Friday, November 11, 2011

Haji Robin Hood

Tepat sepuluh tahun yang lalu, ketika kami berempat pergi ke Tanah Suci. Abah, Ibu, Kakak dan Aku.
Jika ada yang bertanya bagaimana perjalanan haji kami, tentu saja sangat sangat sangat menyenangkan.

Aku pergi haji bersama Orangtua dan Kakakku, apa ada yang lebih nikmat dari itu??


Ibu, Kak Noni, Abah, Elsa  sudah ber-ikhrom begitu tiba di Jeddah

Kali ini aku tidak akan menceritakan seluruh perjalanan haji kami, aku hanya akan bercerita hal-hal kecil tapi sangat menyenangkan...yang aku lakukan dengan Kakakku di Tanah Suci. Dengarkan baik baik ya....

Banyak Membeli Makan.
Kami beruntung, ini bukan kali pertama ke Arab Saudi, jadi kami sudah sedikit banyak tahu soal cuaca dan kondisi disana. Cuaca ektrim yang ketika siang teramat sangat, dan ketika malam teramat dingin seringkali membuat banyak jamaah haji kita menderita sakit, minimal batuk. Tapi alhamdulillah, itu tidak terjadi pada kami. Mau tahu rahasianya??

Aku dan Kakak banyak banyak jajan!!!
Hampir setiap pulang dari masjid, di Madinah maupun di Makkah, aku dan kakak selalu saja siap sedia menengok kanan dan kiri. Di sepanjang perjalanan ke hotel yang sangat dekat dari masjid, banyak dijumpai penjual makanan. Kami tak bosan bosannya membeli kebab. 1 kebab 3 real, dimakan berdua sambil jalan. Ibu hanya geleng kepala.

Setiba di hotel, kami masih juga menyantap makanan yang disediakan di restoran hotel. 3 kali sehari, menu indonesia. Setelah makan porsi besar, ketika akan kembali ke kamar hotel, aku dan kakak selalu saja "merampok" persediaan buah-buahan. Masing-masing kami biasanya membawa lebih dari satu batang pisang, lebih dari dua buah jeruk, apel, dan beberapa buah lainnya.
Ibu kembali geleng-geleng kepala.

Itulah kenapa, selama haji kami sangat berenergi. Hahahaa... terlalu berenergi malah. Ketika haji telah usai, dan kembali ke tanah air.... seluruh penghuni rumah terkaget kaget dengan perubahan kami. Ternyata... masing-masing kami naik 5 kilo lebih!!!!!


Banyak Memberi Makan.
Cerita yang ini bermula di Arafah. Kami berada di sebuah tenda full AC ketika wukuf. Ada begitu banyak tenda. dan tenda di sebelah kami, adalah tenda makanan. Aku dan Kakak langsung berbinar-binar. Kami banyak makan hari itu, hingga perut kami penuh. Harap maklum ya... (ini hanya alibi, hehehehee) kami harus menyimpan cadangan makanan, karena setelah wukuf kami harus melontar jumrah, dan itu akan sangat berat.

Kami masuk di grup terakhir, itu artinya... kami yang terakhir meninggalkan Arafah. Sialnya, Bus yang akan menjemput kami, bermasalah. Jadi kami pun telat beberapa jam. Tapi kesialan itu ternyata bebuah manis.
Ketika kami (dan beberapa teman se grup) menunggu bus di depan maktab, kami menyaksikan sendiri bagaimana pekerja --yang kebanyakan berasal dari Bangladesh-- merobohkan tenda-tenda. Termasuk tenda makanan. Padahal kami tahu, masih tersedia begitu banyak makanan disana. Ternyata...makanan itu dibuang begitu saja oleh pekerja-pekerja. Kami benar-benar keheranan... tapi tak bisa berbuat apa apa.

Bus datang, dan kami meneruskan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam sebentar dan mencari batu-batu kecil. Muzdalifah merupakan padang yang sangat luas...sungguh berbeda dengan Arafah yang dipenuhi tenda, Muzdalifah bersih dari tenda. Kami bertemu dengan begitu banyak jamaah haji yang lain, dari seluruh penjuru bumi. Dan kami sekali lagi menyaksikan... ternyata banyak sekali jamaah haji backpacker. Maksudnya jamaah haji yang pergi secara independent dengan dana terbatas.

"Kamu punya makanan?" tanya Kakakku.
"Ada. Aku tadi sudah 'merampok' buah-buahan"
"Kasihan orang itu... kita kasihkan yuk?"
"Yuk!" jawabku bersemangat.

