Deply), seorang pelajar dari perancis. Di dalam kereta itulah mereka memulai percakapan yang menarik. Merasa cocok satu sama lain, Jesse yang berniat turun di Vienna memaksa Celine mengikutinya keliling Vienna. Celine pun mengiyakan ajakan Jesse.

Keduanya keliling kota eksotis itu, mengunjungi tempat-tempat yang indah, menyusuri jalanan, sambil terus bercakap-cakap tentang semua hal. Dan mereka berpisah sebelum mata hari terbit. Lucunya, meskipun mereka telah menghabiskan 1 hari yang indah bersama, mereka memutuskan untuk tidak menghubungi satu sama lain setelahnya. Karena mereka ingin menjadikan moment sehari bersama di vienna itu sebagai sesuatu yang abadi.

How romantic is that??




Lalu pada tahun 2004, dibuatlah sequelnya yang berjudul Before Sunset. Penonton yang kecewa dengan ending Before Sunrise bisa sedikit terobati dengan hadirnya film ini.

Kisahnya masih tentang Jesse dan Celine, 9 tahun kemudian. Jesse menulis novel tentang Celine, tentang kisahnya berdua di Vienna  dengan judul This Time. Tak disangka, novelnya meledak di pasaran, dan Jesse serta merta menjadi penulis terkenal. Kemudian sebagai rangkaian promo novelnya, Jesse berkesempatan melakukan jumpa penggemar di sebuah toko buku di Paris. Kesempatan yang baik ini pun digunakan Celine yang sengaja menghampiri Jesse ketika jumpa penggemar hampir usai.

Keduanya kemudian memutuskan untuk menyusuri Paris bersama...berjalan-jalan di taman, di sepanjang sungai Siene, dan dimana saja... mereka bercakap cakap.  Sayangnya percakapan mereka tidak seleluasa 9 tahun yang lalu. Semuanya telah berubah, Jesse telah menikah dan memiliki anak. Sementara Celine kini bekerja sebagai aktivis lingkungan dan memiliki seorang pacar. Tapi RASA itu masih ada.




Jesse tak punya banyak waktu, dia harus mengejar pesawat sore itu kembali ke Amerika. Tapi sebelum menuju bandara, Jesse memaksa untuk mengantar Celine pulang ke apartemenya. Menurutku percakapan paling 'menggemaskan' terjadi di dalam mobil itu. Ketika Celine benar-benar terbawa emosi, ketika keduanya mengakui perasannya.... Ketika Jesse hendak memegang tangan Celine, tapi dia membatalkannya. Ketika Celine ingin membelai rambut Jesse, tapi dia juga membatalkannya.... gregetan deh....

dan ending yang benar-benar santai menggantung terjadi di apartemen Celine. Jesse tampak nyaman duduk di sofa tanpa khawatir sedikitpun tertinggal pesawat, menyaksikan Celine yang begitu asyik bergoyang menikmati alunan lagu dari artis favoritnya....

sehari bersama sebelum matahari terbenam, mungkin bagi kita adalah hal yang biasa. Tapi sehari itu... bagi Jesse dan Celine pastilah moment yang telah dinanti nanti selama 9 tahun lamanya.



The Good News is.... sepertinya kelanjutan kisah Jesse dan Celine ini akan segera bisa kita nikmati. Banyak berita di Internet yang mengabarkan bahwa Ethan, Julie dan sang Sutradara Richard Linklater telah berkumpul bersama untuk menggarap sequelnya.



Jika Before Sunrise dibuat tahun 1995, dan Before Sunset muncul 9 tahun kemudian yaitu tahun 2004, maka waktunya sudah sangat tepat sekarang. 9 tahun  setelahnya pasti 2013. Aku sih berharap film nya akan dirilis awal tahun depan, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.  Sudah cukup penasaran, bagaimana nasib Jesse dan Celine setelah 9 tahun kedua.

dan jika dalam Before Sunrise kita dimanjakan dengan pemandangan Vienna yang romantis, dan dalam Before Sunset kita dibuat terpana dengan Paris yang tidak mungkin kalah dalam hal romantisme.... jadi asyik menerka-nerka sendiri. Akan dibawa kemana kita nanti di film yang ketiga?
Semoga bukan di Washington DC atau Philadelphia, saat Jesse yang mendapat giliran menjamu Celine... aku rasa, Eropa jauh akan lebih romantis dibanding kota-kota di Amerika.

