Wednesday, October 31, 2012

Things I Like This Week

"SOLO"
Untuk ke sekian kalinya ke Solo, tetap saja aku tidak bosan-bosannya berbelanja batik disana. Ribuan jenis kain batik dengan segala varian motif, bahan, warna dan tehnik batik dapat ditemui dengan mudah di Pasar Klewer dan Beteng. All you have to do is... berburu batik door to door. Siapkan kaki cadangan (dan uang extra tentunya) untuk memilih kain batik yang menggugah selera. Sebaiknya jangan memberi batasan, ehehehee... karena sebagai penggemar batik, sudah pasti akan melanggar batasan ketika kita berada di sana. Rencananya cuman mau beli 10 batik, tapi pulang membawa dua atau tiga kali lipatnya.... Subhanallaaah, bangkrut!!! heheeee.....

Mbak Ndutyke dan lainnya pernah bertanya, dimana bisa membeli kain batik warna warni yang memikat hati? Well... aku akan menyarankan untuk pergi ke Beteng, lantai dasar. Disana banyaaaak sekali kain-kain batik warna-warni. Harga bervariasi, ada yang Rp.15.000/meter kok. Jika kita belanja banyak, dan pintar menawar, mungkin saja harganya masih bisa ditekan lagi.

Apa nama tokonya... hhhm, karena aku menjelajahi setiap sudut dan banyak toko, jadi aku tidak bisa menyarankan satu atau dua toko. Karena tiap toko, bisa jadi berbeda koleksi motifnya.

Mau intip pelangi batik Solo.... Yuk, silakan nikmati fotonya...








Dan lagi-lagi, yang paling kusuka dari Pasar Klewer di Solo, aku selalu menemukan baju lucu buat Dija. Look at theese dresses.... sebenarnya ada 5 warna, tapi aku membeli 3 warna saja. Lucu banget kan?
harganya juga lucu banget, cuma Rp.35.000 per potong. Waaaah... i love Solo!!!!






"FLOWER PANTS"
Celana bermotif bunga memang sudah ada sejak dahulu kala. Tapi aku jatuh cinta padanya kira kira setahun yang lalu. Ketika sedang berjalan-jalan tak tentu arah di sebuah Mall di Malaysia, karena tak punya uang untuk shopping, akhirnya mata nih lebih asyik memandangi para pengunjung mall yang lain. Mataku tertuju pada seorang wanita arab yang cantik sekali.... dan dia memakai flower pant yang juga sama cantiknya. Serta merta aku ingin jadi (setidaknya mirip) secantik dia. Wanna see her picture ?




Dia benar-benar cantik kan??? Begitu pula celana berbunga-bunganya. Tapi aku tidak akan memilih model celana yang menggelembung di bagian bawah sepertinya. So, aku mencari inspirasi lain ke Holywood, dan hasilnya.... begitu banyak celebrity holywood yang menggemari flower pants juga. Jadi makin geregetan pingin punya sekuntum flower pant, hehehe



celebrities in floral jeans
http://news.instyle.com/2012/05/24/celebrities-in-floral-jeans/

Image
http://lexdoescollege.wordpress.com/2012/07/10/flower-power-47/

Butuh waktu sekitar setahun, hingga aku menemukan bahan yang mirip dengan celana si arab di atas. Sama sama berwarna dasar hitam dengan bunga bunga merah yang ranum. Aku segera membawanya ke penjahit langganan, dan hasilnya ... lumayan memuaskan bagiku. Jadi pingin bikin another flowery pants.....







"COEUR DE PIRATE"
I'm in love to Coeur de Pirate, 
Damn...she's so gorgeous!!!!

http://www.tumblr.com/tagged/beatrice-martin?before=1336411769

Nama aslinya Beatrice Martin, namun gadis berusia 23 tahun ini memilih menggunakan nama panggung Coeur de Pirate agar tampak seperti sebuah band. Dia adalah Seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Kanada. Pertama "bertemu" dengannya, ketika aku tersesat di sebuah blog perancis yang menggunakan lagunya sebagai background music. Dan seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, aku langsung menyukai lagu PLACE DE LA REPUBLIQUE. Meski lagu itu berlirik bahasa perancis, yang sama sekali aku tak tahu artinya... tapi mendengarnya bernyanyi benar-benar menghipnotisku.






