Monday, July 30, 2012

County Wicklow




Sudah nonton P.S. I Love You kan???
Sudah nonton Leap Year juga kan???

Kedua film romantis itu punya satu kesamaan. Ada yang tahu, apa kesamaannya???






Yup, keduanya syuting di County Wicklow, Ireland.

Ketika nonton P.S. I Love You, aku langsung takjub melongo bin tergila gila melihat lokasi dimana Holly (Hillary Swank) pertama kali bertemu Gerry (Gerad Butler).  Dan ketakjuban itu semakin menjadi-jadi ketika nonton Leap Year, dimana Anna (Amy Adams) terdampar di Dingle dan memaksa Declan (Mathew Goode) mengantarnya ke Dublin. Subhanallaaaah..pemandangannya benar-benar indah.


http://www.movies-view.com/download-leap-year-movie



dan... suatu hari nanti, aku HARUS bisa kesana.
Aaamiiiiiiiiiiiinnnn....


Wednesday, July 25, 2012

Bromo (lagi)


Setelah menikmati Jazz Gunung 2012  tanggal 7 Juli lalu, YellowLife kembali menikmati Bromo keesokan harinya. Pemandangan Bromo sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya pada akhir mei. Bromo di bulan July dinginnya lebih menusuk, namun jauuh lebih kering karena memasuki musim kemarau. Padang rumput di savana berubah jadi coklat, bunganya pun mengering. Suasananya jadi mirip padang rumput afrika.

Pemandangan yang paling bagus saat itu menurutku adalah awannya. Subhanallaah deh, awan yang menyelimuti Bromo tampak seperti hamparan salju jika dilihat dari Penanjakan. It was amazing melihat awan ada di bawah kita.





Dan ketika turun ke lautan pasir, lagi lagi awannya tampak begitu cantik. Terlihat seperti dekat... jadi pingin loncat menggapainya. Tapi ternyata masih terlalu tinggi, hehehehe




Wednesday, July 18, 2012

Tribute to BlogCamp


Ngaku blogger tapi gak kenal BlogCamp?? sepertinya kok kurang afdhol yaa...
karena itu, semoga dengan adanya postingan ini, blogger yang ngaku blogger tapi belum kenal BlogCamp bisa langsung berkenalan dengan BlogCamp berikut Komandan di baliknya.

Adalah PakDhe, alias Mr.Abdul Cholik, pria gagah kelahiran Jombang Jawa Timur 62 tahun yang lalu, yang memiliki sebuah blog fenomenal berjudul BLOGCAMP. Nama blog yang merupakan singkatan dari Blog Campursari ini baru berusia 3 tahun, tetapi coba lihat apa yang telah diraihnya. PR-nya 4. Jumlah pengunjung  perharinya pastilah mencapai jutaan orang. Hampir tiap minggu mengadakan kontes bergengsi.  Jumlah komentator di setiap postingannya tidak pernah dibawah 30. Postingan segar teraktual selalu hadir tiap hari di blog ini. Dan entah Sang Pemilik sadari atau tidak, blog beserta pemiliknya telah menginspirasi begitu banyak blogger, termasuk tentu saja..aku. hehehehe

BlogCamp memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Pakdhe Cholik. Beliaulah yang secara tidak langsung mengajari kita semua tentang bagaimana NGEBLOG SING ENAK TAPI GAK SAK ENAKE, ngeblog yang enak tapi tidak seenaknya. Membuat postingan yang bermanfaat, yang jujur dan tidak dibuat-buat tetapi tetap enak dibaca. Pribadi Pakdhe sendiri juga selalu memberi contoh yang baik, misalnya bagaimana PakDhe selalu berbagi ilmu dan rejeki dengan blogger lain, selalu semangat bersilaturahim, dan selalu sederhana dalam segala sesuatu. Aku selalu kagum akan hal itu.....



dan di ulang tahun BlogCamp yang ketiga ini, YellowLife dan Baby Dija ingin ikut menucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga BlogCamp tetap menjadi contoh buat kita semua, semoga BlogCamp tetap menebarkan manfaatnya semakin luas dan semoga BlogCamp selalu menjadi amal baik dan amal jariyah buat pemiliknya. aaamiiiiiinnnn....



