Wednesday, January 23, 2013

Yellow Kawoong Pouch



dibuat khusus untuk mendukung kuis di BLOGCAMP hari ini. Temanya YELLOW-kan hidupmu.  
Gak sabar, pingin tau siapa yang mendapatkan salah satu dompet batik kawung kuning ini. Kuningnya cantik sekali kan?

kunjungi BLOGCAMP  www.abdulcholik.com   untuk mendapatkan pouch kuning ini

Saturday, January 12, 2013

ONE DAY





aku benar-benar tak tahu...
aku ini Emma Morley atau Dexter Mayhew
mereka berdua sangat bodoh
tapi aku jauh lebih bodoh.



please forgive me....
you should tell me what to do
coz  i'm completely an idiot.






Monday, January 7, 2013

Nikmatnya di-Madu





Siapapun pasti sudah tahu, madu punya banyak khasiat, obat dari segala penyakit. Al Quran sendiri sudah menyebutkan hal itu, pada surat An-Nahl 69. Tapiiii..... jujur saja, aku baru merasakan khasiatnya sebulan yang lalu, dan aku sangat sangat bersyukur Allah menciptakan madu. Benar benar maha suci Allah deh...

Berawal dari keresahan seorang emak, yang memiliki putri kecil dengan nafsu makan yang kecil pula. Duuuh, siapa yang gak stress jika anaknya cuman makan nasi maksimal lima kali suapan dengan volume suapan yang sangat kecil???

"Duuuh, kapan gemuknya kalo makannya sedikit banget Nak?"

Apalagi ketika melihat adikku menyuapi anaknya yang baru berumur 2 tahun, rasa iri begitu memuncak. Anaknya benar-benar bisa bekerja sama!!  Mudah sekali menyuapinya, segala macam makanan pun dengan lahap bisa dimasukkan ke dalam mulutnya. Waktu kutanya apa rahasianya, adikku menjelaskan tentang madu. Setiap pagi, begitu anaknya bangun tidur, sebelum makan dan minum apapun, Adikku langsung menyuapkan satu sendok makan madu. Dan efeknya... nafsu makan anaknya pun memuncak.

Aku langsung mempraktikkannya, tentu saja.... tapi ternyata tak semudah yang dikira. Dija langsung muntah begitu madunya tertelan. Belom lagi drama nangisnya Dija karena aku paksa meminum satu sendok makan madu. Berhari hari perang, berhari hari muntah... akhirnya aku berhenti. Kasihan Dija....

Lalu suatu hari, ketika ngobrol dengan seorang pembeli di toko.... si pembeli ternyata juga me-madu anaknya setiap pagi, dan anaknya subhanallaaah lemu ginuk ginuk !!!  Semangatku pun tumbuh lagi. Esoknya aku berusaha memadu Dija lagi, tapi kali ini dicampur dengan air, agar tidak terlalu kental. Jadi untuk Dija, madunya cukup satu sendok teh, dicampur satu sendok teh air putih biasa. Alhamdulillaaah Dija tidak muntah lagi. Dan Dija juga dengan sukarela meminumnya.

Efeknya???
Nafsu makan Dija meningkat.... well, tidak meningkat drastis sih... tapi setidaknya lebih gampang menyuapinya makan, kuantitas makanan yang masuk pun bisa dibilang meningkat banyak. Meskipun Dija tidak serta merta langsung jadi lemu ginuk ginuk, tapi sebagai emaknya aku sangat sangat gembira melihat Dija setiap hari makan lebih banyak dari biasanya.

Sekarang... kami berdua sedang menikmati indahnya di-MADU !!!

Emak-emak yang stress karena nafsu makan anaknya dibawah rata-rata, segera saja di-MADU yaaa....