Youtube tentu saja menjadi ladang yang paling pas untuk berburu lagu-lagu Coeur de Pirate yang lain. Hasilnya... seharian aku  betah berlama-lama di youtube hanya untuk mendengarkan Si Beatrice cantik ini bernyanyi. Dia benar-benar luar biasa, orisinil dan memiliki style nya sendiri. Coba dengarkan Umbrella milik Rihanna dinyanyikan olehnya, atau I Want It That Way nya Backstreet Boys.  

Lagu favoritku, tentu saja my first love, Place de la Republique. 
ayooo ayooo... kalo ada yang mau kasih hadiah CD albumnya Coeur de Pirate, aku gak akan nolak kok... hehehhee




Tuesday, October 23, 2012

SONY NEX 5N

Beberapa teman blogger pernah bertanya, "Pake kamera apa sih?"

Dulu aku selalu menjawab pakai kamera jadul, Canon IXUS 85 IS, sebuah kamera pocket kecil yang praktis dibawa kemana-mana. Cukup masuk kantung celana jeans, gak merepotkan di-cemplung-kan di tas kecil. Canon Ixus ku yang sangat bersejarah itu juga sudah menemani kami berjalan-jalan ke luar negeri segala... sudah mengabadikan jutaan moment penting, dan tentu saja memberikan kesempatan pada banyak orang untuk tersenyum ketika melihat foto yang dihasilkannya. Dibeli tahun 2006, Canon Ixus ku yang cantik sekarang dalam keadaan sehat wal afiat, tetap kuat bekerja dan siap dibawa kemana mana. Tapi setelah sekian lama pengabdiannya, rasanya sudah waktunya si cantik itu beristirahat duduk di bangku cadangan.

Karena telah datang penggantinya, my new partner... SONY NEX 5N  berwarna hitam legam yang sangat manis. Kamera mirrorless dengan lensa yang bisa ganti-ganti, dengan kemampuan yang (konon) bisa dibilang setara DSLR. Dan sejak lebaran kemaren, si hitam manis ini benar-benar menyedot seluruh perhatianku. 


foto diambil menggunakan Samsung Galaxy Tab


Hobiku selama ini --mengambil foto Dija setiap hari-- menjadi sebuah hobi dengan kenikmatan yang naik drastis berjuta juta kali lipat. Mengutak atik fiturnya, mencoba settingan ini itu. Yang paling aku suka adalah magic skin effect, wajah-wajah amburadul sepertiku jadi tampak lebih mendingan jika difoto menggunakan Sony Nex 5 ini. Body nya yang tidak besar juga tidak menakutkan. You know... sometimes anak-anak suka agak takut jika difoto menggunakan kamera dslr yang besar (tapi tampaknya Dija sudah terlatih baik dalam hal itu). Memegang Sony Nex 5 ini juga tidak mengundang perhatian... bandingkan dengan memegang kemara dslr yang besar. Baru pegang aja, pasti sudah dilabeli photografer profesional, melihat kameranya yang mantab abis. Kalo Sony Nex, mungkin ada di tengah-tengah ya...

hhmm, apalagi yang aku suka ya... Tidak terlalu banyak tombol, karena memang semua settingan bisa menggunakan touch screen. Si hitam manis benar-benar sophisticated kan??

Mau lihat hasil fotonya???
hehehe... sebenarnya beberapa postingan terakhir di YellowLife dan di Baby Dija sudah menggunakan Sony Nex ini. Tapi let me share foto foto yang lain...

 "Dija di Tenda"
Tanpa edit, hanya resize. Aku sangat puas dengan warnanya, its soooo cool right?? bahkan somehow aku pikir hasilnya lebih indah dari warna aslinya




"Dija Merem"
Tanpa edit, hanya resize. Gambarnya tajam, helai helai rambut Dija yang tertiup angin bisa terlihat jelas. Its owesome!! 




"Dija in Purple"
Tanpa edit, hanya resize. Dengan lensa kit 18-55mm, sudah bisa menghasilkan a little bit of bokeh, hehehehee..... sebagai amatiran, aku sudah sangat bersyukur atas hal itu. 



Tiga foto terakhir memang masih sangat "mentah" karena diambil dengan kemampuan yang serba terbatas dan buta soal aperture dan teman temannya. Kalo ada photografer profesional yang baca postingan ini, pastilah tertawa terbahak bahak sampai terjungkal ke belakang yaa, hihhhihihii....  Apalagi kalo tahu bagaimana aku menjawab pertanyaan yang sangat sering aku terima berikut ini:

"Mbak Elsa, editnya pake apa sih? Ajarin dong Mbak..."