Bagi yang kurang suka dengan film drama, sebaiknya jangan nonton film ini. Karena pasti akan ketiduran di sepertiga awal film, Hahahahaa.... Tapi bagi yang sangat mengerti tentang  FEELING, terutama tentang Feeling when you dont want to stop talking to someone you have just met, dan seakan detik-detik selanjutnya dalam hidup kita  amat sangat berharga ketika bersamanya, dan sepertinya sepanjang hidup tidak akan pernah cukup karena kita ingin terus ngobrol dengannya. Ngerti banget perasaan seperti itu kan???

Jika pernah merasakan perasaan seperti itu....  Well... this is the perfect movie for you!!!

Tuesday, April 3, 2012

Dija and Her Stella Dress


Done...satu lagi proyek baju Dija yang sudah selesai. Sebenarnya baju ini sudah selesai kira kira 2 bulan lalu. Hanya saja baru sempat difoto seminggu yang lalu. 

Baju ini menggunakan kain batik khas Jombang. Warnanya ngejreng banget deh, ungu sebagai warna dasar, sementara orange terang dan biru tosca sebagai ornamennya.  Aku memadukannya dengan kain katun bermotif polkadot yang senada dengan orange terangnya.

Inspirasi awalnya datang dari rancangan Stella McCartney. Coba perhatikan design baju paling kiri.Hehehe... itulah yang aku contek! Karena mencontek rancangan Stella McCartney, maka aku namakan baju ini Stella Dress.



Hasilnya? 
Seperti ini :




Adikku bilang, baju ini kelewat norak. Hehehehe.....
Abahku bilang, baju ini cocok buat carnaval. Hahahahaa...

Apapun itu, Dija kelihatan lucu kok pake baju ini (harap maklum yaa, kalo ada emak-emak memuji anak sendiri, hehehe. Maaf....). Namanya juga anak-anak, pakai baju dengan warna-warni ceria kan ok-ok aja.





Oh ya, ada tantangan dari Mbak Narti di Qatar yang bosen lihat Dija dibikinin rok terus. Mbak Narti bilang gini nih:  "sekali2 bikin celana mba, kayaknya bikin rok buat Dija terus deh, hehe...."

Bagini Mbak Narti, sebenarnya aku juga pingin banget bikinin Dija celana panjang gitu, cuman ilmuku belom memadai. Hahaha maklumlah, namanya juga belajar menjahit secara otodidak. Tapi insyaAllah, next project  adalah celana buat Dija. Doain berhasil ya Mbak... SEMANGAT!!!!


Friday, March 30, 2012

Pemenang Dija's Second Birthday Giveaway

Alhamdulillaaah... Giveaway Dija yang ketiga sudah berakhir. A really big thanks kepada para peserta : Mami Zidane, Wulan, Una, Yuanitacik, Bunda NayCarissa, Baby Alika, Rahma, Arman, Ummi Nabil, Rizky/Sarah, Mama Kinan, Ibu DzakyFaiRaffa, Ridha Alsadi, YangYonk, Achen, Reni, Popi, Dey, Vera, Kelor, Kania, Ajeng, Dewi, Lidya, Shasa, Aishi Lely, Effie Netta, Andini, Ethie, OctaRezka, Hana, Yunda Hamazah, Valeska dan Syifa. Terima kasih juga pada semua blogger yang sudah memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk Baby Dija.

dari 34 peserta, sepertinya hanya 17 yang jawabannya betul semua. Jawaban TERBAIK bisa dilihat disini.  Kemudian dari 17 itu dipilih 13 yang terbaik. Inilah mereka :




2  Pemenang Utama
mendapatkan sehelai kain batik tulis madura




2  Runner-Up
mendapatkan sebuah tas tenun




6 Second Runner-Up
medapatkan sebuah pom pom pillow





3 Third Runner-Up
mendapatkan 30 lembar sticker buku



Selamat kepada para pemenang....
Mohon segera mengirimkan alamat dan nomor telpon/ponsel ke email: yellowupyourlife@gmail.com
Khusus kepada third runner-up, mohon mencantumkan NAMA (+alamat)  yang diinginkan untuk dicetak dalam stickernya.

