Monday, September 10, 2012

Bertemu PakDhe Cholik



Aku menerima sms itu dari PakDhe... sebuah undangan kopdar. Layaknya anak buah kroco yang menerima perintah komandannya, aku pun siap graaakk bersedia hadir karena hukumnya wajib. Alhamdulillaaah hari minggu tidak ada halangan yang cukup berarti, meskipun sedikit telat (maaf ya Pakdhe...) akhirnya kami bisa bergabung di lokasi yang sudah dipilih PakDhe. Seperti kata Mas Junaedi, ternyata Pakdhe Cholik itu nyata... aku juga sempat percaya tak percaya akhirnya bisa bertemu juga dengan the master of blogger yang satu ini. 



Budhe Ipung dan Pakdhe Cholik


Setelah bersalaman dengan semua hadirin yang ada disana, Aku-Dija & Nannynya pun duduk manis. Senang sekali menatap mereka yang biasanya hanya dibaca postingannya... Ada Pakdhe Cholik (tentu saja sebagai shohibul bait) beserta keluarganya  (Budhe Ipung, Bella dan mama papanya) , lalu ada Mas Junaedi pemilik Pencangkul on the Blog, dan Mbak Yuni beserta suaminya. Ngobrol ngalor ngidul... aku lebih banyak menyimak obrolan Pakdhe dan Mas Jun yang tampaknya lebih berbobot, hehehe. Mereka ngobrol banyak hal, mulai dari ikan hiu martil hingga istana kremlin, dari Kim Khadarsian hingga Suzanna, bahkan soal tren sepatu terbaru... hahahaha.... aku yang gak ngerti cuma bisa menggut manggut.  (peace Pakdhe...)


Pakdhe in action mengambil foto Dija
 Acara perkenalan sudah, sedikit  acara foto foto... acara yang harus dilalui berikutnya sesuai pedoman kopdar nya Pakdhe adalah makan makan....

Dija yang tau kalo sedang berada di rumah makan, langsung merengek... "mana nasi gorengku... mana es teh ku..."  menyebutkan dua menu kesukaannya.  duh Naaak..... jadi sungkan sama Pakdhe. Akhirnya aku pun memesan nasi goreng sesuai permintaan Dija. Alhamdulillah Dija langsung makan sendiri, meskipun sedikit sekali. Jadi inget betapa berbedanya Dija disandingkan dengan Bella. Lihat fotonya di Meet Bella.

Apalagi Mbak Yuni juga berkomentar, "Dija kurus banget ya...."
duh rasanya  :(
awalnya pingin berbohong dengan menjawab, "Iya Mbak, sejak bayi saya menerapkan pola hidup sehat dengan diet teratur sehingga Dija gak bisa gemuk. ssebagai wanita, kan saya menganggap langsing itu idaman. jadi saya menjaga berat badan Dija"

Huahahahahaaaa........ bohong bangeeetttt!!!!

padahal aslinya aku memendam gejolak iri yang teramat membara begitu melihat pipinya Bella yang tampak seperti bakpao, badannya Bella yang montok aduhai.... aduh, betapa lucunya!
Kapaaaan anakku bisa segemuk Bella ya???

tapi akhirnya aku jawab "iya Mbak... Dija susah banget makannya..."  hiksss


Kopdar tanpa makan is kecuuuuut.... begitu kata Pakdhe

balik lagi ke acara makan makan.... Pingin tau apa aja menunya?  hmm... ini adalah sebagian menu yang sempat aku foto.


1. Udang goreng tepung featuring Papa Bella
2. Tempe Goreng  featuring Suaminya Mbak Yuni
3.  Ayam goreng gurih featuring  Junaedi Pencangkul on the Blog

Ikan bakar dan nasi goreng pesanan khusus dija





Acara makan makan hampir selesai, apa acara selanjutnya? Balik lagi ke acara ngobrol. Sementara Dija bermain dengan Bella, aku pun kembali menyimak obrolan Pakdhe dan Mas Jun. sesekali nimbrung dengan Mbak Yuni....


Mbak Yuni langsung posting melalui tabletnya.
Di belakang Mbak Yuni tampak Mbak Sandy, mamanya Bella.