Mau jawab kok malu.... kalo gak dijawab tuh kok jahat banget yaaaa.... hehehehe. Sebenarnya pingin banget bisa jawab   "Aku editnya pake photoshop dong"

Padahal, aku benar-benar puyeng melihat photoshop tuh, terlalu banyak tool... dan aku sama sekali gak ngerti. So, aku lebih memilih mengedit foto menggunakan situs-situs gratis yang lebih menyenangkan amatiran sepertiku, misalnya :




Tapi sejak menggunakan Sony Nex ini, aku sudah jarang sekali mengedit foto karena hasilnya sudah cukup bagus bagiku. Bisa tersenyum setiap hari deh, dan makin semangat ngambil foto-foto Dija setiap saat.



Tuesday, October 16, 2012

Sine Beach : A Hidden Eden


Alhamdulillaaaaah... sampai juga kami di Pantai Sine, A Hidden Eden 35 kilometer dari pusat kota Tulungagung. Subhanallah deh, perjalanan menuju Pantai Sine bener-bener terasa panjang dan melelahkan karena akses menuju kesana masih terbilang sulit. Naik turun gunung, jalanan sempit, bergelombang, dengan kondisi yang rusak disana sini....ditambah lagi, begitu minim petunjuk jalan. Lengkap kan??

Sebenarnya bisa dimaklumi sih, karena Pantai Sine belum digarap menjadi lokasi tujuan wisata, sehingga tak banyak orang yang kesana, dan mungkin hanya segelintir saja yang pernah dengar namanya.

Pantai Sine berada di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir bisa dibilang masih perawan. Its absolutely a hidden eden deh...  Pantainya sepi, jadi serasa pantai pribadi. Jangan harap banyak pedagang makanan, minuman atau souvenir, yang ada hanya sebuah desa nelayan yang adem ayem, damai tentram sejahtera.

Begitu tiba, kami langsung menggelar tikar di bawah pohon... membuka bekal, dan meluruskan kaki, sambil menikmati Pantai Sine yang luar biasa indah.





 




See??  Percaya kan dengan apa kataku?? 
Pantai Sine luar biasa indah. Pantainya luaassss..... dengan pasir pantai berwarna emas yang luas pula. Mau main sepakbola atau volley pantai, semuanya serba memungkinkan. Atau hanya berkejar-kejaran dengan ombak... dan menulis nama kita di pasir pantai....


 

 Ribuan kepiting kecil akan menemani langkah langkah kita... tapi jangan khawatir, mereka selalu bersembunyi di lubang-lubang kecil pada hamparan luas pasir pantai. Jangan menantang mereka lomba lari, karena jelas kita akan kalah cepat.

Kami tidak menemukan cangkang cangkang kerang  disana....




 Di bagian timur Pantai Sine, ada sebuah danau kecil berair tawar. Letaknya benar-benar bersebelahan. Lucu aja menemukan danau berair tawar yang bertetangga dengan laut berair asin. Danau kecil itu terbentuk karena mendapatkan tetesan tetesan air dari mata air alami di atas karang. Airnya tidak banyak....tapi ternyata bisa membuat sebuah danau ya....








Pemandangan lain yang kudapat adalah... aku menemukan awan di dua tempat. Di atas dan di bawah....
ajaib kan????


 

A big thanks to Dewi my bestfriend, Mr,Yoppy and Mr Jonet yang sudah menemani YellowLife menikmati Pantai Sine yang benar-benar tersembunyi.








Monday, September 10, 2012

Bertemu PakDhe Cholik



Aku menerima sms itu dari PakDhe... sebuah undangan kopdar. Layaknya anak buah kroco yang menerima perintah komandannya, aku pun siap graaakk bersedia hadir karena hukumnya wajib. Alhamdulillaaah hari minggu tidak ada halangan yang cukup berarti, meskipun sedikit telat (maaf ya Pakdhe...) akhirnya kami bisa bergabung di lokasi yang sudah dipilih PakDhe. Seperti kata Mas Junaedi, ternyata Pakdhe Cholik itu nyata... aku juga sempat percaya tak percaya akhirnya bisa bertemu juga dengan the master of blogger yang satu ini. 