Thursday, July 12, 2012

Jazz Gunung 2012

photo by:    www.jazzgunung.com

Belum banyak orang yang tahu tentang Jazz Gunung, karena event tahunan ini baru berjalan 4 kali. Jazz Gunung merupakan pertunjukan musik jazz bertaraf internasional dengan tambahan komposisi etnik yang diadakan di ketinggian lebih dari 2000 m di atas permukaan laut, yaitu di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Lalu apa yang special dari acara ini?

Salah satu yang membuat Jazz Gunung begitu special adalah mungkin Jazz Gunung adalah satu satunya acara musik jazz di dunia yang digelar di pegunungan (mengingat biasanya pagelaran musik jazz selalu diadakan di kota besar), di alam terbuka dengan atap langit dan background pengunungan yang sangat indah. 

"Jazz Gunung adalah konsep paling unik dalam perhelatan jazz yang pernah ada di Indonesia, dan mungkin juga di dunia. Sebuah hajatan jazz digelar di pegunungan pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Sebagai perbandingan, dua festival jazz di Indonesia seperti JakJazz dan Java Jazz diadakan di pusat kota besar yaitu Jakarta. Peristiwa musik sejenis hampir semuanya digelar di kota dengan lansekap kultur masyarakat urban. Pengunjung tidak saja mendapat pengalaman auditif dari musik, akan tetapi lebih jauh mereka mengenal secara lebih intens alam Bromo. Memori auditif dan pengalaman visual itu diharapkan menjadi penyadaran untuk mencintai alam, memelihara dan menjaga Bromo. Pada gilirannya langkah-langkah itu akan mengundang lebih banyak orang untuk datang ke Bromo. Selanjutnya Jazz Gunung akan memberi nilai ekonomi pada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru." Frans Sartono - KOMPAS.




Jazz Gunung tahun 2012 telah sukses digelar di Hotel Java Banana Bromo pada tanggal 6-7 Juli kemarin. Alhamdulillah aku dan teman-teman pada hari kedua bisa bergabung di antara ratusan penonton yang menggigil kedinginan hari itu. Yup... Bromo saat musim kemarau sangat sangat dingin, tapi tentu saja itu tidak menghalangi ratusan penonton memenuhi lokasi acara. Begitupun dengan para performersnya, mereka semua all out memuaskan penonton. Two thumbs for all of them.


photo by    www.jazzgunung.com


Acara dimulai pukul 2 siang, dan berakhir pukul 9 malam. Sebagai pembuka adalah grup kesenian etnik dengan tampilan penari-penari ronggeng yang memukau. Lalu Trio Gondo tampil saat hari mulai petang. Dilanjutkan dengan penampilan dari Djaduk Ferianto dengan Ring of Fire Project featuring Slamet Gundhono. Musisi yang mendirikan Sanggar Wayang Suket itu memukau penikmat jazz dengan komposisi ciptaannya yang berjudul So in Depth.  Penampilan Djaduk bisa dilihat DISINI.

Iga Mawarni tampil setelahnya. Dengan blus merah menyala, Iga Mawarni memamerkan suaranya yang benar-benar merdu. Caranya menyanyi seperti mendesah saking merdunya....  dan ini kemudian menjadi bahan joke untuk duo Glenn Tompi yang tampil paling akhir.

Penampilan Iga Mawarni membawakan lagu Right Here Waiting  bisa dilihat DISANA.


Suhu di Bromo makin malam makin menurun... tapi jumlah penonton berbanding terbalik. Setelah magrib, lokasi jadi makin penuh sesak, susah sekali mencari tempat duduk. Banyak penonton memilih berdiri demi menikmati pegelaran jazz yang hanya terjadi setahun sekali di Bromo itu.

