Monday, February 13, 2012

Menjahit Kebaikan dengan Mesin Jahit

Alkisah di kota Yokohama, Negeri Sakura, seorang wanita berkewarganegaraan Jepang sedang bergembira karena sebentar lagi dia akan pindah ke Amerika. Hari itu, dia berniat membuka Garage Sale, mengobral seluruh perobotan rumahnya. Semuanya dijual murah, hanya agar barang-barang itu tidak terbengkalai begitu saja sepeninggalnya ke amerika nanti. 

Tak jauh dari rumah wanita jepang itu, tinggallah Mrs Susan, Ibu muda yang cantik berkewarganegaraan Indonesia. Tak sengaja lewat di depan tulisan Garage Sale, Mrs Susan langsung tertarik. Siapa yang tidak ingin mendapatkan barang-barang bagus dengan harga jauh di bawah normal??

Benar saja, tak lama kemudian, Mrs Susan berhasil membawa pulang sebuah mesin jahit yang masih sangat baru dengan harga sangat-sangat murah. Niat untuk belajar menjahit demi suami dan putri tercintanya sudah ada di awang-awang. Mrs Susan pun pulang dengan senyum lebar, menenteng mesin jahit mungilnya.




Tersebutlah Mr Farid, Seorang sahabat, Mahasiswa Indonesia yang tinggal di Tokyo menelpon Mrs Susan malam harinya. Dengan hati gembira, Mrs Susan tak lupa bercerita soal mesin jahitnya yang sangat murah tadi. Mr Farid pun ikut senang dengan keberuntungan sahabatnya itu.

Dengan maksud membagi kesenangan, beberapa hari setelah itu, Mr Farid yang sedang chatting dengan seorang pengangguran penyuka warna kuning dari Jawa Timur Indonesia tak lupa untuk menceritakan kisah Mrs Susan dan mesin jahit murahnya. Si Kuning mania yang sok tau dan ngaku-ngaku bisa menjahit itu langsung meneteskan air liurnya... Dia benar-benar ingin mendapatkan keberuntungan serupa.

Dan iseng iseng berhadiah, Si Kuning mania itu pun berpesan kepada Mr Farid, jika menemukan mesin jahit di garage sale lagi, Si Kuning mania nitip minta dibeliin. Mr Farid yang baik hati dan sangat suka menolong tak kuasa menolak.

Tak lama kemudian, Mr Farid kembali mengontak Mrs Susan, menyampaikan pesan Si Kuning tadi. Jika ada garage sale lagi... jika ada mesin jahit murah lagi... Si Kuning dipastikan sangat berminat. Mrs Susan yang cantik hanya manggut-manggut tanda mengerti.


Mrs. Susan belajar menjahit dengan tekun. Dia berhasil membuat beberapa tas cantik untuk Zia, putri kecilnya yang pandai. Tapi beberapa bulan berjalan, Mrs Susan menyadari, passionnya bukan dalam hal jahit menjahit. Dia lebih menikmati bergelut dengan aneka masakan di dapur. Akhirnya Mrs Susan memutuskan untuk menghibahkan mesin jahitnya ke Si Kuning di Indonesia. Mr Farid kemudian memberitahukan berita ini ke Si Kuning di Indonesia. Dan tentu saja... mendengar hal itu, Si Kuning langsung tak bisa berhenti tersenyum. Layaknya pemenang-pemenang kuis di televisi yang berhasil mendapatkan hadiah jackpot.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengirimkan mesin jahit ini ke Indonesia?

Mr Farid memutar otaknya. Mencari informasi ke banyak jasa pengiriman, melalui laut maupun udara. Menghubungi beberapa teman Indonesia di Jepang. Namun tak ada yang bisa menjamin mesin jahit tidak mengalami bantingan-bantingan ringan maupun berat selama dalam perjalanan. Mr Farid khawatir atas keselamatan mesin jahitnya. Sementara Si Kuning tetap tak bisa berhenti tersenyum membayangkan mesin jahitnya sedang terbang dibawa bidadari dari kahyangan....