Apa acara selanjutnya di susunan acara? kata Pakdhe adalah Foto Bersama. Ini merupakan acara yang paling inti karena kopdar tanpa foto bisa dibilang HOAX! hehehehehehe....

dan berikut foto bersama kami di hari minggu yang sangat cerah ceria  itu :


dari kiri ke kanan : Elsa dan Dija, Budhe Ipung, Mbak Yuni dan Bella, Mbak Sandy, Mas Rinaldy, Pakdhe Cholik, Mas Junaedi.  (Minus Mas Ferdy--papanya Bella-- yang jadi photographernya)




Foto lagi sebelum berpisah. Mas Ferdy--papanya Bella paling kiri, kali ini bisa ikut foto.

Alhamdulillah, acarnya lancar jaya. Semua senang, semua kenyang. Terima Kasih ya Pakdhe.... sudah mengajak kami makan makan dan bersilaturahim. Sekali lagi, aku kagum dengan Master of blogger yang satu ini. Usianya sudah 62 tahun, tapi tetap gagah gegap gempita. Semoga kelak kita semua bisa seperti beliau, tetap sehat dan penuh semangat jiwa muda.  Terima kasih juga Budhe Ipung yang menyambut kami dengan penuh rasa kekeluargaan, tentu saja beserta Mbak Sandy, Mas Ferdy dan Bella yang jauuuh lebih lucu aslinya. hehehehehe.... pingin towel pipinya itu lho!

Lalu Mas Junaedi, setelah lama kenal di blognya, akhirnya bisa bertemu langsung dengan beliau. Kagum melihat Mas Junaedi yang begitu humble... down to earth. Semoga aku bisa ketularan hal yang satu itu. Terima kasih sudah menyempatkan hadir setelah mengalami trauma menakutkan dengan mobilnya. Semoga mobilnya baik baik saja kini.

Dan Mbak Yuni... hehehehee, orangnya ceria sekali ya. Senyumnya mempesona. Duduk dekat beliau rasanya langsung ketularan ceria deh, hehehhee... sebenarnya mau berguru lebih lama soal tablet dengan beliau nih, sayangnya waktunya kurang panjang ya Mbak....


Saturday, September 8, 2012

gifts


Alhamdulillah, hadiah dari Giveawaynya Mbak Popi sudah tiba dengan selamat
satu set alas gelas dari Korea
satu fabric brooch

they are all very cute
thanks Mbak Popi



Mbak Popi juga menyisipkan hadiah buat Dija
a beach ball
sayangnya belom sempat difoto, bolanya udah dipake main sepak bola oleh Dija.
She loves it!!!

Monday, August 13, 2012

GIVEAWAY Asyiknya Berbisnis




Pembeli :  Mbak, bantal yang paling bagus mana?
Penjual (alias aku) : Oh ini Pak... yang ini 400 ribu, yang ini 250 ribu, kalo yang ini 175 ribu.
Pembeli :  (menelan ludah)  Yang bawahnya Mbak....
Penjual : Harga di bawah itu... ada Pak. Yang ini 125 ribu, kalo yang itu 100 ribu. Yang ini 75 ribu....
Pembeli : Yang biasa biasa aja lah Mbak....
Penjual : Ini 50 ribu... ini 35 ribu... ini 25 ribu....
Pembeli : hhhm... saya mau yang 35 ribu sajalah... 2 ya Mbak...
Penjual : Ok, tambah apa lagi Pak??
Pembeli : Mau nanya Mbak... bantal ini sama yang pillow pillow itu bagusan mana?
Penjual : Pillow yang mana Pak...
Pembeli : Yaa yang orang orang bilang pillow pillow gitu...
Penjual : Pak... bahasa inggrisnya bantal itu pillow. Pillow itu artinya bantal. Coba Bapak lihat semua bantal itu, judulnya pasti ada pillow nya. Yang ini xxxx-pillow, yang itu xxxxx-pillow... semua tulisannya ada pillownya... Jadi yang dimaksud itu pillow yang mana.....
Pembeli : Oooo....