Untungnya ada trio pembawa acara yang super ngocol, penonton yang menggigil kedinginan seakan lupa akan suhu yang terus menurun karena  dibuat tertawa terbahak bahak setiap saat. Butet Kertarajasa sebagai salah satu pembaca acara tentu saja meluncurkan edisi lawakan politis. sindiran sindirannya yang to the point selalu saja terlihat cerdas. Sementara Alit, pembaca acara yang paling kanan bisa mengimbangi kecerdasan Butet. Alit atau Marwojo Junior ini sanggup membuat Butet dan seluruh penonton geleng-geleng kepala karena kegilaannya. Good Job Alit !!!

find Alit on twitter :  @Alitalit_





Suara bergermuruh penonton menyambut penampilan duo Glenn Tompi. Berbeda dengan Iga Mawarni yang tampil sebelumnya, membawakan lagu-lagu mellow yang romantis, musik yang diusung Glenn Tompi membuat penonton ikut bergoyang. Bicara soal lagu, soal musikalitas, atau kualitas suara, tentu saja tidak ada yang meragukan duo ini. Semua juga tau, mereka berdua musisi papan atas. Tapi yang belum banyak orang tahu adalah... ternyata duo Glenn Tompi super kocak!

Glenn Tompi tidak berniat menjadi pelawak di atas panggung, tapi percakapan dan bercandaan mereka yang saling mencela satu sama lain ternyata membuat penonton tertawa terpingkal pingkal. Misalnya ketika Glenn mengatakan bahwa Tompi 'nafseng' mendengar desahannya Iga Mawarni, Tompi tak mau kalah. Penyanyi yang juga seorang dokter itu menambahkan "Apalagi Glenn yang sudah lama tidak pernah ke PUNCAK ASMARA". Tawa penonton pun pecah....

Tak cuma itu, Tompi mengejek Glenn dengan sebutan "ambon gila". sementara di kesempatan lain, Glenn berkata  "Tompi selalu menyuruh saya untuk move on (melanjutkan hidup) tapi dia sendiri gak pernah move up (bertambah tinggi)".  Tinggi badan Tompi menjadi sasaran empuk buat Glenn. Dari bercandaan yang saling mencela sepanjang pertunjukan mereka, bisa dibilang mulut Tompi lebih panas dibanding Glenn. Hingga di satu saat, Glenn pun menyerah dengan mengumpat  "ASU!" Hehehehhee....





Secara keseluruhan, dari tepuk tangan yang membahana, bisa dinilai bahwa penonton sangat puas dengan Jazz Gunung 2012 ini. Dan rupanya, Glenn dan Tompi pun mendapatkan energi yang sangat besar dan inspirasi segar untuk membuat event serupa tapi tak sama, yaitu Jazz Laut atau Jazz Pantai. Kita tunggu saja, kapan Glenn akan mewujudkannya.





So next year, siapa yang mau bergabung nonton Jazz Gunung di Bromo???

Thursday, June 28, 2012

Kelom Geulis KENG


Dahulu kala, Neng Geulis Sunda mungkin identik dengan kebaya dan batik warna-warni, payung tasikmalaya dan kelom kayunya. Sayangnya kini gambaran Neng Geulis yang seperti itu tidak bisa kita jumpai lagi sehari hari. Jaman sudah berubah, kebaya digantikan oleh kaos dan jeans sebagai pakaian seharu-hari. Payung Tasikmalaya apalagi.... ia kini hanyalah sebuah hiasan interior. Bagaimana dengan Kelom Kayu nya???