Budhe Ipung dan Pakdhe Cholik


Setelah bersalaman dengan semua hadirin yang ada disana, Aku-Dija & Nannynya pun duduk manis. Senang sekali menatap mereka yang biasanya hanya dibaca postingannya... Ada Pakdhe Cholik (tentu saja sebagai shohibul bait) beserta keluarganya  (Budhe Ipung, Bella dan mama papanya) , lalu ada Mas Junaedi pemilik Pencangkul on the Blog, dan Mbak Yuni beserta suaminya. Ngobrol ngalor ngidul... aku lebih banyak menyimak obrolan Pakdhe dan Mas Jun yang tampaknya lebih berbobot, hehehe. Mereka ngobrol banyak hal, mulai dari ikan hiu martil hingga istana kremlin, dari Kim Khadarsian hingga Suzanna, bahkan soal tren sepatu terbaru... hahahaha.... aku yang gak ngerti cuma bisa menggut manggut.  (peace Pakdhe...)


Pakdhe in action mengambil foto Dija
 Acara perkenalan sudah, sedikit  acara foto foto... acara yang harus dilalui berikutnya sesuai pedoman kopdar nya Pakdhe adalah makan makan....

Dija yang tau kalo sedang berada di rumah makan, langsung merengek... "mana nasi gorengku... mana es teh ku..."  menyebutkan dua menu kesukaannya.  duh Naaak..... jadi sungkan sama Pakdhe. Akhirnya aku pun memesan nasi goreng sesuai permintaan Dija. Alhamdulillah Dija langsung makan sendiri, meskipun sedikit sekali. Jadi inget betapa berbedanya Dija disandingkan dengan Bella. Lihat fotonya di Meet Bella.

Apalagi Mbak Yuni juga berkomentar, "Dija kurus banget ya...."
duh rasanya  :(
awalnya pingin berbohong dengan menjawab, "Iya Mbak, sejak bayi saya menerapkan pola hidup sehat dengan diet teratur sehingga Dija gak bisa gemuk. ssebagai wanita, kan saya menganggap langsing itu idaman. jadi saya menjaga berat badan Dija"

Huahahahahaaaa........ bohong bangeeetttt!!!!

padahal aslinya aku memendam gejolak iri yang teramat membara begitu melihat pipinya Bella yang tampak seperti bakpao, badannya Bella yang montok aduhai.... aduh, betapa lucunya!
Kapaaaan anakku bisa segemuk Bella ya???

tapi akhirnya aku jawab "iya Mbak... Dija susah banget makannya..."  hiksss


Kopdar tanpa makan is kecuuuuut.... begitu kata Pakdhe

balik lagi ke acara makan makan.... Pingin tau apa aja menunya?  hmm... ini adalah sebagian menu yang sempat aku foto.


1. Udang goreng tepung featuring Papa Bella
2. Tempe Goreng  featuring Suaminya Mbak Yuni
3.  Ayam goreng gurih featuring  Junaedi Pencangkul on the Blog

Ikan bakar dan nasi goreng pesanan khusus dija





Acara makan makan hampir selesai, apa acara selanjutnya? Balik lagi ke acara ngobrol. Sementara Dija bermain dengan Bella, aku pun kembali menyimak obrolan Pakdhe dan Mas Jun. sesekali nimbrung dengan Mbak Yuni....


Mbak Yuni langsung posting melalui tabletnya.
Di belakang Mbak Yuni tampak Mbak Sandy, mamanya Bella.

Apa acara selanjutnya di susunan acara? kata Pakdhe adalah Foto Bersama. Ini merupakan acara yang paling inti karena kopdar tanpa foto bisa dibilang HOAX! hehehehehehe....

dan berikut foto bersama kami di hari minggu yang sangat cerah ceria  itu :


dari kiri ke kanan : Elsa dan Dija, Budhe Ipung, Mbak Yuni dan Bella, Mbak Sandy, Mas Rinaldy, Pakdhe Cholik, Mas Junaedi.  (Minus Mas Ferdy--papanya Bella-- yang jadi photographernya)




Foto lagi sebelum berpisah. Mas Ferdy--papanya Bella paling kiri, kali ini bisa ikut foto.

Alhamdulillah, acarnya lancar jaya. Semua senang, semua kenyang. Terima Kasih ya Pakdhe.... sudah mengajak kami makan makan dan bersilaturahim. Sekali lagi, aku kagum dengan Master of blogger yang satu ini. Usianya sudah 62 tahun, tapi tetap gagah gegap gempita. Semoga kelak kita semua bisa seperti beliau, tetap sehat dan penuh semangat jiwa muda.  Terima kasih juga Budhe Ipung yang menyambut kami dengan penuh rasa kekeluargaan, tentu saja beserta Mbak Sandy, Mas Ferdy dan Bella yang jauuuh lebih lucu aslinya. hehehehehe.... pingin towel pipinya itu lho!