Ibu dan Abah masih mencari kerikil. Kami malah sibuk membagi-bagikan buah-buahan hasil rampokanku tadi.

Tak lama kemudian, kami tiba di Mina menjelang pagi. Kami segera melontar jumrah dan pulang ke maktab. Jarak antara Jamarat dan maktab tempat kami tinggal sangat sangat dekat. Kami pun berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan... kami berjumpa dengan pemandangan yang lebih mengenaskan lagi. Jamaah haji backpacker jauh lebih banyak dari yang kami duga sebelumnya. Karena tidak punya maktab, mereka tinggal di trotoar. Menggelar alas sederhana untuk bermalam disitu. Tak sedikit dari mereka yang membawa serta anak anak, bahkan yang masih bayi sekalipun!!

kami juga berjumpa dengan para pengemis yang menyedihkan. 99% dari mereka berasal dari Afrika. Berkulit hitam, berpakaian warna-warni. Ada Ibu menggendong anak busung laparnya, ada nenek tua yang tak punya kaki, ada pemuda buntung, ada yang buta, ada yang punya luka besar menganga... ada yang....ah, benar-benar menyedihkan.

Tapi aku sudah tak punya lagi bahan makanan di tasku. Kami sudah menguras habis isi nya di Muzdalifah tadi. Dan ketika itu kami terburu buru masuk maktab.

Begitu masuk maktab, kondisinya tak jauh beda dengan maktab yang di Arafah. Tenda full AC, beralaskan karpet. Alas tidur dan selimut yang empuk sudah tersedia. Semuanya serba menyenangkan.... Alhamdulillaaaah.

Setelah mandi, kami sarapan. Lagi-lagi...makanan begitu melimpah ruah. Makanan menu Indonesia, lengkap dengan kerupuk udang. Ada tumpukan roti, ada buah-buahan yang menggunung, lalu ada freezer besar berisi es krim lezat. Semuanya boleh dimakan sepuas puasnya. Selesai makan, aku masih sempat merampok buah-buahan dan beberapa bunkus roti. begitu juga dengan Kakak.  Tapi ingat kejadian di Arafah kemaren, Aku dan kakak memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut soal makanan di tenda makan. Kakakku mendekati pria Bangladesh yang bekerja sebagai catering-boy. dengan bahasa inggris yang sangat terbatas, si Bangladesh itu menjelaskan jika  stok makanan disini sangat berlimpah, dan cenderung mubazir. Kakakku lantas meminta ijin untuk "merampok" sebagian makanan untuk diberikan kepada mereka di luar sana yang lebih membutuhkan. Tentu saja si Bangladesh ini awalnya melarang, tapi akhirnya dia malah membantu aksi kami. Dia memberikan semua makanan yang hampir dibuangnya, padahal makanan itu masih bagus!

Dengan mengendap-endap, membawa tas besar...kami keluar maktab. Awalnya kami ketakutan dengan 2 orang polisi penjaga Maktab yang tinggi besar dan Hitam! Tapi kami berhasil melaluinya....

Jalanan di Mina sungguh sangat crowded. Siang itu, karena takut tersesat, Aku dan kakak memilih untuk membagikan makanan tak jauh dari maktab kami. Sekembalinya di maktab, Ibu sudah akan marah...karena Ibu mengira kami hilang, hehehehe..... Tapi kami menjelaskan aksi robinhood kami. Dan malamnya... Ibu dan Abah malah ikut dalam operasi robinhood kami selanjutnya. Hehehehee....

Karena bersama Abah dan Ibu, kami pun berani berjalan agak jauh untuk mencari sasaran berikutnya. Dan hampir tengah malam, kami terbelalak...  menemui satu kloter jamaah haji Indonesia yang memilih untuk menginap di trotoar malam itu. Ternyata bagi ketua rombongan mereka, itu adalah pilihan terbaik. Maktab mereka sangat jauh dari Jamarat. Jadi mereka memilih untuk melontar jumrah di hari pertama pada malam hari, dan menginap di Mina, lalu esok subuh mereka akan melontar untuk kali kedua. Baru setelah itu pulang. Well...Tetap saja... kami tak tega melihat banyak dari mereka merupakan nenek dan kakek yang sudah lemah kondisinya.... meringkuk kedinginan, dan mungkin menahan lapar.

Kami segera menguras isi tas kami... dan mereka begitu bergembira......
Kami ... tak terkatakan lagi. Jelas kami lebih gembira .....