Kelom kayu khas sunda ini biasa disebut dengan Kelom Geulis (sandal kayu cantik) karena memang kelomnya sedikit genit, banyak hiasan ukiran maupun cat warna warni. Konon dahulu di Bandung ada 3 pembuat Kelom Geulis yang sangat sangat terkenal karena kualitas dan designnya. Tapi kini, dari 3 tadi hanya tersisa satu saja, yaitu Kelom Geulis KENG.




Kelom Geulis KENG kini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Keng. Meskipun tertatih-tatih bertahan hidup, Kelom Geulis KENG tetap teguh menjaga kualitas dan design yang lain daripada yang lain.

Dari workshopnya, kita pasti bisa menilai betapa KENG bertahan melawan perkembawan jaman. Rumah sederhana tempo doeloe itu tampak  terbenam karena diapit oleh bangunan-bangunan modern di sekitarnya. Bagitu masuk, kita langsung disambut oleh rak berisi kelom kelom geulis yang tertata rapi. Etalase di depannya masih tampak kokoh meskipun pasti umurnya tak muda lagi. Di sebelah kiri dipasang cermin besar, agak pembeli bisa melihat indahnya kelom saat dipakainya.

Aku dan Nona segera disambut oleh Mr Keng, sang generasi ketiga.

Awalnya agak takut, jangan jangan harganya selangit. Aku membuka pecakapan dengan sangat tololnya. "Yang paling murah, yang mana Pak?"

Beliau tersenyum dengan damainya, dan menjawab  "Di sini tidak ada yang murah... dan tidak ada yang mahal. Semuanya biasa saja...tapi kualitasnya luar biasa"

Hehehehee.... jawaban yang sangat sangat tepat. Aku pun langsung percaya diri memilih milih kelom.




Ternyata.... Kita bisa memilih sendiri padu padannya. Kita memilih sendiri style kelom kayunya...lalu memilih sendiri hiasan atasnya yang terbuat dari kulit lembu. Waaah, benar-benar dibikin bingung. Tapi sangat puas karena semuanya adalah selera kami sendiri.

Setelah mantap dengan pilihan, Mr Keng langsung mengerjakan sendiri kelomnya. Disesuaikan dengan bentuk anatomi kaki kita lho....

Hanya butuh 5 menit saja, Mr Keng sudah menyelesaikan kelom pilihan kami. Beliau benar-benar seorang maestro kelom geulis.





Ingin berlama lama memilih kelom lagi, tapi apa daya... kami tidak ingin tertinggal pesawat. Setelah membayar, kami pulang membawa sapasang kelom geulis dengan hati yang sangat sangat puas. Suatu saat, kami pasti akan kembali lagi kesana....



Monday, June 25, 2012

Menjadi Bos yang Baik

Membaca postingan PakDhe Cholik yang berjudul Tiada Hari Selain Senen, membuatku tertawa kecil sekaligus merasa miris. PakDhe dalam postingan itu bercerita soal situasi kerja yang tidak menyenangkan karena adanya Bos/Pimpinan yang sukanya marah-marah melulu (Dalam bahasa jawa, diseneni artinya dimarahi). Dan tentu saja hal itu membuat anak buahnya merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerja.

Pemandangan seperti itu pernah aku temui di sebuah toko besar di kawasan segitiga emas surabaya. Sebuah toko yang super sibuk, beromzet milyaran rupiah tiap bulannya, dipimpin oleh seorang Bos perempuan yang cantik sekali. Aku yakin, siapapun yang melihat bos itu pastilah merasa kagum. Bagaimana tidak... kulitnya seputih porselen, wajahnya cantik sekali mirip Liv Tyler, rambutnya panjang dan lebat dengan warna kecoklatan mirip rambut bintang film hollywood, pakaiannya selalu rapi dan enak dipandang, dan selalu anggun dengan high heels nya.

"I wanna be like her... I wanna be like her!"  sahutku dalam hati.
Aku benar-benar mengidolakannya, aku ingin menjadi sepertinya. Menjadi Bos perempuan yang sukses menjalankan bisnis beromzet milyaran rupiah tiap bulannya, menguasai pasar indonesia timur, memiliki puluhan pegawai dan mampu senantiasa tampil cantik luar biasa. Aku tergiur....