Friday, December 21, 2012

Hitam Manis



Aku bertemu si Hitam Manis ini di alun-alun Jombang, ketika Aku dan Dija bermain-main disana. Memberi makan ratusan burung merpati, mengejar-ngejar mereka, dan berlarian di rerumputan. Saat Kami kelelahan, seorang wanita berdandan pengemis menghampiri kami, tangan kirinya menggandeng seorang anak kecil seumuran Dija, mari kita sebut dia Si Hitam Manis.

Sebenarnya aku paling benci dengan orang-orang yang berdandan pengemis dan memakai anak-anak sebagai atributnya. Jaman sekarang, pengemis bukan sebuah keterpaksaan, tetapi sebuah pilihan profesi. Banyak orang orang mampu tapi malas yang lebih suka bekerja sebagai pengemis. Dan membawa bayi atau anak anak sebagai atributnya sama saja dengan mendidik mereka, menjadikan mereka calon-calon pengemis masa depan. Yah... lupakanlah saja masalah sosial yang satu itu.... karena aku jatuh cinta pada Si Hitam Manis.

Kulitnya legam terbakar matahari, kakinya kotor karena menyapu debu jalanan. Bajunya benar-benar lusuh, tapi aku bisa melihat betapa lucu model tuniknya jika saja sudah dicuci bersih, sementara celana birunya tampak sedikit kebesaran. Mungkin celana itu dulu milik kakaknya, dan kini menurun padanya, sebuah warisan, sebuah lungsuran. Rambutnya hitam keemasan karena kurang protein tampak sangat tipis dan kering mengingatkanku pada rambut jagung, warnanya sungguh mirip. Cara ibunya mengikat rambut Si Hitam Manis sempat membuatku tersenyum senang, modelnya lucu sekali. Jabrik-jabrik berdiri ke atas, persis seperti bunga terompet yang mencari sinar matahari. Matanya jernih sekali, menatapku tajam namun tak menghakimi. Dia melihatku mengutak-atik lensa kamera, dan diam saja ketika aku memotretnya. Dia mungkin belum pernah melihat kamera seperti itu, keingintahuannya bisa aku rasakan. Aku sempat tersenyum, berharap dia tersenyum juga meskipun malu-malu. Ternyata harapanku meleset, dia tetap tenang didepanku, sambil tetang menggandeng tangan ibunya.

Aku lihat Si Hitam Manis... dia benar-benar cute, dia benar-benar cantik. Meskipun tanpa gaun yang indah, meskipun tanpa senyuman di wajahnya, aku bisa melihat kecantikannya. Dalam hati aku hanya bisa berdoa, semoga dia punya masa depan yang cerah dan seribu keberuntungan menunggu di depannya. Kelak bisa saja dia menjadi Oprah Winfrey, pembawa acara kaya raya dengan masa kecil yang sangat sangat kelam. Atau Halle Berry, aktris cantik jelita pemenang oscar yang juga punya masa kecil kurang bahagia. Who knows...

Semoga Allah mengabulkan doaku....

Tuesday, December 18, 2012

Words Puzzle Surprise

Sebenarnya postingan ini hendak diikutkan dalam Budhe Gembul Giveaway, tapi sayang sekali waktu pendaftaran sudah ditutup dan bahkan sudah diumukan pemenangnya!!!

Yup, my mistake!!!!!  salahkan aku... aku mengira waktu pendaftarannya hingga akhir bulan ini, sementara minggu lalu aku tidak punya kesempatan untuk ngeblog. Tapi its OK... ikut giveaway ini kan bukan untuk mengejar selembar kaos CakCuk, tapi dengan niat tulus memberi saran dan ide buat perayaan Fifth Anniversary Long Distance Relationshipnya Budhe Gembul dan Pakdhe Gembul.... So, posting jalan terus.... semoga bisa memberi inspirasi buat Budhe Gembul di perayaan ke enam tahun atau tujuh atau delapan.

Jadi begini ceritanya....