Pulang ke Maktab tengah malam, dengan penuh rasa syukur yang tak terhingga.




Note:
- Postingan ini  special untuk mengenang Almarhumah Kak Noni. Haji pertama dan haji terakhirku bersama Kakak, sungguh sebuah MOMENT TO REMEMBER.
- Di ikutsertakan pada  GIVEAWAY 10th Years Wedding Anniversary : Moment to Remember
- Sama sekali tidak ada niatan riya dalam postingan ini, hanya mengenang "kenakalan" ku dan Kakak selama di Tanah Suci. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami...amiiiiiiiiiin amiiiiiiiiiiiiiiiin


Tuesday, November 8, 2011

Dija and Her Simple Dress



Rasanya sudah lama tidak menjahit baju buat Dija. dan kemaren saat sedang kalut, ingin melarikan diri dari perasaan yang gak enak... aku memilih untuk melupakan kegalauan sejenak dengan menjahit. Seketika itu pula aku mencari-cari inspirasi model baju buat Dija. Sampailah ke blog Innocentia, di blog Mbak Citra itu ada sebuah link majalah jahit menjahit dari Jepang. Lihat-lihat... mikir mikir... akhirnya aku memutuskan untuk mencontek model yang ini:




see?  Polanya gampang, jahitnya gampang pula.

Begitu tutup toko (maksudnya pulang kerja gitu...) langsung deh obrak abrik persedian bahan katun di lemari. Nemu kain kotak-kotak ijo... potong sana sini... jahit sana sini.... alhamdulillah menjelang tengah malam bisa rampung. Pinginnya langsung cobain baju itu ke Dija... tapi apa daya, harus menunggu esok hari.

dan keesokan harinya, beginilah hasilnya. Kalo Chef Farah pasti langsung bilang This is it!!!!



Karena motif kotak-kotaknya maskulin banget, aku menambahkan sisi feminin, yaitu bunga kecil yang terbuat dari renda dan kancing. simple sekali kan?






Monday, November 7, 2011

Mari Mengenang Masa SD

Mbak Reni mengajakku kembali ke jaman SD dengan cara memberi beberapa pertanyaan. Yuk, mari kita simak sama sama, heeheehheee


Siapa Guru Favoritmu ?
Siapa ya guru favoritku waktu di SD...hhm, sepertinya tidak ada. Semuanya sama saja. 


Ada Guru Killer ?
Jaman SD dulu, kok di sekolahku gak ada guru killer ya? Ada sih, guru agama yang suka memberi hukuman fisik seperti push-up gitu, tapi menurutku orangnya gak bisa dibilang killer tuh. Malah lucu dan suka jadi bahan tertawaan teman-teman.


Punya Teman Bolos ?
Hehehee...aku lagi lagi terpaksa menjawab tidak ada. Mungkin karena masih SD...masih belom ada pikiran untuk membolos.
Jawabannya akan berbeda jauh jika yang ditanyakan adalah masa masa SMP-SMA. wuih, aku termasuk provokator bolos..hahaha banyak yang aku ajak untuk membolos ria.


Siapa yang jadi Teman Berantem ?
Kalo berantem sih gak pernah ya.... jaman SD dulu sih ketika bertengkar ya saling mengejek atau malam diem-dieman. 


Apa Jajanan Favorit mu ?
Sebenarnya banyak sekali....tapi share beberapa aja yaaa
Leker nih enak banget. Apalagi dalemnya dikasi 2 lembar irisan pisang yang super tipis....
Kalo jaman sekarang, mungkin nama bekennya crepes ya

Source

Permen Rokok!!!  Aku suka bergaya merokok sambil menghisap permen rokok yang mampu mengeluarkan asap. Berasa kereeen sekali....
Jaman sekarang susah nemuin permen rokok.
Source

Es Serut!!!!
Jaman SD dulu, tiap pulang sekolah, suka beli Es Serut Jepit. 
Es batu yang diserut. lalu dijepit jadi bulat gepeng, dan ditusuk batang bambu. Kemudian disiram sirup pink. Enak sekali....
Sepertinya anak-anak sekarang sih jajanan es serutnya lebih canggih ya. Tidak lagi dijepit, tapi ditaruh di gelas kertas. dan sirupnya pun warna pelangi. 
Source 


Es Potong aku juga suka banget!!!
seringnya aku beli 2 sekaligus ketika pulang sekolah. Tangan kanan memegang satu es potong rasa coklat, tangan kirinya pegang rasa durian. hhhm...terbayang gimana nikmatnyaaa
Source