Tapi sejenak kemudian...

Ada dua orang pegawaiinya datang menghadap. "Bu, itu kontainernya gak cukup".
Ibu Bos yang cantik langsung melotot, "Kok bisa gak cukup itu gimana? Dasar Goblok ngatur gitu aja gak bisa. Kemaren kan kita kirim kontainer juga ke Manado, barangnya sama persis, jumlahnya sama, tapi muat. Sekarang kok gak muat?? Kalo atur barang itu pake otak dong! Otaknya dikemanain??? Jangan asal masukin kontainer. Kalian ini goblok apa gimana sih?  Saya gak mau tau, kamu bongkar itu kontainer, lalu masukin lagi sampai cukup!!!"

Astaghfirullaaah....
Impianku menjadi sepertinya serta merta menguap begitu saja. Benar benar hilang tak berbekas....
Tentu saja aku tidak ingin menjadi bos yang seperti itu, yang memarahi anak buahnya dengan kata-kata yang menyakitkan hati, dan dilakukan di depan banyak orang. Meskipun seandainya kita benar-benar orang yang bodoh, aku yakin tak seorangpun dari kita yang ingin dibilang bodoh.

Aku yang menyaksikan peristiwa itu saja merasa ikut sakit hati, padahal predikat "goblok" itu tidak ditujukan padaku. Tapi mendengarkan saja...rasanya dada ini ikut terbakar. Bagaimana dengan mereka... dua orang pegawai yang datang menghadap tadi... Jika saja aku digaji tinggi, tetapi setiap hari dikata-katain dengan perkataan yang buruk dan menyakitkan hati, tentu saja aku tidak akan betah bekerja berlama lama di tempat itu.

Menjadi bos itu gampang, semudah menjentikkan jari. Selama kita bisa menggaji orang, mempekerjakan orang, maka kita akan langsung menjadi Bos. Iya kan??

Tapi menjadi bos ternyata tidak bisa dianggap enteng. Bos, Majikan, Juragan, Pimpinan atau apapun sebutannya memiliki tanggung jawab yang tidak boleh dientengkan. Selain harus mencukupi kesejahteraan anak buahnya, seperti gaji tiap bulan, uang makan, jaminan kesehatan, dan lain sebagainya, seorang bos harus memiliki stok MAAF yang tidak terbatas.



Bukankah pelayan, anak buah, pegawai, karyawan apapun namanya... jasanya sudah teramat besar buat kita? Jika kita memperlakukan mereka dengan sangat-sangat baik dan layak, menganggapnya sebagai anggota keluarga kita sendiri, insyaAllah mereka juga akan tetap betah bekerja untuk membantu kita, dan mereka juga tidak akan ragu untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.









Artikel ini untuk menanggapi artikel BLOGCAMP 
yang berjudul Tiada Hari Selain Senen 
tanggal 25 Juni 2012.




Friday, June 15, 2012

Trans Studio Bandung 2


Gerbang masuk Trans Studio Bandung, foto diambil saat magrib.

Sebelum berangkat ke Trans Studio Bandung, aku menyempatkan bertanya ke Mbah Google. Dari situ aku membaca 2 tulisan menarik soal tips menikmati Trans Studio Bandung sebagai pengantar. Silakan baca Disini dan Disana.

Berbekal informasi dan saran dari dua tulisan tadi, aku dan Nona sudah berada di loket pembelian Mega Cash pada pukul 9 pagi. Melihat banyaknya pengunjung yang mengantre, sempat terpikir olehku untuk membeli tiket VIP, tapi alhamdulillah hal itu urung dilaksanakan. Kami sengaja memilih hari senin untuk ke Trans Studio Bandung, dengan harapan jumlah pengunjung yang jauh dibawah jumlah saat weekend.