Beberapa hari memikirkan pengiriman mesin jahit, akhirnya Mr Farid teringat akan seorang sahabatnya yang berprofesi sebagai pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Miss Dewi asal Bali. gayung bersambut, Miss Dewi yang sangat baik hati bersedia membawa mesin jahit dari Jepang ke Indonesia. Kebetulan tanggal 22 Januari 2012, Miss Dewi ada jadwal terbang ke Narita.

Pada hari yang telah ditentukan, pagi-pago sekali Mr Farid yang tinggal di Tokyo naik kereta menuju Yokohama hanya demi mengambil mesin jahit itu di rumah Mrs. Susan. Pergi pulang 3 jam. Lalu Mr Farid harus menempuh perjalanan dengan kereta lagi menuju ke Bandara Narita, kurang lebih 2 jam. Malam itu, Mr Farid menyerahkan mesin jahit ke Miss Dewi. Dan Esoknya, Miss Dewi membawa mesin jahit itu bersamanya... terbang ke Indonesia.

Benar-benar seperti bayangan Si Kuning tadi....



Setiba di Indonesia, Miss Dewi mengontak Si Kuning mengabarkan bahwa mesin jahit sudah tiba dengan selamat di Denpasar Bali. Miss Dewi dengan kebaikan hatinya berniat mengirimkan mesin jahit itu ke alamat Si Kuning di Jombang-Jawa Timur. Tapi Si Kuning tak tega merepotkan Miss Dewi lagi. Membawa mesin jahitnya dari Jepang ke Indonesia sudah lebih dari cukup....

Saatnya Si Kuning kebingungan, bagaimana mengambil mesin jahit di rumah Miss Dewi. Si Kuning mengontak saudara jauhnya yang tinggal di Denpasar. Tapi 2 nomor tak berhasil dihubungi. Si Kuning mengontak teman-temannya, mencari bantuan. Tapi tak satupun yang sanggup membantu.... hingga akhirnya Ibunda dari Si Kuning memiliki ide cemerlang. Beliau memanfaatkan jaringan bisnisnya. Sang Ibunda memiliki rekan bisnis, seorang saudagar furniture yang kaya raya dari Pasuruan. Sang saudagar sering sekali mengirim truk-truk kontainer berisi furniture ke Denpasar. dan tentu saja... dengan mudahnya Sang Saudagar mentitahkan pegawainya untuk mengambil mesin jahit itu di rumah Miss Dewi ketika sedang mengirim barang ke Bali.

Dengan rahmat Allah, dan kebaikan banyak orang... akhirnya mesin jahit itu  dikirim ke Jombang, tanggal 9 Februari 2012, dalam keadaan sangat baik dan utuh, tanpa lecet sedikitpun. Si Kuning dan Ibundanya hari itu tertawa tawa riang bersama, berkali kali bersyukur......

Dalam bayang-bayang Si Kuning, sudah ada banyak rencana menjahit baju buat putri kesayangannya, Baby Dija. 




A VERY VERY BIG THANK TO:

Mr. Farid - Tokyo
Mrs. Susan - Yokohama
Miss Dewi - Denpasar
Mr. Badar and the crew - Pasuruan

from Si Kuning






Baca pula versi Mr.Farid :


Catatan: Si Kuning sampai sekarang masih speechless akan kebaikan orang-orang itu. Apalagi mengingat Si Kuning sama sekali belom pernah bertemu dengan mereka.... Subhanallaaahh

67 comments:

  1. semoga tambah produktif, karya pertama buat cenna ya :)

    ReplyDelete
  2. woww subhanallah..
    emang silaturahim itu membuka pintu rezeki ya mbak..

    selamat berkaryaaa

    ReplyDelete
  3. selamat ya mbak :)
    semoga mereka mendapatkan balasan yg setimpal atas kebaikannya

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah dapeet mesin baru..
    meski butuh perjuangan untuk mendapatkannya..
    turut senang..

    ReplyDelete
  5. Tante Elsa..
    Cantik deh..
    Mesin jahitnya juga bagus
    Bikinin baju buat Olive juga ya..
    hehe..Ngarep hiih..

    salam buat Ade Dija ya

    ReplyDelete
  6. BOLEH DONG NITIP 5 JAHITAN WKWKWKWK

    ReplyDelete
  7. alhamdulillah...
    selamat berkreasi lagi mba, nunggu Dija jadi modelnya lagi...gemezzz....