Lalu Mas Junaedi, setelah lama kenal di blognya, akhirnya bisa bertemu langsung dengan beliau. Kagum melihat Mas Junaedi yang begitu humble... down to earth. Semoga aku bisa ketularan hal yang satu itu. Terima kasih sudah menyempatkan hadir setelah mengalami trauma menakutkan dengan mobilnya. Semoga mobilnya baik baik saja kini.

Dan Mbak Yuni... hehehehee, orangnya ceria sekali ya. Senyumnya mempesona. Duduk dekat beliau rasanya langsung ketularan ceria deh, hehehhee... sebenarnya mau berguru lebih lama soal tablet dengan beliau nih, sayangnya waktunya kurang panjang ya Mbak....


Saturday, September 8, 2012

gifts


Alhamdulillah, hadiah dari Giveawaynya Mbak Popi sudah tiba dengan selamat
satu set alas gelas dari Korea
satu fabric brooch

they are all very cute
thanks Mbak Popi



Mbak Popi juga menyisipkan hadiah buat Dija
a beach ball
sayangnya belom sempat difoto, bolanya udah dipake main sepak bola oleh Dija.
She loves it!!!

Monday, August 13, 2012

GIVEAWAY Asyiknya Berbisnis




Pembeli :  Mbak, bantal yang paling bagus mana?
Penjual (alias aku) : Oh ini Pak... yang ini 400 ribu, yang ini 250 ribu, kalo yang ini 175 ribu.
Pembeli :  (menelan ludah)  Yang bawahnya Mbak....
Penjual : Harga di bawah itu... ada Pak. Yang ini 125 ribu, kalo yang itu 100 ribu. Yang ini 75 ribu....
Pembeli : Yang biasa biasa aja lah Mbak....
Penjual : Ini 50 ribu... ini 35 ribu... ini 25 ribu....
Pembeli : hhhm... saya mau yang 35 ribu sajalah... 2 ya Mbak...
Penjual : Ok, tambah apa lagi Pak??
Pembeli : Mau nanya Mbak... bantal ini sama yang pillow pillow itu bagusan mana?
Penjual : Pillow yang mana Pak...
Pembeli : Yaa yang orang orang bilang pillow pillow gitu...
Penjual : Pak... bahasa inggrisnya bantal itu pillow. Pillow itu artinya bantal. Coba Bapak lihat semua bantal itu, judulnya pasti ada pillow nya. Yang ini xxxx-pillow, yang itu xxxxx-pillow... semua tulisannya ada pillownya... Jadi yang dimaksud itu pillow yang mana.....
Pembeli : Oooo....



Pembeli : Saya mau beli kasur
Penjual : Ukuran berapa Bu?
Pembeli : Yang paling besar Mbak... tempat tidur saya besar banget kok
Penjual : Ukuran besar itu ada tiga Bu... mulai 160x200, 180x200 atau 200x200. Ibu mau yang mana?
Pembeli : Yang paling besar pokoknya....
Penjual : Yang 200x200 ya Bu....mari milih barangnya disana....

Si Ibu sudah memilih milih, bayar dan barang dikirim ke rumah Si Ibu. Ternyata.... memasukkan kasur ke dalam rumah Si Ibu sangat sulit sekali karena tinggi pintu rumahnya HANYA 180cm. Begitu sudah berhasil masuk, dan dipasang di tempat tidurnya, ternyata lagi.... kasurnya terlalu besar. Tempat tidur Si Ibu berukuran HANYA 160x200cm. 



Pesan Moral :  (1) Jangan meminta yang paling bagus, karena bisa jadi "bagus" itu relatif bagi tiap orang. Jangan meminta yang "Paling Besar" karena bisa jadi itu juga relatif.   (2) Sebaiknya tidak usah menggunakan bahasa inggris, jika tidak mengerti artinya. Banggalah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.




Pembeli : Ini ukurannya berapa ya Mbak?
Penjual :  Itu Pak... bisa dilihat di labelnya. ada ukuran dan ada harganya....
Pembeli : (membaca label) 200 x 300... ini meter apa senti?
Penjual : itu senti Pak, kalo dalam meter yaaa   2 x 3
Pembeli :  berarti 6 ya Mbak?
Penjual : (bingung nih orang ngajak tebak tebakan atau ngetes ya?) Apanya yang 6 Pak?
Pembeli :  Luasnya.
Penjual : oooo.... iya Pak.. luasnya 6.