Pembeli : Saya mau beli kasur
Penjual : Ukuran berapa Bu?
Pembeli : Yang paling besar Mbak... tempat tidur saya besar banget kok
Penjual : Ukuran besar itu ada tiga Bu... mulai 160x200, 180x200 atau 200x200. Ibu mau yang mana?
Pembeli : Yang paling besar pokoknya....
Penjual : Yang 200x200 ya Bu....mari milih barangnya disana....

Si Ibu sudah memilih milih, bayar dan barang dikirim ke rumah Si Ibu. Ternyata.... memasukkan kasur ke dalam rumah Si Ibu sangat sulit sekali karena tinggi pintu rumahnya HANYA 180cm. Begitu sudah berhasil masuk, dan dipasang di tempat tidurnya, ternyata lagi.... kasurnya terlalu besar. Tempat tidur Si Ibu berukuran HANYA 160x200cm. 



Pesan Moral :  (1) Jangan meminta yang paling bagus, karena bisa jadi "bagus" itu relatif bagi tiap orang. Jangan meminta yang "Paling Besar" karena bisa jadi itu juga relatif.   (2) Sebaiknya tidak usah menggunakan bahasa inggris, jika tidak mengerti artinya. Banggalah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.




Pembeli : Ini ukurannya berapa ya Mbak?
Penjual :  Itu Pak... bisa dilihat di labelnya. ada ukuran dan ada harganya....
Pembeli : (membaca label) 200 x 300... ini meter apa senti?
Penjual : itu senti Pak, kalo dalam meter yaaa   2 x 3
Pembeli :  berarti 6 ya Mbak?
Penjual : (bingung nih orang ngajak tebak tebakan atau ngetes ya?) Apanya yang 6 Pak?
Pembeli :  Luasnya.
Penjual : oooo.... iya Pak.. luasnya 6.

Pesan Moral :  Karpet biasanya memakai ukuran panjang kali lebar, tidak pernah memakai ukuran Luas, karena karpet dengan ukuran 2x3, 1x6 atau 0,5x12 itu berbeda ukuran dan bentuknya tetapi luasnya sama. Baru kali itu aku menemukan pembeli yang mengukur karpet berdasarkan Luas nya. 





Yup, aku adalah seorang penjual perlengkapan rumah tangga di sebuah toko kecil, di kota kecil pula. Hal yang paling menyenangkan menjadi seorang penjual atau pedagang adalah kita bisa bertemu dengan orang-orang yang berbeda setiap hari, termasuk dengan "keunikan" nya masing masing yang kadangkala membuat kita gak habis pikir deh. Dan lucunya... meskipun kadang menjengkelkan, tapi kita masih bisa tertawa karenanya. Coba lihat cerita lucu lainnya DISINI, DISANA dan DISITU.





Friday, August 3, 2012

Kecil Tak Berdaya

Punya toko bergaya "tradisional" itu ada enaknya..ada gak enaknya. Gak enaknya, pembeli kadang-kadang suka nawar harga seenak udelnya, hingga harus melalui proses tawar menawar yang panjaaaaaang dan laamaaaaaa. Enaknya... kita bisa akrab dengan pembeli, hingga kadang-kadang bisa ngobrol panjang lebar sama pembelinya. Dan gak jarang, pembeli curhat ke kita...

Seperti pagi ini, seorang ibu cantik membeli sebuah karpet di tokoku. Karpet kecil dengan harga tak seberapa, keuntungannya juga tak seberapa, tapi bisa membuat kami larut dalam perbincangan yang luar biasa. Sang Ibu mengawalinya dengan curhatan sedih.

"Anak saya mungkin seumuran sama Mbak" katanya sambil menunjukku. "Dia juga sering belanja kesini lho. Terakhir beli dua bedcover, mungkin dua bulan lalu. Tapi sebulan kemudian, dia meninggal"

Aku tersenyum. "Kenapa Bu? karena sakit?"
"Iya, diabetes"
"Lah...masih muda kok diebetes?"

Sang Ibu lantas melanjutkan, anaknya yang cantik menderita diabetes sejak usia 20. Dan ketika menginjak usia 27, si anak sudah harus cuci darah dua kali dalam seminggu. Dan sebulan yang lalu, ketika usianya masih 28, si anak meninggal. Sang Ibu menangis di hadapanku. Aku menyodorkan tissue dan berusaha menghiburnya sebisaku.