Bagaimana dengan Mainan Favorit mu?
Banyak sih.... Tapi yang paling paling favorit adalah lompat tali.
itung-itung olahraga...sebelum masuk kelas, loncat loncat dulu. Begitu masuk kelas, udah keringetan! hehehe
Source

Sesekali juga maen dakon dengan teman-teman perempuan
Aku tidak seberapa mahir.
Source

Atau maen bola bekel. dulu aku termasuk jago bekel loh...
Source


Pernah juga maen Pathil Lele. Permainan ini termasuk permainan yang bahaya sih... tapi seru. Biasanya maen rame rame, laki dan perempuan gabung. Aku gak seberapa menguasi, tapi suka dengan kegembiraan yang dihasilkan...
Source


Punya Sepatu Favorit ?
Wah, lupaaaa...hehehee. Yang pasti tidak bermerk. Apa aja. Warisan dari Kakakku juga ok. 


Kalo Tas Favorit ?
Tidak ada yang favorit sih... aku termasuk orang yang tidak gemar gonta ganti tas sampai sekarang. Jaman SD dulu sih tasnya apa aja gitu. Beruntung sekali punya 3 saudara yang beda umurnya tidak jauh. Jadinya suka saling tukar menukar tas.



Bagaimana masa SD mu?

Friday, November 4, 2011

Tree Mural

Sejak dulu pingin banget menggambari dinding kamar agar tidak terlihat polos dan sepi. Setelah lama berpikir, akhirnya aku putuskan untuk mencoba membuat mural  (melukis di dinding). Apalagi aku menemukan tutorial tree mural di blog Just A Girl. Jadi makin semangat membuat hal serupa.

Berbekal cat akrilik dan kuas (keduanya peninggalan almarhumah Ibunda Dija) aku nekat mulai menggambar. Ada perasaan takut, gimana nanti kalo hasilnya jelek? gimana kalo belepotan? gimana kalo maunya bikin gambar pohon tapi tenyata lebih mirip penampakan dementor? heheheheee

Karena penakut dan pengecut, akhirnya aku berbuat curang! hiihihihi...
aku membuat tree mural di kamar adikku tanpa persetujuannya. Hihihihihi.....






Step by step pembuatan tree mural bisa dilihat DISINI.





Setelah 2 malam berkutat dengan tree mural,
Dan beginilah hasilnya......




Not Bad kan?
(biarkan aku menghibur diri sendiri yaaa.... hihihihihi)

Tuesday, November 1, 2011

Pintu Lift (dan) Batik

Kira kira setahun yang lalu, Mbak Vera mengadakan semacam syukuran (giveaway) tentang lift yang unik dan menarik. Salah satu alasannya adalah karena Azka, putra pertama Mbak Vera ternyata sangat menggemari dan mengagumi lift. Jadi Mbak Vera meminta teman-teman blogger yang mengikuti sayembaranya memposting gambar lift.

Aku sangat ingin memeriahkan acaranya Mbak Vera. Tapi apa daya... hidup di kota kecil macam Jombang tidak memungkinkanku bertemu banyak lift yang unik dan menarik. Hingga detik terakhir, aku tidak memposting satu gambar lift sama sekali. Aku gagal mengikuti sayembara Mbak Vera... tapi dalam hati, aku berniat. Jika suatu saat aku bertemu lift yang unik dan menarik...aku akan mempostingnya demi Azka!

dan mungkin sekaranglah saatnya... hehehehee....

Azka, these are for you!




Aku bertemu colorful lift ketika menginap di FaveHotel Jakarta beberapa hari yang lalu. Sebenarnya lift ini sederhana saja. Kecil, sempit, tidak ada kaca besar yang memungkinkan pengguna lift melihat ke luar seperti lift di mall mall besar. Tapi menurutku lift ini sangat menarik, karena pintunya penuh warna.

Aku sih membayangkan...betapa senangnya anak-anak melihat komposisi warna yang memikat mata...



uniknya lagi, komposisi warna di setiap lantai  berbeda. Jadi sungguh menyenangkan ketika aku sengaja mampir ke semua lantai untuk mengambil foto pintu lift itu. Sempat menerka-nerka, warna apa gerangan di lantai selanjutnya yaa... hehehheee....