Monday, March 19, 2012

The Gifts for The Second Birthday Giveaway on Baby Dija Blog

Seperti yang sudah aku janjikan....inilah saatnya bagi-bagi kebahagiaan sebagai rasa syukur tak terkira atas semua yang sudah Allah berikan, terutama karena sebentar lagi Baby Dija akan merayakan ulang tahunnya yang ke 2. Alhamdulillah..Alhamdulillaaaah...

Tak perlu berlama lama lagi, Baby Dija dan YellowLife akan membagikan beberapa barang kecil. Mari kita lihat satu persatu:

1. Batik Tulis Madura.
ada 2 lembar kain batik tulis Madura yang bisa diperebutkan. Masing-masing sepanjang 2 meter. Yang sebelah kiri berwarna hijau daun cerah, dengan motif  telor cinta. Dan yang sebelah kiri berwarna merah bata bermotif bunga salur. Keduanya bisa dipakai oleh perempuan maupun laki-laki.

Hadiah batik tulis madura ini disponsori oleh LIB collection.  Follow blognya disini, LIKE facebooknya disini



2. Tas Tenun
Batik sudah mendapatkan hati seluruh masyarakat Indonesia, Batik juga sudah mendapatkan pengakuan dari Unesco. Sekarang saatnya untuk mempopulerkan kekayaan kain-kain tradisional Indonesia yang lain. Salah satunya adalah kain tenun.

Tas batik sudah biasa kan? Yang luar biasa adalah Tas Kain Tenun. Jelas tidak kalah cantik dengan kain batik. Motifnya sederhana, tapi dibuat dengan susah payah oleh pengrajin kain tenun.

Tas Tenun ini berukuran sedang,  dilengkapi resleting, dan bisa dipakai untuk membawa map. Cocok pula jika dibawa piknik atau bersantai di mall. Sebagai hiasan, aku menambahkan bros bunga rajut berwarna-warni yang sangat cantik. Bisa dilepas dan dipasang dimanapun sesuka hati.



3. Pom Pom Pillow
Bantal-bantal yang lucu banget kan???? Coba bayangkan memeluknya saat tidur, atau ketika menonton tv.
PomPomPil ini tersedia dengan 3 warna yang romantis sekali. Ungu berbunga-bunga putih, Krem berornamen coklat, dan soft pink salur bertabur bunga.

Teman-teman blogger bisa menghadiahkannya kepada orang-orang terkasih, atau memilikinya sendiri. Its all up to you!


4. Book Sticker
Banyak sekali giveaway di dunia blog berhadiah buku. Pasti hampir semua blogger yang rajin menjadi peserta sayembara-sayembara seperti itu pernah mendapatkan hadiah buku kan?
Maka, kali ini aku tidak akan membagikan buku gratis lagi, tetapi sticker untuk koleksi buku teman-teman blogger. Sticker ini tentu tidak hanya akan menghiasi buku-buku kita, tetapi juga akan memuat nama-alamat kita sebagai pemilik buku. Jadi mempekecil resiko kehilangan buku ketika buku kita dipinjam teman, setidaknya ada identitas kita terpampang indah di buku itu.


Design yang tiada duanya, karena dibuat khusus untuk para pemenang The Second Birthday Giveaway di Baby Dija. Masing-masing pemenang akan mendapatkan sebundel sticker berisi 30 lembar.



Yup, thats it.. itulah hadiah yang akan segera dibagikan. Segere meluncur ke Blog Dija ya, karena giveawaynya hanya berlangsung 3 hari !!!! buruaaaannn



Sunday, March 11, 2012

(sisa kemegahan) Soerabaia Masa Lampau



Siapa yang tak kenal lagu Jembatan Merah?
Lagu keroncong yang mendayu-dayu,  berkisah tentang sepasang kekasih yang terpisah. Terdengar sangat romantis ya...

Jembatan Merah dibangun pada 11 November 1743 atas perjanjian Mataran dan VOC. Dengan umur yang sudah sangat-sangat tua itu, tentu saja Jembatan Merah tidak hanya menyimpan kisah kisah romantis, tetapi juga kisah-kisah sejarah dan politik yang teramat sangat penting bagi bangsa ini. (Baca: Ledakan Granat di Jembatan Merah)

Yang paling terkenal tentu saja adalah pertempuran 10 November, dimana Arek-arek Suroboyo bertempur habis-habisan hingga berhasil menewaskan pucuk pimpinan tentara Inggris (sekutu) Brigadir Mallaby. Saking hebatnya pertempuran itu, jembatan yang aslinya tidak berwarna merah, bermandikan darah para pejuang kemerdekaan. Karena itulah Jembatan itu lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Merah.