"Sekarang gak ada lagi yang menemani saya belanja gini... bikin kue setiap mau lebaran, yang milihin saya baju. Saya kayaknya... gak ada semangat lagi"

Subhanallaaah..... aku jadi ikut berkaca-kaca mendengar curhatan Sang Ibu.Moment ramadhan dan Idul Fitri seharusnya disambut dengan gembira, tapi Ibu ini ... bagaimana bisa dia bergembira karena masih berkabung kehilangan anak tersayang.





Cobaan berat juga dirasakan oleh dua temanku. Temanku yang pertama merasa sangat sedih di minggu pertama Ramadhan karena Ibunya masuk rumah sakit.  Sang Ibu didiagnosa dula darah yang sangat tinggi dan tekanan darah yang tinggi pula. Kedua penyakit itu bahkan membuat Sang Ibu kehilangan kesadaran beberapa saat. Terbayang bagaimana sedihnya temanku dan keluarganya....

Sedangkan temanku yang kedua, beberapa hari yang lalu mengalami kecelakaan. Dia bahkan tak ingat bagaimana kejadiannya. "Semuanya begitu cepat... dan tiba tiba aku sudah di RS" begitu katanya. Tulang di bahu kanannya patah lumayan parah.

Kejadian-kejadian itu membuatku bersyukur... sekaligus berpikir. Betapa kita sebagai manusia gak ada artinya apa-apa dibanding Kekuasaan Allah. Betapa Allah bisa melakukan apapun yang Dia kehendaki, dan kita tidak mungkin bisa melakukan apapun untuk sekedar menghalanginya atau menundanya barang sebentar saja. Siapa yang berharap mati muda...atau berharap anaknya meninggal di usia belum kepala tiga? Tak seorang pun berharap Ibunya atau dirinya sendiri... atau anggota keluarga lainnya sakit demikian parah hingga harus menikmati Ramadhan di RS....

Mari bersyukur atas semua nikmat yang sudah kita terima hingga saat ini.... dan mari berpasrah diri, karena kita benar-benar kecil dan tak berdaya...


                                                                   :(



.




Monday, July 30, 2012

County Wicklow




Sudah nonton P.S. I Love You kan???
Sudah nonton Leap Year juga kan???

Kedua film romantis itu punya satu kesamaan. Ada yang tahu, apa kesamaannya???






Yup, keduanya syuting di County Wicklow, Ireland.

Ketika nonton P.S. I Love You, aku langsung takjub melongo bin tergila gila melihat lokasi dimana Holly (Hillary Swank) pertama kali bertemu Gerry (Gerad Butler).  Dan ketakjuban itu semakin menjadi-jadi ketika nonton Leap Year, dimana Anna (Amy Adams) terdampar di Dingle dan memaksa Declan (Mathew Goode) mengantarnya ke Dublin. Subhanallaaaah..pemandangannya benar-benar indah.


http://www.movies-view.com/download-leap-year-movie



dan... suatu hari nanti, aku HARUS bisa kesana.
Aaamiiiiiiiiiiiinnnn....


Wednesday, July 25, 2012

Bromo (lagi)


Setelah menikmati Jazz Gunung 2012  tanggal 7 Juli lalu, YellowLife kembali menikmati Bromo keesokan harinya. Pemandangan Bromo sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya pada akhir mei. Bromo di bulan July dinginnya lebih menusuk, namun jauuh lebih kering karena memasuki musim kemarau. Padang rumput di savana berubah jadi coklat, bunganya pun mengering. Suasananya jadi mirip padang rumput afrika.

Pemandangan yang paling bagus saat itu menurutku adalah awannya. Subhanallaah deh, awan yang menyelimuti Bromo tampak seperti hamparan salju jika dilihat dari Penanjakan. It was amazing melihat awan ada di bawah kita.