Pintu lift unik lainnya aku temukan di Stasiun Gambir.
Aku jadi teringat momen penting yang baru saja kita lewati sebulan yang lalu, Hari Batik Nasional. Aku pikir lift di stasiun gambir ini benar-benar pas untuk momen itu, karena pintu lift nya bermotif batik!  bagus kan??


Bagaimana interior dalam lift di stasiun gambir?  lebih batik lagi!!!!
gak percaya?  Silakan mengunjungi Stasiun Gambir di Jakarta yaaa... hehehehehe

dan masih soal Batik... beserta Hari Batik Nasionalnya...
berkat batik pula , aku memenangi kontes Batikkan Harimu! yang diselenggarakan oleh Mbak Nia, Mbak Puteri dan Mbak Orin, disponsori oleh Kios108. Postinganku soal batik dipilih juri sebagai salah satu pemenang, Alhamdulillaaaaaah senangnya aku!  Terima kasih buat tim juri.

dan khusu buat Kios108, Terima kasih banyaaaakk.... hadiahnya sudah diterima. Sebuah blus batik biru yang cantik sekali, beserta bonus batik dress buat Dija dengan warna senada!!!!  Hihihihihi..... lucu banget deh... Sorry Sorry Maaf yaa buat mereka yang menggemari warna biru, pasti mupeng lihat batik biru yang cantik sekali ini. hihiihihi.... kalo mau, bisa dipesan di Kios108 lho...

Terima Kasiiiiih.... Terima Kasiiihhhh Mbak Nia....



Klik Kios108 untuk shopping barang barang tekstil model terbaru dan berkualitas dengan harga terjangkau.

Friday, October 14, 2011

I Love Elsa

Postingan ini sebenarnya sama sekali tidak mengandung unsur narsis, hanya saja..... Hahahahahaaaa......  (ngakak.com) ........

Tadi malam ketika berkelana tanpa arah di dunia maya, aku terdampar di situs CafePress  yang menyediakan design t-shirt dan macam macam gift dengan design unik. Dan aku langsung tertawa lepas saat melihat satu halaman dengan aneka barang bertuliskan  I Heart Elsa  !!!!!!  





Hahahahaa..... Hahahahaa.... sampai sekarang aku masih belom bisa berhenti tertawa. Masa ada thong bertuliskan I Love Elsa??? Hahahahahahahhaaaa.........

Ternyata, toko online ini juga menyediakan nama-nama lain lhoo... gak cuma ELSA saja, jangan khawatir!
Klik      I Heart Shop    untuk mengetahui apakah namamu ada disana....

Just for fun!!!!

Friday, October 7, 2011

K800 Fotografia

Jaman sekarang, siapa sih yang gak suka foto-foto?
Difoto oke, tapi jika bisa memfoto kesannya jauh lebih oke.

Sejak ada Dija, hobi memfotoku pun serasa menemukan "jodoh"nya. Dija merupakan objek yang (bagiku) tak pernah membosankan. Meskipun  hasil fotoku TIDAK bisa dibilang bagus, tapi ada rasa bahagia ketika berhasil menangkap moment senyum Dija, atau tingkah polahnya yang lucu.

Lama-lama... tentu saja ada keinginan untuk lebih bisa menguasai kamera, agar hasil foto Dija lebih bagus. Betapa beruntungnya aku memiliki beberapa teman yang merupakan master dunia fotografi. Salah satunya adalah Mr. Dony Alfan, Sang Putera Daerah dari Solo.

Dony kerap memberikan tips-tips sangat sederhana yang bisa dicerna otakku untuk mendapatkan hasil foto yang (agak) bagus meskipun hanya berbekal kamera pocket jadul sederhana. Sebagian hasil karya Dony dengan kamera dslr bisa dilihat di akun Flickrnya. (Aku suka sekali melihat foto-foto makanan hasil jepretan Dony.... benar-benar membuat air liurku menetes deras !! ih joroknyaaaa...)  Atau di PhotoBlognya  (gak berhenti berdecak kagum deh....)

Nah... beberapa hari yang lalu, Dony temanku ini membukukan hasil jepretannya yang luar biasa dalam sebuah e-book, beda dengan jepretannya yang selama ini aku lihat. Kenapa???

Karena dia menggunakan Kamera SE K800 !!!

Bagaimana bisa hasil foto kamera ponsel secantik kamera dslr ??? Aku cuma bisa melongo menikmati e-book hasil karya Dony. komentarku hanya  "WOW"

Teman-teman blogger bisa menikmati e-book gratis  dengan mendownload nya DISINI. 