Datang tepat jam 9 pagi, ternyata membawa keuntungan sendiri. Kami leluasa melihat lihat, dan berfoto di beberapa spot cantik dengan suasana yang sepi. Kami juga sempat mencoba beberapa wahana sebagai peserta nomor satu, karena datang paling awal. Tapi tak lama kemudian... sekitar jam 10 hingga jam 11, pengunjung lain yang merupakan grup-grup besar mulai berdatangan. Trans Studio serta merta menjadi sangat crowded. Aku jadi mikir, gimana kalo weekend ya? atau ketika musim liburan anak anak sekolah???



Wahana ini namanya Vertigo, aku gak bakalan mau naik itu.... hehehhe...


Aku belum pernah menikmati Trans Studio Makasar, jadi belum bisa membandingkannya dengan Trans Studio Bandung. Namun jika boleh membandingkan, aku akan membandingkannya dengan Universal Studio Singapore dan Dunia Fantasi Ancol. Trans Studio Bandung jelas kalah besar dan kalah luas. Mengangkat tema Indoor Park terbesar sedunia, hhhm... rasanya kok sempit ya?  muter-muter lima kali juga belom capek tuh. Tapi keunggulannya, kita tidak perlu mandi keringat jika seharian bermain di sana.

Dari segi wahana permainan... hhm, menurutku Trans Studio sedikit mengecewakan. Tidak ada wahana yang baru. Dufan jelas lebih banyak pilihan. Tapi Yamaha Racing Coaster nya  sip banget deh. Patut dan harus dicoba!!!

Kemudian dari segi tema, aku sedikit bingung dengan Trans Studio Bandung nih.... disana ada tiga tema, yaitu Studio Central, Lost City dan Magic Corner. Di Studio Central, kita akan dibawa ke kawasan holywood. Bangunan-bangunan berarsitektur khas film-film amerika, dengan tokoh tokoh macam Elvis dan Marilyn Monroe. Lalu di Lost City kita akan dibawa ke suasana hutan rimba, perpaduan antara Jurassic Park, Pirates of Carribean atau Indiana Jones. Sedangkan di Magic Corner, seolah oleh kita masuk ke Diagon Alley-nya Harry Potter.





Nona berfoto dengan Kakek Penyihir dan Peri??  (tinkerbell wanna be??)

Nah, yang membuatku bingung adalah.... kok gak nyambung gitu loh... antara TransTv dan semua hal-hal yang berkaitan dengan film-film box office Holywood. Di Magic Corner, ada wahana rumah hantu yang dinamakan Dunia Lain. Tentu saja mengingatkan kita pada salah satu program transTv yang mengandalkan segmen Uji Nyali nya. Tapi di sebelahnya ada bangunan toko Magic Wand, yang menjual tongkat sihir. Lalu ada toko yang menjual broomstick. dan di tengah tengahnya ada sebuah kolam, seperti yang tampak pada foto di bawah ini. Kelihatan banget patung di sebelah sana adalah Harry Potter, tapi yang menjadi lawannya bukanlah Voldermort, melainnya lebih mirip Si Sirik (tokoh antagonis dalam kisah Dongen Oki dan Nirmala di majalah Bobo jaman dahulu kala). Dan untuk lebih menarik pengunjung... di area itu bersliweran beberapa orang dengan kostum menakutkan. Ada yang berkostum tengkorak, ada yang berkostum zombie. Nah lho.. makin gak nyambung kan???

Masalah nyambung-gak nyambungnya tema dengan isinya ini membuatku membandingkannya dengan Universal Studio Singapore yang OK banget jika dilihat dari kacamata tema yang dipakai. Sepertinya Universal Studio tuh lebih pantas memakai tema-tema holywood karena memang aslinya dari sana. Lha Trans Studio Bandung?? Kenapa tidak mengangkat tema lokal yang lebih indonesia aja. Mungkin satu satunya yang bertema indonesia banget hanyalah di Petualangan Si Bolang. Disini kita akan naik kereta kecil, berkeliling melihat aneka boneka yang ditata berdasarkan daerah-daerah di Indonesia. Tetap terasa kurang sip karena persis banget lah dengan Istana Boneka di Dufan. Malah mungkin lebih seru Istana Boneka di Dufan karena kita akan berkeliling di sungai buatan menggunakan kapal kecil.