Dan ketika turun ke lautan pasir, lagi lagi awannya tampak begitu cantik. Terlihat seperti dekat... jadi pingin loncat menggapainya. Tapi ternyata masih terlalu tinggi, hehehehe




Wednesday, July 18, 2012

Tribute to BlogCamp


Ngaku blogger tapi gak kenal BlogCamp?? sepertinya kok kurang afdhol yaa...
karena itu, semoga dengan adanya postingan ini, blogger yang ngaku blogger tapi belum kenal BlogCamp bisa langsung berkenalan dengan BlogCamp berikut Komandan di baliknya.

Adalah PakDhe, alias Mr.Abdul Cholik, pria gagah kelahiran Jombang Jawa Timur 62 tahun yang lalu, yang memiliki sebuah blog fenomenal berjudul BLOGCAMP. Nama blog yang merupakan singkatan dari Blog Campursari ini baru berusia 3 tahun, tetapi coba lihat apa yang telah diraihnya. PR-nya 4. Jumlah pengunjung  perharinya pastilah mencapai jutaan orang. Hampir tiap minggu mengadakan kontes bergengsi.  Jumlah komentator di setiap postingannya tidak pernah dibawah 30. Postingan segar teraktual selalu hadir tiap hari di blog ini. Dan entah Sang Pemilik sadari atau tidak, blog beserta pemiliknya telah menginspirasi begitu banyak blogger, termasuk tentu saja..aku. hehehehe

BlogCamp memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Pakdhe Cholik. Beliaulah yang secara tidak langsung mengajari kita semua tentang bagaimana NGEBLOG SING ENAK TAPI GAK SAK ENAKE, ngeblog yang enak tapi tidak seenaknya. Membuat postingan yang bermanfaat, yang jujur dan tidak dibuat-buat tetapi tetap enak dibaca. Pribadi Pakdhe sendiri juga selalu memberi contoh yang baik, misalnya bagaimana PakDhe selalu berbagi ilmu dan rejeki dengan blogger lain, selalu semangat bersilaturahim, dan selalu sederhana dalam segala sesuatu. Aku selalu kagum akan hal itu.....



dan di ulang tahun BlogCamp yang ketiga ini, YellowLife dan Baby Dija ingin ikut menucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga BlogCamp tetap menjadi contoh buat kita semua, semoga BlogCamp tetap menebarkan manfaatnya semakin luas dan semoga BlogCamp selalu menjadi amal baik dan amal jariyah buat pemiliknya. aaamiiiiiinnnn....



Thursday, July 12, 2012

Jazz Gunung 2012

photo by:    www.jazzgunung.com

Belum banyak orang yang tahu tentang Jazz Gunung, karena event tahunan ini baru berjalan 4 kali. Jazz Gunung merupakan pertunjukan musik jazz bertaraf internasional dengan tambahan komposisi etnik yang diadakan di ketinggian lebih dari 2000 m di atas permukaan laut, yaitu di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Lalu apa yang special dari acara ini?

Salah satu yang membuat Jazz Gunung begitu special adalah mungkin Jazz Gunung adalah satu satunya acara musik jazz di dunia yang digelar di pegunungan (mengingat biasanya pagelaran musik jazz selalu diadakan di kota besar), di alam terbuka dengan atap langit dan background pengunungan yang sangat indah. 

"Jazz Gunung adalah konsep paling unik dalam perhelatan jazz yang pernah ada di Indonesia, dan mungkin juga di dunia. Sebuah hajatan jazz digelar di pegunungan pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Sebagai perbandingan, dua festival jazz di Indonesia seperti JakJazz dan Java Jazz diadakan di pusat kota besar yaitu Jakarta. Peristiwa musik sejenis hampir semuanya digelar di kota dengan lansekap kultur masyarakat urban. Pengunjung tidak saja mendapat pengalaman auditif dari musik, akan tetapi lebih jauh mereka mengenal secara lebih intens alam Bromo. Memori auditif dan pengalaman visual itu diharapkan menjadi penyadaran untuk mencintai alam, memelihara dan menjaga Bromo. Pada gilirannya langkah-langkah itu akan mengundang lebih banyak orang untuk datang ke Bromo. Selanjutnya Jazz Gunung akan memberi nilai ekonomi pada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru." Frans Sartono - KOMPAS.