    ReplyDelete
  8. tidak banyak yang seberuntung mba Elsa, semoga mesin jahitnya bermanfaat ya :)

    ReplyDelete
  9. alhamdulillah

    ak jadi pengen menjahit...

    ReplyDelete
  10. suiitt suiit, ada yang punya mesin jahit baru niiihh ;)

    Baby Dija pasti senang banget nih, bakalan dapat banyak baju cantik jahitan Tante tercinta:)

    ReplyDelete
  11. wow... bener2 perjalanan panjang sebuah mesin jahit!! hebat... emang ternyata masih banyak orang2 yang baik ya sa... :)

    congrats ya buat mesin jahit nya... pasti tambah banyak nih karya2nya...

    btw jadi selama ini lu jaitnya jait tangan ya sa? gak pake mesin jait? wuiii hebat banget...

    ReplyDelete
  12. waduh.. panjang juga nih cerita petualangan dan perjalanan si mesin jait dari jepang sampe ke jombang hihihihi....

    ReplyDelete
  13. Saya suka cara Mbak Elsa menceritakan kisah ini. Seperti biasanya, selalu nikmat dibaca :)

    ReplyDelete
  14. *jadi merinding mbacanya mba.
    sangat jauh perjalanan si mesin jahit ini untuk sampai ke tangan mba elsa.
    aku ikut senang mba ^.^

    ReplyDelete
  15. Perjalanan Mesin Jahit paling panjang dan paling banyak melibatkan orang...
    Sungguh bahagia Si Kuning yg punya sahabat baik...
    Semoga dari mesin jahit itu segera muncul baju kecil Baby Dija...
    Salam!

    ReplyDelete
  16. Dulu waktu SMA ikut ekstrakulikuler tata busana, tapi sekarang sudah lupa krn tidak pernah dipraktekkan :(

    Apa kabar mbak, lama tidak silaturahim..

    ReplyDelete
  17. jadi makin pengen punya mesin jahit...

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah...ternyata teman blog itu bener2 baik yach...meskipun belum pernah ketemu tp kebaikannya melebihi orang yg udah lama kita kenal.....pasti Mbak Elsa seneng banget dapat mesin jahit itu...makin semangat nech jahit baju Dija.....(soale mbak Elsa baik, jadi dikelilingi juga oleh orang2 yang baik......)

    ReplyDelete
  19. rupanya mesin jahit itu berjodoh dengan mbak elsa ya.....jauh-jauh dari jepang akhirnya bisa sampe juga dengan selamat di jombang....subhanalloh......kayaknya makin semangat buat menjahit nih mbak elsa...

    ReplyDelete
  20. subhanallah ya sa..
    memang masih banyak orang2 baik disekitar kita. semakin banyak kita menabur kebaikan, semakin banyak kebaikan yang kembali pada kita ^^

    mbak dina mau banget loh dibikinin baju sama tante kuning pake mesin singer :D
    hihihi

    ReplyDelete
  21. asiknya cerita ini, sesuai pembayangan yah, alhamdulillah,
    wah pasti si kuning seneng banget yah dan apalagi si tuan putri

    ReplyDelete
  22. Perjalanan yg panjang akhirnya nyampe dgn selamat, dari Jepang ke Jombang, hehehe...

    Moral of the story: jadilah org baik kayak Mbak Elsa, maka banyak org baik lain akan dgn senang hati membantu :D

    ReplyDelete
  23. wowww....subhanallah ceritanya :)
    selamat ya mbak dapat mesin jahit bagus :)

    mau donk zi dibikin baju juga *bundanya ga ada bkt jahit*

    ReplyDelete
  24. Mbak elsa.. Sejak dirimu cerita akan mendapat mesin jahit ini, aku segera membekali diri dgn senjata super ampuh untuk menangkal serangan iri.
    Berhasil!
    Tapi begitu melihat posting ini, mendadak amunisi penangkal iri hilang entah kemana.. Aku juga maaauuu!
    Selamat ya! Aku mau kok menampung si janome. Mayan buat emak. Hahahahaha. Ngarep!