K800 Fotografia


Find Dony Alfan :   PhotoBlog       Posterous       Twitter        Email

Tuesday, October 4, 2011

Dija and Her Bathrobe


Dija sekarang punya kegiatan baru, yaitu ikut ke Kakak Aladdin les berenang. Mereka pergi ke kolam renang dekat rumah 2 kali dalam seminggu. Awalnya memang Dija menggigil kedinginan, tapi dia senang luar biasa bisa bermain air dan gangguin Kakak Adin. 

Jika Pak Pelatih memberi Kakak Adin waktu untuk istirahat, kesempatan itu digunakan Kakak Adin untuk makan. (maklumlah, setelah berenang kan biasanya lapar banget) Ternyata Dija juga ikut ikutan makan. Biasanya ketika disuapin, Dija cuma dibungkus handuk saja agar tidak menggigil ketika diterpa angin. Tapi aku lihat dia tidak bebas bergerak. Jadi terbersit ide untuk membuatkannya Bathrobe.

Cara membuatnya mudah dan sederhana saja.


(1) Siapkan handuk besar ukuran dewasa. (2) Gambar pola di handuk. Terdiri dari 5 pieces. satu bagian belakang, 2 bagian depan, dan 2 lengan. lalu gunting. (3) Satukan bagian bahu terlebih dahulu, lalu satukan kedua lengan, baru kemudian jahit bagian badan kiri dan kanan. Jadi deh....


Untuk mempermanis, (4) buat bisban dari kain katun sepanjang bukaan depan. (5) lalu jahit mengelilinginya. (6) Setelah itu buat ikat pinggang dari kain katun yang sama. Done... bathrobe mini buat Dija pun jadi.




Ketika pertama kali memakainya, Dija senang sekali. Dia bahkan tidak mau melepaskannya. Hahahahaa.....
Setiap selesai mandi, pagi dan sore... kini Dija pakai bathrobenya. Karena dipakai terus setiap hari, gak pernah ganti, akhirnya aku pun membuat bathrobe lagi untuknya.

dan sekarang Dija punya 3 bathrobe.....
(yang pink sengaja bikin yang agak besar. Dija kedodoran banget, hehehehe)




Ada yang terinspirasi???

Sunday, October 2, 2011

Batikkan Harimu ! : Batik and I

Cerita ini dimulai sejak aku masih memakai seragam putih-abu abu abu, yah kira kira beberapa puluh tahun yang lalu lah. Ketika itu kecintaan masyarakat kita akan batik tidak seperti sekarang ini. Namun tidak denganku. Kala itu, aku sering sekali memakai baju batik, saat jalan-jalan, ke acara sekolah, kemana-mana pokoknya. Tentu saja kebiasaanku itu dipandang aneh oleh sebagian orang. Tak jarang teman-temanku mencibir dan meledek,  "Mau kondangan kemana Bu RT?"  

Masa kuliah ternyata tak jauh beda. Setiap aku memakai batik ke kampus, maka teman-temanku selalu usil berceletuk ini itu. Tapi alhamdulillah aku dikaruniai muka badak, hehehhee..... kebal dan tebal rasanya menghadapi ejekan teman-teman tentang baju batikku yang dianggap jadul, gak keren, ketinggalan jaman, angkatan tua, dan lain lain.

Kasihan sekali Batik pada masa itu.  Tidak digemari, tidak populer dan hanya dikenakan pada acara-acara formal. Sementara  aku yang suka mengenakan batik pada acara acara non-formal akhirnya harus selalu rela dianggap "saltum"  (salah kostum).

Ya, itu duluuuuu....
Nasib Batik sekarang sudah naik kelas. 
Semua orang bisa pakai batik kapanpun dan dimana saja.

Ingin rasanya bertemu kawan-kawan lama yang dulu begitu gembira mengejek baju-baju batikku. 





Ada lagi cerita lain soal pengalamanku saat berbatikria. Setiap punya kesempatan jalan-jalan ke luar negeri, aku selalu membawa satu atau lebih baju batik. Well, sejak dulu aku sangat bangga akan batik, jadi bagiku mengenakan batik di luar negeri juga merupakan kebanggaan tersendiri. dan tak jarang, kami sekeluarga kompak memakai batik ketika di luar negeri.

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku mengunjungi salah satu kuil di Thailand, tiba tiba aku didekati beberapa perempuan bule.