(coba baca juga :  Mallaby Tewas gara gara anak buah sendiri )



Dilihat dari lagunya, memang benar, Jembatan Merah dipagari oleh gedung-gedung megah. Tidak semua gedung-gedung megah itu dirawat dengan baik. Beberapa gedung yang beruntung, masih dijadikan kantor-kantor penting. Lainnya bernasib kurang baik karena hanya dijadikan gudang,maklum saja... Kawasan Jembatan Merah di Surabaya termasuk segitiga emas, pusat bisnis dan pecinan.

Lalu Bagaimana kabar Jembatan Merah kini?
Alhamdulillah masih kokoh, secara teratur dicat merah oleh pemkot Surabaya.
Jembatan yang awal pembuatannya hanya dari kayu, dan mengalami pemugaran berkali-kali ini, kini setiap hari dilewati oleh ribuan manusia. Semoga jembatan ini tetap kokoh sampai kapanpun.



Mengingat pertempuran Arek Suroboyo yang sangat luar biasa, dan banyak korban tewas di Jembatan Merah, aku jadi ingin melihat makam para pejuang. Tapi dimana-mana makam pahlawan bentuknya sama saja. Lebih asyik jika jalan-jalan mengenang kemegahan kota tua Surabaya berlanjut ke Taman Makam Belanda di kawasan Peneleh.




 Dibangun pada tahun 1814 dengan luas sekitar 5,4 hektar. Nama resminya adalah De Begraafplaats Peneleh Soerabaja.

Makam ini ditengarai sebagai makam modern tetua di Indonesia dan bahkan di beberapa negara tetangga. Mari kita bandingkan dengan Ford Canning Park di Singapore 1826, Gore Hill Cemetery Sidney 1868, Mount Auburn Cemetery Cambridge 1831, dan Arlington National Cemetery Wasington DC 1864. Tampaknya Makam Peneleh hanya kalah tua oleh Pere La Chaise Cemetery Paris yang dibangun tahun 1804.
(baca: Menyusuri Jejak Masa Lalu )




Membayangkan makam ini pada masanya dulu, pastilah sebuah taman makam yang sangat indah dan megah. Bangunan-bangunan makam yang sudah berusia hampir  200 tahun itu kini masih juga menyisakan guratan guratan kemegahannya. Jika dilihat lebih teliti, makam ini sangat tertata dengan baik. Bahkan setiap makam ada nomor urutnya. Sayang sekali, nomor urut yang terletak di bagian bawah itu banyak yang hilang/ copot.




Gedung berpilar itu, menyimpan banyak sekali cerita. Coba datang sendiri kesana, dan tanyakan kisahnya pada penjaga makam. Hehehee.. sengaja membuat panasaran saja.



Perhatikan pula nisan-nisan indah di kompleks makam ini. Aku suka membaca tulisan tulisan disana. Hampir semuanya bertuliskan bahasa Belanda, itu artinya pemilik makam adalah warga Belanda. Tapi ada satu atau dua makam yang bertuliskan huruf cina.



Ukiran-ukiran yang terdapat pada nisan makam juga sangat luar biasa indah. Seperti ornamen kupu-kupu... juga gambar tengkorak...









Satu nisan yang membuatku sangat penasaran. Tulisan latin Amavimus Amamus Amarimus di nisan ini terlihat merdu sekali kan? Sepulang dari makam, aku segera mencari artinya di internet. Tapi yang kutemukan adalah satu keganjalan. Coba lihat disini.  Apakah menurut teman-teman, keluarga mendiang Charles Dallas Halliburton ini salah tulis???


Tapi dari sekian banyak nisan.... ini yang paling kusuka.

Coba lihat foto dibawah ini. Mengingatkanku pada sebuah karangan bunga. Indah sekali kan???


Sayangnya... lagi-lagi kisah klasik situs situs bersejarah di Indonesia, Makam Peneleh ini kondisinya sangat sangat memprihatinkan. Lokasi makam yang seharusnya bersih, kini dijadikan tempat bernaung bagi tunawisma. Banyak dari mereka yang tinggal di kompleks makam ini dengan mendirikan rumah-rumah kardus. Ada pemandangan jemuran baju di satu sisi... sementara di sisi lainya, puluhan kambing dan ayam dengan tenangnya  merumput.