Jazz Gunung tahun 2012 telah sukses digelar di Hotel Java Banana Bromo pada tanggal 6-7 Juli kemarin. Alhamdulillah aku dan teman-teman pada hari kedua bisa bergabung di antara ratusan penonton yang menggigil kedinginan hari itu. Yup... Bromo saat musim kemarau sangat sangat dingin, tapi tentu saja itu tidak menghalangi ratusan penonton memenuhi lokasi acara. Begitupun dengan para performersnya, mereka semua all out memuaskan penonton. Two thumbs for all of them.


photo by    www.jazzgunung.com


Acara dimulai pukul 2 siang, dan berakhir pukul 9 malam. Sebagai pembuka adalah grup kesenian etnik dengan tampilan penari-penari ronggeng yang memukau. Lalu Trio Gondo tampil saat hari mulai petang. Dilanjutkan dengan penampilan dari Djaduk Ferianto dengan Ring of Fire Project featuring Slamet Gundhono. Musisi yang mendirikan Sanggar Wayang Suket itu memukau penikmat jazz dengan komposisi ciptaannya yang berjudul So in Depth.  Penampilan Djaduk bisa dilihat DISINI.

Iga Mawarni tampil setelahnya. Dengan blus merah menyala, Iga Mawarni memamerkan suaranya yang benar-benar merdu. Caranya menyanyi seperti mendesah saking merdunya....  dan ini kemudian menjadi bahan joke untuk duo Glenn Tompi yang tampil paling akhir.

Penampilan Iga Mawarni membawakan lagu Right Here Waiting  bisa dilihat DISANA.


Suhu di Bromo makin malam makin menurun... tapi jumlah penonton berbanding terbalik. Setelah magrib, lokasi jadi makin penuh sesak, susah sekali mencari tempat duduk. Banyak penonton memilih berdiri demi menikmati pegelaran jazz yang hanya terjadi setahun sekali di Bromo itu.

Untungnya ada trio pembawa acara yang super ngocol, penonton yang menggigil kedinginan seakan lupa akan suhu yang terus menurun karena  dibuat tertawa terbahak bahak setiap saat. Butet Kertarajasa sebagai salah satu pembaca acara tentu saja meluncurkan edisi lawakan politis. sindiran sindirannya yang to the point selalu saja terlihat cerdas. Sementara Alit, pembaca acara yang paling kanan bisa mengimbangi kecerdasan Butet. Alit atau Marwojo Junior ini sanggup membuat Butet dan seluruh penonton geleng-geleng kepala karena kegilaannya. Good Job Alit !!!

find Alit on twitter :  @Alitalit_





Suara bergermuruh penonton menyambut penampilan duo Glenn Tompi. Berbeda dengan Iga Mawarni yang tampil sebelumnya, membawakan lagu-lagu mellow yang romantis, musik yang diusung Glenn Tompi membuat penonton ikut bergoyang. Bicara soal lagu, soal musikalitas, atau kualitas suara, tentu saja tidak ada yang meragukan duo ini. Semua juga tau, mereka berdua musisi papan atas. Tapi yang belum banyak orang tahu adalah... ternyata duo Glenn Tompi super kocak!

Glenn Tompi tidak berniat menjadi pelawak di atas panggung, tapi percakapan dan bercandaan mereka yang saling mencela satu sama lain ternyata membuat penonton tertawa terpingkal pingkal. Misalnya ketika Glenn mengatakan bahwa Tompi 'nafseng' mendengar desahannya Iga Mawarni, Tompi tak mau kalah. Penyanyi yang juga seorang dokter itu menambahkan "Apalagi Glenn yang sudah lama tidak pernah ke PUNCAK ASMARA". Tawa penonton pun pecah....

Tak cuma itu, Tompi mengejek Glenn dengan sebutan "ambon gila". sementara di kesempatan lain, Glenn berkata  "Tompi selalu menyuruh saya untuk move on (melanjutkan hidup) tapi dia sendiri gak pernah move up (bertambah tinggi)".  Tinggi badan Tompi menjadi sasaran empuk buat Glenn. Dari bercandaan yang saling mencela sepanjang pertunjukan mereka, bisa dibilang mulut Tompi lebih panas dibanding Glenn. Hingga di satu saat, Glenn pun menyerah dengan mengumpat  "ASU!" Hehehehhee....