"Wow, Beautiful !" sahut salah seorang dari mereka.
Salting juga dibilang beautiful oleh seorang bule. Gr banget jadinya.... Hehehee...
Perempuan bule itu langsung mendekatiku yang masih senyam-senyum ke-GR-an. Dia lalu memegang bajuku dan berkata "This is very beautiful, made in Thailand?"

Senyumku langsung hilang. Yang tadinya sudah terbang melayang-layang saking GR nya, langsung deh jatuh lagi ke bumi.Ternyata bule itu jatuh cinta pada batikku!!!! Heheheheee......

Aku langsung tersenyum lagi, kali ini bukan karena GR, tapi karena so proud of batik...and so proud of being indonesian!!!
Aku langsung menjelaskan bahwa baju yang aku kenakan adalah batik khas Indonesia. Betapa senangnya si bule mengetahui hal itu, karena tujuan mereka setelah Thailand adalah Bali. Tentu saja mereka berencara memborong batik sebanyak-banyaknya.

Ketika aku hendak berpamitan, si Bule was begging me to stay agar mereka bisa berfoto bersamaku.
Hehehehehee.... serasa artis jadinya, diajak foto bareng bule bule!!!!

(kisah ini pernah di posting di Sini)




Kebanggaan akan batik tidak hanya terbatas pada memakai baju batik lho.... aku juga suka mengutak atik kain batik jadi sesuatu. Beberapa hasil karya batikku yang sempat difoto bisa dilihat di atas. Searah jarum jam : Baju Denim Batik buat Dija, satu set Bantal Kursi batik ukuran 50x50, diaper bag, bantal mini batik ukuran 35x50, bantal hias batik, totebag batik madura yang dijadikan hadiah giveaway dija yang pertama dan baju batik pink buat Dija.

(eh kok kayak jual batik gini ya... hehehhee)




Sekarang gak ada alasan lagi buat kita untuk malu pakai batik, karena dunia sendiri sudah mengakui keindahan batik adalah keindahan milik Indonesia.

Indonesia memiliki begitu banyak motif batik tulis. Jawa Timur saja sudah membukukan 1000 lebih motif. Jika ditambah dengan motif yang ada di jawa barat, jawa tengah, yogyakarta, papua, kalimantan dan lain lainnya... bukan tidak mungkin akan terkumpul 1 trilliyun lebih motif batik. Bayangkan betapa kayanya Indonesia!!!





Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin  dalam rangka Hari Batik Nasional.

Friday, September 16, 2011

Do You Know What.....



Do You Know What .....
Rasanya sudah bertahun tahun lamanya tidak menyentuh blog sama sekali. Ya, aku sedang menderita penyakit malas ngeblog, kehilangan selera ngeblog dan tidak bergairah ngeblog sama sekali...
Tapi, sepertinya tidak etis ya.... suasana lebaran sudah hampir kadaluarsa, sementara aku belom bersilaturahim kepada teman-teman blogger. Jadi, lewat postingan ini, Elsa YellowLife dan Baby Dija ingin memohon maaf lahir dan batin kepada semua teman-teman blogger... Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Pasti kami pernah berbuat salah dalam menulis postingan, ataupun berkomentar. Semoga teman-teman blogger mau memaafkan kami yaa....

dan sekali lagi mohon maaf jika aku numpang nampang sedikit. Maaf yaaa.....

Lebaran di Tebuireng, Elsa-Dija, Aunty Ima, Nona

Sebenarnya ingin memajang foto Dija waktu lebaran, tapi berhubung saat itu kameraku rusak, alhasil aku hanya mengandalkan foto dari kamera adik sepupuku. Sampai sekarang si adik sepupu belom menyetorkan fotonya karena masih mengikuti olimpiade science di Manado. yo wes lah, Semoga menang yaaa....

Ada beberapa teman blogger yang menanyakan soal baju lebaran Dija. Hehehee....bajuya biasa aja kok. Karena aku sendiri gak sempat membelikan atau membuatkan kostum khusus buat Dija. Jadi ya seadanya... InsyaAllah akan ada postingan khusus soal baju lebaran Dija untuk menjawab pertanyaan beberapa teman blogger.