    ReplyDelete
  25. itu Merk SINGER?? jadi inget mesin jahitku tahun 70-an...

    ReplyDelete
  26. Wowww...mbak Elsa beruntung banget!

    Pasti tambah rajin menjahitnya ya mbak :D

    ReplyDelete
  27. Wah aku jadi teringat mesin jahit yang saya beli waktu bertugas di Tarakan tahun 1983. Sebuah mesin jahit mungil kalau gak salah merknya Yuki. Karena gak ada yang mau pakai akhirnya saya gudangkan. Dimana benda itu sekarang yaaaa? Entar mau tak cari deh di peti2 yang ada di Jombang. Mudah2an masih bisa dipakai.

    Saya pernah ingak-inguk di jalan itu lho. Tokonya agak masuk kedalam ya jeng ?? Mau mampir kok sepi, tapi ada bapak yang berdiri di teras. gak jadi mampir deh.

    Kapa2 mau tak ingak-inguk lagi deh.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  28. akhirrnyyaa, setelah banyak hal yg terjadi, sampai juga dia ke indonesia. semoga bermanfaat ya mbak, kasian dia jauh2 dari jepang, di titip2 sana sini akhirnya nyampe jg :D

    ReplyDelete
  29. seru banget perjalanan si mesin jahit :)

    senangnya melihat masih ada kebaikan di sekitar kita, masih banyak orang yg suka saling tolong menolong

    ReplyDelete
  30. semoga sukses ya untuk si kuning..
    :D

    ReplyDelete
  31. panjang sekali kisahnya si "singer"..
    mbak elsa beruntung bgt punya banyak temen yg baik hati ^^

    ReplyDelete
  32. hebat.. the chronicle of traveling singer.. maksudnya singer merek mesin jait.. langsung dari jepun pulak!.. kereeen..

    pengen kenalan sama ms Dewi #loh??

    ReplyDelete
  33. judulnya sangat menarik, memberikan sebuah gambaran akan kebaikan dalam banyak hal. Ini ibarat sebagai sebuah rejeki yang tidak pernah kita sangka arah datangnya dari mana. Ketekunan, jalinan silaturrahim dan kuatnya jaringan mempermudah si Singer sampai ke Njombang. Selamat ya Mbak

    ReplyDelete
  34. aku punya mesin jahit punya mamaku merk singer tapi udah jadul mbak, cuma masih enak dipakai dan ditambah dinamo.
    maaf mbak baru berkunjung ternyata linknya belum masuk lagi keblog listku :)

    ReplyDelete
  35. subhanallah indahnya dumay ya.. :)

    ReplyDelete
  36. aku senang banget baca postingan ini mbak...
    aku senyum terus...
    speechless aja gitu, masih ada orang yang ingin berbuat baik buat sesama di dunia yang penuh paham individualisme ini ^_^

    ReplyDelete
  37. Subhanallah... senangnya kisah ini berakhir dengan happy ending.

    Sebuah kisah yang pasti nggak akan mudah untuk dilupakan. Selamat berkarya dengan mesin jahitnya ya :D

    ReplyDelete
  38. wah, ikut senang ya, mbak. memang sahabat bisa dimana saja. nggak ketemu muka pun jadi, karena persahabatan itu hati yg klik, bukan fisik :)

    ReplyDelete
  39. selamat ya buat mesin jahit barunya

    ReplyDelete
  40. teman sejati adalah oase ketika kita sedang bersedih...

    ReplyDelete
  41. wah dapat kiriman mesin jahit ya..?
    seneng dong
    baju baju dija makin keren tar...