Harry Potter,  riding his broomstick


Trans Studio Bandung juga menawarkan beberapa pertunjukan, sayangnya ketika kami kesana, salah satu pertunjukan di gedung broadwaynya yaitu Kabayan Goes To Holywood sedang libur. Jadilah kami hanya mendapatkan dua pertunjukan saja, yaitu Legenda Putra Mahkota dan Special Effects. 

Menonton pertujukan Legenda Putra Mahkota seharusnya menjadi moment yang mencekam, mengharu biru maupun melongo karena kagum. Tapi... nggak juga tuh, hehehhee. Aku dan Nona lebih sering tertawa geli melihat para pemeran satwa, karena sering kali mereka bercanda sendiri sesama teman satwanya. Jadinya kurang serius gitu....
Tapi secara garis besar, pertunjukanya lumayan laaah.... Aku suka melihat para pemain nya yang geulis geulis dan kasep kasep tuh. heheheehee

Sementara pertunjukan Special Effects nya...  Keren lah. Disini kita disuguhi atraksi beberapa pria yang memamerkan keahliannya freestyle, bermain dengan motor. Mulai dari ngebut, muter muter dengan motor, naik motor sambil berdiri, jungkir balik, lompat, dan lain sebagainya. Kurang cocok bagi anak anak kecil, karena suaranya yang memekakkan telinga, dan slogan "don't try this at home, at school, at mosque, and at everywhere deh pokoknya"  sangat sangat berlaku. Banyak video di youtube tentang pertunjukan special effects action ini. Salah satunya bisa dilihat di sini

Pertunjukan lain... hhm, semacam flashmob gitu, tapi cuman 2 orang pesertanya. Bisa disebut flashmob gak ya? hihihihihihiii...
Ketika kami sedang makan di salah satu resto, di sebelah kami duduk sepasang muda-mudi yang memadu kasih. (ciiieeeee bahasanya jadul banget yah) Nona sudah curiga, there's something wrong with that couple. Aku sih bodo amat mikirin tuh couple, lapar soalnya. Ternyata benar, gak lama kemudian mereka bertengkar. Si cewek lari ke jalan, sementara si cowoknya mengejar. Si cewek teriak teriak dan menampar si cowok.... lalu tiba tiba terdengar musik, dan pasangan yang bertengkar itu menari-nari di tengah-tengah pengunjung.  Bisa bayangin kan???


Soal makanan... hhhm, siap siap mengeluakan uang banyak untuk yang satu ini ya. Karena begitu masuk ke Trans Studio Bandung, tas kita digeledah dengan sopan untuk mencari secuil makanan dan minuman. Tidak boleh ada makanan dan minuman dari luar yang masuk. Alias pengunjung dipaksa membeli makanan dan minuman di resto-resto yang ada di dalam Trans Studio Bandung, tentu saja dengan harga yang berlipat ganda. Hal yang lumrah dijumpai di lokasi lokasi wisata yaaa...

Nah, yang penting untuk diketahui lagi, beli makanannya tidak menggunakan uang cash, melainkan memakai kartu ajaib yang disebut Mega Cash. Kartu ini bisa diisi ulang, dan bisa diuangkan juga saldo sisanya. Jadi saranku, begitu masuk Trans Studio Bandung, kita akan dikasi satu Mega Cash. Saat itu juga Isi kartu itu dengan saldo yang mencukupi. Karena begitu kita antri membeli makanan.... jangan sampai saldo kita tidak mencukupi. Sehingga kita harus mengisi ulang dulu... dan balik lagi ke antrian paling belakang. Gak enak banget kan???