Do You Know What....
Acara kumpul keluarga saat lebaran pastinya merupakan moment yang ditunggu tunggu. Apalagi bagi mereka yang jauh dari kampung halaman. Kapan lagi bisa berkumpul bersama keluarga besar jika bukan saat lebaran, iya kan? Ada yang punya cerita seru saat kumpul keluarga besar lebaran tahun ini? ah, pasti sudah banyak yang memposting soal itu ya, sayangnya aku belom sempat berkunjung ke blog sahabat....

well... aku punya cerita unik soal lebaran kemaren. Ada seorang saudara jauh yang berkesempatan pulang kampung lebaran tahun ini. Beliau adalah seorang akademisi yang sudah lama tinggal di luar negeri dan jarang punya kesempatan pulang ke Indonesia. Nah pada sebuah halal bi halal kemaren, tanpa sengaja kami duduk berdekatan. Sehingga terciptalah suatu percakapan yang cukup mengenaskan. Usai Beliau bertanya tentang Dija dan aku bercerita tentang Dija, Beliau lalu menanyakan 'kabar' ku.

"Dik Elsa sudah lulus kuliah?"
"Sudah Mbak... sudah lama, hehehee"
"Ooh... trus sekarang kerja dimana?"
"Aku?"
Jujur saja, aku bingung ditanya seperti itu. Aku diam sejenak, berpikir mau menjawab apa. Lalu aku jawab sekenanya saja,  "Di rumah, Mbak"
Aku sudah memberikan jawaban yang sebenarnya tentang tempat kerjaku. Tapi tak kusangka responnya begitu di luar dugaan.
"Sabar ya Dik, tetep berusaha. Pasti nanti ada perusahaan yang mau nerima Dik Elsa. Saya juga dulu harus beberapa kali ngelamar kerja sampai akhirnya menemukan pekerjaan saya yang sekarang ini. Dik Elsa rajin rajin kirim surat lamaran aja, yang banyak gitu. Pasti nanti ada yang nyantol satu " begitu katanya sambil menepuk nepuk pundakku, sepertinya beliau mencoba untuk menguatkanku.

Aku cuma terdiam.... melongo keheranan.... tampaknya beliau sangat kasihan dengan keadaanku.
ingin rasanya bercerita panjang lebar, bahwa aku hanya pernah sekali saja mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke sebuah perusahaan.  Itupun karena dipaksa oleh temanku. Setelahnya, aku sama sekali tidak pernah berniat melamar pekerjaan. Kenapa harus melamar pekerjaan? kenapa bukan menciptakan lapangan pekerjaan???

Tapi aku lebih memilih diam dan membiarkan Beliau mengasihaniku....




Do You Know What....
Karena aku tidak bekerja di sebuah perusahaan / instansi, aku juga tidak punya Boss, maka aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya).
Tapi Alhamdulillah... lebaran tahun ini aku menerima THR untuk pertama kalinya! Hihihiihihi.....
Kok bisa???  Masih ingat Tumpeng Ngetril ku???






Tumpeng Sego Jagung yang aku buat untuk merayakan Ulang Tahun Pakdhe Cholik ini ternyata membawa berkah. Aku jadi juara ke 9 , mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 100.000 dan sebuah Buku berjudul Blogging for Money. Alhamdulillaaaaaah.... Terima Kasih Pakdhe....

Lihat tumpeng diatas, aku jadi lapar...
dan ngomong soal makanan, aku ingin bertanya, siapa penggemar gudeg??





Do You Know What....
Sekarang sudah ada gudeg kaleng!!! Kini kita bisa makan gudeg yogya dimana saja, dan kapan saja!!!
Betapa menyesalnya aku baru tahu soal gudeg kaleng sekarang. Kenapa tidak dari dulu saja... ketika merasa tersiksa dan kebingungan mencari makan di China yang disana semua masakan serba babi ???
Sekarang, kalo mau ke jalan-jalan ke luar negeri gak usah bingung lagi. Tinggal bawa beberapa kaleng gudeg, pasti di luar negeri tidak akan tersiksa lagi, dan gak kangen masakan indonesia lagi. Sip kan?

Gudeg Bu Tjitro ini sudah ada sejak 1925, dan hingga kini masih mempertahankan resep warisan keluarga. Gudeg Kaleng Bu Tjitro adalah inovasi terbaru dari generasi ke empat keluarga Tjitro. Bisa di dapatkan di Restoran Gudeg Bu Tjitro Jalan Janti 330 Yogyakarta.  Kini gudeg kaleng Bu Tjitro juga sudah banyak dijual secara online.

Harganya??
Rp. 20.000 / kaleng.

Rasanya??
Ah.... apa masih perlu bertanya???
Enak laaaaah



Piknik di kutub selatan, Shopping di zimbabwe, Sunbathing dataran tinggi mongolia atau Ngabuburit di paris... sekarang dimanapun kita berada, selalu bisa menikmati gudeg jogja..... enak kan???