Budhe Gembul tinggal di Surabaya, sementara Pakdhe Gembul tinggal di somewhere in Borneo. Awal tahun depan, adalah tepat lima tahun hubungan cinta kasih mereka... sayangnya, Budhe dan Pakdhe "mungkin" tidak bisa merayakannya bersama-sama. Padahal bagi Budhe Gembul, hari itu sangat special. Maka terbersit niat di lubuk hati Budhe Gembul untuk memberikan a little surprise buat Pakdhe yang berada di perantauan. Masalahnya adalah, Budhe Gembul sedang tidak punya ide segar sama sekali...  So here I am... yang akan memberikan satu ide buat Budhe Gembul.

Idenya adalah, Send Him A Words Puzzle Surprise.
Monggo Budhe Gembul membuat satu kalimat yang sangat berarti untuknya, lalu pisahkan kalimat tersebut tidak berdasarkan kata perkata, tetapi buatlah agar sedikit aneh bin ajaib. Buat menjadi beberapa potongan.

Langkah selanjutnya adalah, Send His Favorite Food With The Message.
Pernah dengar istilah dari perut naik ke hati kan??? Maksudnya pikatlah pasangan dengan makanan yang enak.Pasti selama 5 tahun berpasangan, Budhe Gembul pasti sudah tau makanan favorit Pakdhe Gembul. Pilihlah makanan ( cemilan) yang dijual online agar bisa mengirimnya dengan mudah. Atau jika memungkinkan mengirimkannya sendiri, malah lebih baik. Nah, kirim satu persatu potongan kata tadi dengan makanan yang berbeda-beda.



Tips yang perlu diperhatikan adalah, Sebaiknya jangan mengirimkan makanan yang berumur pendek alias mudah basi. Budhe Gembul bisa mencari info tentang toko kue di kota tempat tinggal Pakdhe, yang melayani jasa antar. Dan pastikan potongan puzzle terakhir tiba tepat atau mendekati hari perayaan, sehingga Pakdhe Gembul bisa membaca pesannya pada hari itu.





Itulah sumbang ideku buat Budhe Gembul, semoga bisa memberikan inspirasi meskipun ideku tidak 100% dipakai. Buat teman-teman blogger yang sedang menjalani long distance relationship, silakan memakai ide ini untuk menyenangkan Si Dia nan jauh disana....

Kalo Budhe Gembul mau pake ide ini (cieee... GR banget ya idenya mau dipake), atau siapapun yaaa.... jangan lupa untuk mempostingnya. Bagi-bagi cerita manisnya memberi kejutan words puzzle surprise ke pasangan...

Thursday, December 6, 2012

Ciplukan - "Physalis Angulata"

Namanya Cipluk'an. 
Sejak kecil aku menyebutkan begitu.  Masa itu, setiap kali ke sawah, aku selalu mencari buah yang tertutup kelopak ini. Rasanya manis asam, seperti tomat, seperti carson fruit, tapi berbeda... rasanya unik. Subhanallaaaah....






Namanya Cipluk'an.
Yang aku tahu, buah ini tidak memiliki nilai komersil sama sekali di Indonesia. Tapi ketika berkunjung ke Zhangjiajie China tahun 2009 lalu, aku mendapati banyak kios penjual buah-buahan di sana menjual Ciplukan. Aku terpana luar biasa, melihat mereka menjualnya kiloan, dan melihat ukuran ciplukan di sana dua atau bahkan tiga kali lipat ukuran ciplukan di Indonesia. Subhanallaaah







Namanya Cipluk'an.
Ternyata buah lucu ini punya nama latin Physalis Angulata.
dan Subhanallaaaaah...... ternyata buah ini memiliki banyak khasiat... di buahnya, di daunnya, di batangnya, di akarnya.... Tak percaya? Coba tanyakan Mr Alamendah  tentang khasiat Ciplukan ini.





Namanya Cipluk'an.
Sejak kecil hingga kini, aku menyebutnya begitu... Sejak kecil hingga kini, aku menyukainya.
Bagaimana teman-teman menamai buah kecil ini??