Sekarang tibalah saatnya untuk menulis satu hal yang positif, yang membuatku ikut bangga dengan adanya Trans Studio di Bandung. Meskipun aku bukan warga Bandung, bukan pula bagian dari Trans Corp... let me say this...

Ketika sedang duduk-duduk sambil mencari ide mau ngapain lagi di Trans Studio  Bandung, aku bersebelahan dengan seorang ibu-ibu berkerudung khas wanita melayu. Aku menyapanya dan bertanya darimana asalnya. Beliau dari Malaysia, dan datang ke Bandung dengan keluarga besarnya. Tanpa kutanya, Beliau menambahkan betapa senangnya berwisata di Bandung. Menurutnya Trans Studio sangat menyenangkan dan bagus. Anak-anaknya sangat menikmati semua wahana disitu. Beliau juga bercerita betapa kalapnya belanja telekung bordir (mukena) di Pasar Baru yang dinilainya sangat sangat murah. Dan mengaku takjup dengan Tangkuban Perahu. Aaah.... somehow aku ikut bangga.

Sejak AirAsia membuka rute KL-Bandung, tentu saja makin banyak turis malaysia yang berbondong bondong datang ke Bandung. Aku menemukan mereka dengan jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit lho di Trans Studio Bandung.

Sementara di luar sana, maksudnya di luar Trans Studio Bandung, aku menjumpai banyaak sekali turis dari Malaysia, Singapore dan Thailand jalan jalan di Cihampelas. Bahkan di hotel, ketika sarapan pagi, sebagian besar meja di resto hotel dipenuhi oleh turis malaysia.

Hhmmm...... semoga ini awal yang bagus untuk kedepannya akan semakin banyak turis asing yang berlibur di Bandung. Kalo perlu Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Kiev-Bandung, atau Greenwich-Bandung yaa... hehehhee



ini sebenarnya mau foto yang mana ya? kok orangnya gak kelihatan????


Oh ya... satu tips lagi, Karena Trans Studio Bandung adalah taman bermain dalam gedung, maka kita akan menemui banyak lampu-lampu gemerlap menghiasi setiap sudutnya. Jangan lupa... siapkan kamera lebih awal yaa... settingannya harus pas. Untuk kamera pocket pakai mode Night atau FireWork (itu kalo aku sih....).

Done... itu tadi sedikit laporan soal Trans Studio Bandung. Mohon maaf belum bisa mengunjungi teman-teman blogger di Bandung, karena aku hanya stay di Bandung 2 hari saja. Next time, pingin ke Bandung lagi... tapi tujuannya Lembang! aaamiiiiin aaamiiiin... doain yaaa....


antrian yang panjaaaaaaaang dan laaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaa


Sunday, June 10, 2012

What A Life...



this morning, 
 I have my hot tea in a beautiful yellow mug




and lots of chocolates ready to eat






also a present in front of me





Alhamdulillaaah
What a life....
I couldn't ask for more



Thank You God, for giving me such a beautiful life. And also thanks to the people who gave me those presents : yellow mug, chocolates and the samsung. Thanks to  all of my family, my friends, and people around me... 

Monday, June 4, 2012

Trans Studio Bandung 1



akhirnya...

nyampe juga di Trans Studio Bandung
cerita dan foto foto lainnya menyusul yaaa.....

( pinginnya posting sekalian sambil nungguin pertunjukan, tapi batre abisss...)





Sunday, June 3, 2012

sunday Morning



sunday Morning di bundaran HI....
Asyik juga ternyata, meskipun jalan kaki pagi pagi belom sempat sarapan....
Banyak orang tua bawa anak-anaknya menikmati car free day. Jadi pingin banget ajak Dija juga...

Suatu saat ya Nak...
aaaaaamiiiiiinnnn



**kangen Dija  :'(