Pesan Moral :  Karpet biasanya memakai ukuran panjang kali lebar, tidak pernah memakai ukuran Luas, karena karpet dengan ukuran 2x3, 1x6 atau 0,5x12 itu berbeda ukuran dan bentuknya tetapi luasnya sama. Baru kali itu aku menemukan pembeli yang mengukur karpet berdasarkan Luas nya. 





Yup, aku adalah seorang penjual perlengkapan rumah tangga di sebuah toko kecil, di kota kecil pula. Hal yang paling menyenangkan menjadi seorang penjual atau pedagang adalah kita bisa bertemu dengan orang-orang yang berbeda setiap hari, termasuk dengan "keunikan" nya masing masing yang kadangkala membuat kita gak habis pikir deh. Dan lucunya... meskipun kadang menjengkelkan, tapi kita masih bisa tertawa karenanya. Coba lihat cerita lucu lainnya DISINI, DISANA dan DISITU.





Friday, August 3, 2012

Kecil Tak Berdaya

Punya toko bergaya "tradisional" itu ada enaknya..ada gak enaknya. Gak enaknya, pembeli kadang-kadang suka nawar harga seenak udelnya, hingga harus melalui proses tawar menawar yang panjaaaaaang dan laamaaaaaa. Enaknya... kita bisa akrab dengan pembeli, hingga kadang-kadang bisa ngobrol panjang lebar sama pembelinya. Dan gak jarang, pembeli curhat ke kita...

Seperti pagi ini, seorang ibu cantik membeli sebuah karpet di tokoku. Karpet kecil dengan harga tak seberapa, keuntungannya juga tak seberapa, tapi bisa membuat kami larut dalam perbincangan yang luar biasa. Sang Ibu mengawalinya dengan curhatan sedih.

"Anak saya mungkin seumuran sama Mbak" katanya sambil menunjukku. "Dia juga sering belanja kesini lho. Terakhir beli dua bedcover, mungkin dua bulan lalu. Tapi sebulan kemudian, dia meninggal"

Aku tersenyum. "Kenapa Bu? karena sakit?"
"Iya, diabetes"
"Lah...masih muda kok diebetes?"

Sang Ibu lantas melanjutkan, anaknya yang cantik menderita diabetes sejak usia 20. Dan ketika menginjak usia 27, si anak sudah harus cuci darah dua kali dalam seminggu. Dan sebulan yang lalu, ketika usianya masih 28, si anak meninggal. Sang Ibu menangis di hadapanku. Aku menyodorkan tissue dan berusaha menghiburnya sebisaku.

"Sekarang gak ada lagi yang menemani saya belanja gini... bikin kue setiap mau lebaran, yang milihin saya baju. Saya kayaknya... gak ada semangat lagi"

Subhanallaaah..... aku jadi ikut berkaca-kaca mendengar curhatan Sang Ibu.Moment ramadhan dan Idul Fitri seharusnya disambut dengan gembira, tapi Ibu ini ... bagaimana bisa dia bergembira karena masih berkabung kehilangan anak tersayang.





Cobaan berat juga dirasakan oleh dua temanku. Temanku yang pertama merasa sangat sedih di minggu pertama Ramadhan karena Ibunya masuk rumah sakit.  Sang Ibu didiagnosa dula darah yang sangat tinggi dan tekanan darah yang tinggi pula. Kedua penyakit itu bahkan membuat Sang Ibu kehilangan kesadaran beberapa saat. Terbayang bagaimana sedihnya temanku dan keluarganya....

Sedangkan temanku yang kedua, beberapa hari yang lalu mengalami kecelakaan. Dia bahkan tak ingat bagaimana kejadiannya. "Semuanya begitu cepat... dan tiba tiba aku sudah di RS" begitu katanya. Tulang di bahu kanannya patah lumayan parah.

Kejadian-kejadian itu membuatku bersyukur... sekaligus berpikir. Betapa kita sebagai manusia gak ada artinya apa-apa dibanding Kekuasaan Allah. Betapa Allah bisa melakukan apapun yang Dia kehendaki, dan kita tidak mungkin bisa melakukan apapun untuk sekedar menghalanginya atau menundanya barang sebentar saja. Siapa yang berharap mati muda...atau berharap anaknya meninggal di usia belum kepala tiga? Tak seorang pun berharap Ibunya atau dirinya sendiri... atau anggota keluarga lainnya sakit demikian parah hingga harus menikmati Ramadhan di RS....

Mari bersyukur atas semua nikmat yang sudah kita terima hingga saat ini.... dan mari berpasrah diri, karena kita benar-benar kecil dan tak berdaya...


                                                                   :(



.