Kondisi beberapa makam malah lebih mengenaskan. Ada yang menjadi korban pencurian, namun ada pula yang "dirusak" oleh ahli warisnya sendiri. Maklum saja, orang-orang Belanda tidaklah nyaman berziarah ke makam nenek moyangnya jika makamnya kumuh dan pesing. Maka beberapa dari mereka memilih untuk mengambil tulang belulang nenek moyangnya, dan memboyongnya ke negeri asalnya. 

Coba lihat ketiga patung malaikat ini...kasihan sekali mereka.... kehilangan kepala.


Tapi ada angin segar berhembus... sedikit melegakan, meskipun sudah isu lama.
Tahun 2008 Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya diberitakan sedang menggodok rencana revitalisasi makam ini agar menjadi tujuan wisata historis.DKP berharap PBB dan Pemerintah Belanda mendukung rencana tersebut.
Dahulu memang Pemerintah Belanda rutin mengirimkan bantuan dana untuk perawatan makam. Tapi beberapa tahun terakhir bantuan itu dihentikan. hhm... Kita lihat saja bagaimana hasilnya.







A Big Thanks to Adik-adikku: Nona dan Dara
yang sudah membantuku berburu foto Jembatan Merah dan Makam Peneleh.




“Tulisan ini diikutkan  pada Giveaway Pertama di Kisahku bersama Kakakin “

Thursday, March 8, 2012

Berburu Batik Madura



Batik Tulis Madura, sudah lama menjadi incaranku. Alhamdulillah akhirnya bisa berburu langsung ke Madura.
Agak susah sebenarnya, berbelanja batik di pasar tradisional semacam ini. Karena rata rata mereka lebih fasih berbahasa madura dibanding berbahasa indonesia. Agak menyesal sih, kenapa gak dari dulu belajar bahasa madura, hehehehehee..... secara, punya beberapa teman madura, tapi gak pernah dimanfaatkan sedemikian rupa untuk diserap ilmu bahasanya. Hehehehe


So.. hari itu, aku benar-benar terpuaskan. Meskipun isi dompet dikuras habis.... tapi rasanya worth it banget. Membeli batik tulis madura langsung ke produsennya, pastilah jauh lebih murah ketimbang batik tulis yang sudah di butik-butik besar. Apalagi yang kutemui disana bukan hanya satu atau dua produsen... tapi banyaaak. Seperti anak kecil di toko permen, rasanya aku pingin borong semuanya!



Di Madura sendiri, memiliki banyak sekali style batik. Setiap daerah bisa sangat berbeda. Daerah pedalaman Madura coraknya lebih klasik dengan warna yang cenderung lebih redup (misalnya bisa ditemui di Tanjung Bumi Bangkalan). Sedangkan batik pesisiran Madura warnanya lebih menyala dan coraknya lebih eksperimental  (seperti batik pamekasan) . Meski begitu, ciri khas Batik Madura secara keseluruhan adalah banyaknya tarikan garis pada motifnya, dan warna yang menyala. Seringnya  ada warna merah yang kuat dalam setiap design batik Madura, sebagai penggambaran karakter masyarakat Madura itu sendiri yang Kuat dan Keras.



Oh ya, aku juga memperhatikan... banyak penjual yang memakai batik hasil karyanya. Semuanya bagus-bagus... tapi yang paling bagus adalah seorang pemuda yang berhasil aku curi fotonya. Coba perhatikan kemeja batiknya. Dengan warna dasar biru keabu-abuan, bermotif salur daun kecil kecil berwarna shocking pink!!!  kesannya romantis romantis gimanaaaaa gitu, hehehehhehehee.... tapi tetap tidak menghilangkan sisi maskulinnya kan? Maksudku, meskipun dia memakai batik bercorak pink, tidak menjadikanya jadi "kewanitaan". Sang Pemuda malah terlihat tampan lhooo...

I really love you Mas, Hahahaha.... maksudnya.... I really love your shirt, Mas!!!



Pasti banyak yang pingin dapet oleh-oleh batik tulis madura kan???
Tenang.... tunggu tanggal mainnya, aku akan memberi "cipratan batik"  hihihihi
. Ikuti terus YellowLife yaaa