Secara keseluruhan, dari tepuk tangan yang membahana, bisa dinilai bahwa penonton sangat puas dengan Jazz Gunung 2012 ini. Dan rupanya, Glenn dan Tompi pun mendapatkan energi yang sangat besar dan inspirasi segar untuk membuat event serupa tapi tak sama, yaitu Jazz Laut atau Jazz Pantai. Kita tunggu saja, kapan Glenn akan mewujudkannya.





So next year, siapa yang mau bergabung nonton Jazz Gunung di Bromo???

Thursday, June 28, 2012

Kelom Geulis KENG


Dahulu kala, Neng Geulis Sunda mungkin identik dengan kebaya dan batik warna-warni, payung tasikmalaya dan kelom kayunya. Sayangnya kini gambaran Neng Geulis yang seperti itu tidak bisa kita jumpai lagi sehari hari. Jaman sudah berubah, kebaya digantikan oleh kaos dan jeans sebagai pakaian seharu-hari. Payung Tasikmalaya apalagi.... ia kini hanyalah sebuah hiasan interior. Bagaimana dengan Kelom Kayu nya???

Kelom kayu khas sunda ini biasa disebut dengan Kelom Geulis (sandal kayu cantik) karena memang kelomnya sedikit genit, banyak hiasan ukiran maupun cat warna warni. Konon dahulu di Bandung ada 3 pembuat Kelom Geulis yang sangat sangat terkenal karena kualitas dan designnya. Tapi kini, dari 3 tadi hanya tersisa satu saja, yaitu Kelom Geulis KENG.




Kelom Geulis KENG kini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Keng. Meskipun tertatih-tatih bertahan hidup, Kelom Geulis KENG tetap teguh menjaga kualitas dan design yang lain daripada yang lain.

Dari workshopnya, kita pasti bisa menilai betapa KENG bertahan melawan perkembawan jaman. Rumah sederhana tempo doeloe itu tampak  terbenam karena diapit oleh bangunan-bangunan modern di sekitarnya. Bagitu masuk, kita langsung disambut oleh rak berisi kelom kelom geulis yang tertata rapi. Etalase di depannya masih tampak kokoh meskipun pasti umurnya tak muda lagi. Di sebelah kiri dipasang cermin besar, agak pembeli bisa melihat indahnya kelom saat dipakainya.

Aku dan Nona segera disambut oleh Mr Keng, sang generasi ketiga.

Awalnya agak takut, jangan jangan harganya selangit. Aku membuka pecakapan dengan sangat tololnya. "Yang paling murah, yang mana Pak?"

Beliau tersenyum dengan damainya, dan menjawab  "Di sini tidak ada yang murah... dan tidak ada yang mahal. Semuanya biasa saja...tapi kualitasnya luar biasa"

Hehehehee.... jawaban yang sangat sangat tepat. Aku pun langsung percaya diri memilih milih kelom.




Ternyata.... Kita bisa memilih sendiri padu padannya. Kita memilih sendiri style kelom kayunya...lalu memilih sendiri hiasan atasnya yang terbuat dari kulit lembu. Waaah, benar-benar dibikin bingung. Tapi sangat puas karena semuanya adalah selera kami sendiri.

Setelah mantap dengan pilihan, Mr Keng langsung mengerjakan sendiri kelomnya. Disesuaikan dengan bentuk anatomi kaki kita lho....

Hanya butuh 5 menit saja, Mr Keng sudah menyelesaikan kelom pilihan kami. Beliau benar-benar seorang maestro kelom geulis.





Ingin berlama lama memilih kelom lagi, tapi apa daya... kami tidak ingin tertinggal pesawat. Setelah membayar, kami pulang membawa sapasang kelom geulis dengan hati yang sangat sangat puas. Suatu saat, kami pasti akan kembali lagi kesana....



Monday, June 25, 2012

Menjadi Bos yang Baik

Membaca postingan PakDhe Cholik yang berjudul Tiada Hari Selain Senen, membuatku tertawa kecil sekaligus merasa miris. PakDhe dalam postingan itu bercerita soal situasi kerja yang tidak menyenangkan karena adanya Bos/Pimpinan yang sukanya marah-marah melulu (Dalam bahasa jawa, diseneni artinya dimarahi). Dan tentu saja hal itu membuat anak buahnya merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerja.