    ReplyDelete
  42. persaudaraan yang indah. ternyata masih banyak menusia baik di bumi ini ya, Tante :)

    ReplyDelete
  43. subhanallah,
    alhamdulillah ya.. :)
    selamat ya mbak.
    ternyata jarak memang tidak jadi masalah untuk berbuat kebaikan dan memperpanjang talisilaturahmi. :)

    ReplyDelete
  44. si kuning tante elsa sungguh beruntung ya,,alhamdulilah,,tak perlu mengeluarkan uang donk,heheheheheh

    ReplyDelete
  45. alhamdulillah... :D selalu ada balasan dari setiap kebaikan

    ReplyDelete
  46. Aha..! Si Kuning yg beruntung.. ;-)

    Subhanallah ya mbak Elsa.. Begitu banyak org baik yg terlibat.. Semoga mbak Elsa tambah produktif.. Amin... ^_^

    ReplyDelete
  47. Mba, Elsa...selamat ya dengan mesin jahit barunya....semoga makin kreatif....Amin...hehehe

    ReplyDelete
  48. Aaahhh...mengharukan. Tapi mba El, orang baik akan selalu dikelilingi kebaikan kok, InsyaALLAH :)

    ReplyDelete
  49. wah senangnya mb Elsa, smga makin produktif y, Anin jg mau nih dbuatin baju he...

    ReplyDelete
  50. Tante cantik, nanti buatin baju buat aku & adek amoy yaa...emmuuahh

    ReplyDelete
  51. hebat banget perjuangan si mesin jahit eh teman2mu dlm mengantarkannya ke pangkuanmu, saluut :)

    ReplyDelete
  52. wah perjalanan mesin jahitnya cukup panjang ya...

    saya kok ikut speechless.. mau komen jadi bingung. Yang jelas, sungguh beruntung dirimu mbak Elsa... ada orang2 yang membantu mengantarkan mesin jahit itu.. sampe ke Jombang

    smoga bermanfaat yaaa

    ReplyDelete
  53. Terkesima baca cerita ini, kalau emang jodoh ya ... ada aja jalannya
    Dan begitu banyak orang baik yang membantu

    ReplyDelete
  54. It is called the power of friendship. Selalu ada kejutan-kejutan manis yang Tuhan bawa dalam setiap hubungan pertemanan manusia :)

    PS: akyu juga mauu dong dibikini kostum buat Hellofest taun depan. hihihiii...

    ReplyDelete
  55. Subhanallah...aku spechless!!
    Silaturahim virtual yang berbuah kebaikan ya Elsa!

    Aku juga kepengen beli mesin jahit, mdh2an kesampaian, doakan aku ya!

    Peluk cium untuk dija dari aunty Mayya! ^_^

    PS: ada kado dariku loh. diterima yaaa....

    ReplyDelete
  56. Alhamdulillah
    sebuah perjalanan berat bagi si mesin jahit
    semoga di tangan mba, mesin itu memberi berkah bagi semua

    ReplyDelete
  57. tidak sia sia nii perjuangannya
    mudah mudah mesin jahitnya bisa dipergunakan sebagaimana mestinya

    ReplyDelete
  58. Ya Allah, betul2 perjuangan yang luar biasa yah untuk dapat menghantarkan tu mesin ke tangan Jeng Kuning, Indahnya persahabatan, indahnya silaturahmi, membuka pintu rezeki :-)

    ReplyDelete
  59. wahhh
    hebat nii dapet mesin jahit hibah dari jepang
    boleh donk nitip 5baju jaitannya mba
    jhehhhee

    ReplyDelete
  60. wah mbak selamat yah...masyallah sebuah rejeki yang diidam idamkan...perjuangan mesin jahit nya mengagumkan..akhirnya bisa sampai dengan selamat dijombang..jadi ingat disini ibukku juga minta pesen ke aku kalo ke tempat barang second singapore-an minta tolong dicarikan mesin jahit...ibukku suka jahit menjahit..apa segera aku wujudkan saja yah?? sapa tahu aku juga bisa belajar,kasihan selama ini Utinya kinan kalo pingin jahit menjahit gak pake mesin...

    ReplyDelete
  61. Subhanallah, banyak sekali orang baik di dunia ini ya?
    Rejeki mbak Elsa dan Dija tuh.. :)

    ReplyDelete

jangan lupa baca Basmalah sebelum komen...
"Bismillahirrahmanirrahiiiiiiim......"

and please, ANONYMOUS is not allowed.