Monday, November 19, 2012

Menanti Senja di Bale Kambang



Setelah kenyang menikmati sarapan Bakso Bakar Pak Man di Malang, Yellowlife beserta tiga temannya langsung meluncur menuju area Malang Selatan. Berbekal GPS di Galaxy Tab, dan beberapa kali berhenti untuk bertanya arah pada penduduk asli, kami pun sampai di Pantai Bale Kambang.

Alhamdulillaaaaah....




Kami menginjakkan kaki di Bale Kambang tepat tengah hari, ketika matahari benar-benar terasa di atas kepala. Pasir putihnya yang benar-benar lembut, berbentuk butiran butiran bulat seperti lada putih, tapi berukuran jauh lebih kecil dari lada, terasa panas di kaki karena memang hari itu matahari tampaknya sedang ingin berkuasa.  Tapi tentu saja, hal itu tidak bisa mengurungkan niat kami untuk melepaskan hasrat bernarsis ria di pantai. Pasir putih, laut biru dan langit yang benar-benar biru merupakan pemandangan langka bagi kami yang tinggal di daerah jauh dari pantai.

Sebenarnya sebagai tempat wisata resmi yang dikelola pemerintah daerah, Bale Kambang sudah memiliki fasilitasnya yang lengkap. Tempat parkir yang lebar, beberapa kamar mandi yang lumayan, permainan semacam flying fox dan teman-temannya, juga kios kios penjual makanan maupun cinderamata bertuliskan Bale Kambang, semuanya sudah tersedia di sana. Tapi kami berempat memilih berdiam diri menikmati angin, ombak dan keindahan laut selatan yang memanjakan mata.










Sampai akhirnya tak terasa, sunset yang ditunggu-tunggu pun mulai terlihat, Subhanallaaah, warnanya menakjubkan. Beruntung sekali kami bisa menikmati keindahan matahari terbenam di pantai selatan. YellowLife berhasil menangkap 3 warna langit yang berbeda, semoga teman-teman blogger bisa ikut menikmatinya....







Big Thanks to Dewie, Yoppy dan Mr Adhi, sudah bersedia menemani YellowLife mencari sunset di Bale Kambang.


Friday, November 16, 2012

Mencari Bunga



Pagi tadi, Aku dan Dija jalan-jalan mencari bunga, mencari kupu-kupu. Kami tinggal di wilayah pertokoan yang ramai dan penuh sesak, jadi agak susah mencari hutan kecil, atau padang rumput penuh bunga. Yang ada hanya sepetak tanah, bekas reruntuhan bangunan, yang ditumbuhi semak-semak dan bunga liar. 

Di situlah setiap pagi bermekaran bunga kecil berwarna ungu yang cantik. Tidak banyak sih, tapi sudah cukup menyenangkan Dija.




Kami mengumpulkan banyak bunga, membawanya pulang,  lalu membuatnya jadi a purple flower bouquet yang cantik.




Bunga putih di bawah ini, bentuknya juga seperti terompet, hampir sama dengan bunga ungu tadi. Hanya saja ukurannya lebih kecil. Mereka sangat lucu...




Ada juga semak semak berbuah butiran hitam seperti foto di bawah ini. Ketika masih kecil dulu, teman-temanku menyebutnya 'mangsi-mangsian'. Mangsi adalah bahasa jawa yang artinya Tinta. Buah hitam kecil-kecil  itu disebut mangsi-mangsian karena ketika buahnya dipencet, akan keluar cairan hitam seperti tinta. Tentu saja akan mengotori tangan dan baju kita.





Aku mengenalkan pada Dija, buah hitam itu... sayang aku tak tahu namanya.
Pertama kali Dija menerimanya, dia langsung bersiap melahapnya. Mungkin dikiranya buah mulberry, heehehhehe....