Pemandangan seperti itu pernah aku temui di sebuah toko besar di kawasan segitiga emas surabaya. Sebuah toko yang super sibuk, beromzet milyaran rupiah tiap bulannya, dipimpin oleh seorang Bos perempuan yang cantik sekali. Aku yakin, siapapun yang melihat bos itu pastilah merasa kagum. Bagaimana tidak... kulitnya seputih porselen, wajahnya cantik sekali mirip Liv Tyler, rambutnya panjang dan lebat dengan warna kecoklatan mirip rambut bintang film hollywood, pakaiannya selalu rapi dan enak dipandang, dan selalu anggun dengan high heels nya.

"I wanna be like her... I wanna be like her!"  sahutku dalam hati.
Aku benar-benar mengidolakannya, aku ingin menjadi sepertinya. Menjadi Bos perempuan yang sukses menjalankan bisnis beromzet milyaran rupiah tiap bulannya, menguasai pasar indonesia timur, memiliki puluhan pegawai dan mampu senantiasa tampil cantik luar biasa. Aku tergiur....

Tapi sejenak kemudian...

Ada dua orang pegawaiinya datang menghadap. "Bu, itu kontainernya gak cukup".
Ibu Bos yang cantik langsung melotot, "Kok bisa gak cukup itu gimana? Dasar Goblok ngatur gitu aja gak bisa. Kemaren kan kita kirim kontainer juga ke Manado, barangnya sama persis, jumlahnya sama, tapi muat. Sekarang kok gak muat?? Kalo atur barang itu pake otak dong! Otaknya dikemanain??? Jangan asal masukin kontainer. Kalian ini goblok apa gimana sih?  Saya gak mau tau, kamu bongkar itu kontainer, lalu masukin lagi sampai cukup!!!"

Astaghfirullaaah....
Impianku menjadi sepertinya serta merta menguap begitu saja. Benar benar hilang tak berbekas....
Tentu saja aku tidak ingin menjadi bos yang seperti itu, yang memarahi anak buahnya dengan kata-kata yang menyakitkan hati, dan dilakukan di depan banyak orang. Meskipun seandainya kita benar-benar orang yang bodoh, aku yakin tak seorangpun dari kita yang ingin dibilang bodoh.

Aku yang menyaksikan peristiwa itu saja merasa ikut sakit hati, padahal predikat "goblok" itu tidak ditujukan padaku. Tapi mendengarkan saja...rasanya dada ini ikut terbakar. Bagaimana dengan mereka... dua orang pegawai yang datang menghadap tadi... Jika saja aku digaji tinggi, tetapi setiap hari dikata-katain dengan perkataan yang buruk dan menyakitkan hati, tentu saja aku tidak akan betah bekerja berlama lama di tempat itu.

Menjadi bos itu gampang, semudah menjentikkan jari. Selama kita bisa menggaji orang, mempekerjakan orang, maka kita akan langsung menjadi Bos. Iya kan??

Tapi menjadi bos ternyata tidak bisa dianggap enteng. Bos, Majikan, Juragan, Pimpinan atau apapun sebutannya memiliki tanggung jawab yang tidak boleh dientengkan. Selain harus mencukupi kesejahteraan anak buahnya, seperti gaji tiap bulan, uang makan, jaminan kesehatan, dan lain sebagainya, seorang bos harus memiliki stok MAAF yang tidak terbatas.



Bukankah pelayan, anak buah, pegawai, karyawan apapun namanya... jasanya sudah teramat besar buat kita? Jika kita memperlakukan mereka dengan sangat-sangat baik dan layak, menganggapnya sebagai anggota keluarga kita sendiri, insyaAllah mereka juga akan tetap betah bekerja untuk membantu kita, dan mereka juga tidak akan ragu untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.









Artikel ini untuk menanggapi artikel BLOGCAMP 
yang berjudul Tiada Hari Selain Senen 
tanggal 25 Juni 2012.