Begitulah pagi kami hari ini...bagaimana pagi teman-teman blogger???

Saturday, November 10, 2012

Bakso Bakar Pak Man Malang



Siapa penggemar bakso???
Aku mungkin akan angkat tangan tinggi-tinggi. Tentu saja aku yakin, bukan hanya aku yang menggemari bakso kan... kebanyakan rakyat Indonesia  (ciiieeee......) pasti juga menggemari makanan yang sangat gampang di temui di mana mana ini.

Beberapa waktu yang lalu, ketika berkunjung ke Malang, Dewie--sahabatku-- berhasil menyeretku ke sebuah gang sempit. Kami lalu berhenti di depan SMPN 5 dan SMPN 9 Malang. Rupanya disitulah bakso bakar Pak Man berada. Sejak awal kami tiba di Malang, Dewie selalu saja menceritakan tentang kelezatan bakso ini. Well.. kini saatnya membuktikannya.




Bakso Bakar Pak Man tidak memiliki banyak varian isian. Satu mangkuk bakso hanya diisi oleh bakso, tahu, dan mie putih. Lalu apa kehebatannya?

Dewie pun menjawab, alasan pertama adalah baksonya benar-benar enak. Baksonya dibakar menggunakan arang, lalu di siram dengan saus khusus. Kita bisa memilih tingkat kepedasannya sesuai dengan selera kita.
Alasan kedua, Kuahnya nendang banget. Berasa kaldunya. Meskipun baksonya sudah habis, kita pasti tetap menghabiskan kuahnya karena tak rela meninggalkannya begitu saja. Alasan yang ketiga, menurutku agak tak masuk di akal, yaitu karena keunikannya. Dewie bilang, bakso ini tak pernah sepi. Selalu ramai pembeli, meskipun tempatnya bisa dibilang tidak nyaman. Bagaimana tidak.... pengelola bakso Pak Man ini tidak menyediakan meja yang layak untuk para pengunjung. Di tengah-tengahnya hanya diberi kursi panjang sempit, sehingga mau tak mau pengunjung bakso akan menikmati baksonya dengan memegang sendiri mangkuknya. Sejak Dewie menjadi pelanggan setianya tahun 2000, hingga kini tidak ada perubahan rasa, maupun prasarana pendukung. Semuanya tetap. Pembeli bakso pun tetap rela mengantri, kalo perlu mereka rela makan sambil berdiri. Nah lhoooo.....





Soal harga... ini yang menjadi masalah. Harganya lumayan premium untuk ukuran bakso di gang sempit. Satu butir bakso dihargai 1500 rupiah, sementara satu butir bakso bakar harganya menjadi 2500 rupiah. Ketika itu kami datang berempat, dan mampu menghabiskan sekitar 40 butir bakso bakar. Kebayang kan berapa yang harus kami bayar.....

tapi tentu saja, worth it banget!!!!  puas dengan rasanya.






Keunikannya lagi, setelah bakso dibakar, akan ditempatkan di satu mangkuk khusus bakso. Sementara kita akan mendapatkan satu mangkuk lagi yang berisi mie putih, tahu, dan kuahnya. Agak ribet ya? apalagi tidak ada meja....

Tapi tenang saja... semua keribetan itu terkalahkan dengan kelezatan bakso bakarnya. Dijamin deh... kita pasti baru beranjak dari situ setelah semua mangkuk benar-benar kosong...





Setelah menikmati bakso pedas panas-panas.... tentunya kita butuh sajian yang mendinginkan tenggorokan. Nah, tepat di sebelah kios bakso bakar Pak Man ini, ada sebuah gerobak penjual Es Ketan Hitam yang benar-benar menyegarkan. Sebuah paduan yang sempurna deh pokoknya.






Ada yang berencana ke Malang??
jangan lupa untuk menjadikan Bakso Bakar Pak Man ini sebagai detinasi wajib ya....