Monday, August 15, 2011

The White Tiger by Aravind Adiga


Kira kira setahun lebih yang lalu, seorang sahabat menghibahkan sebuah buku kepadaku. The White Tiger by Aravind Adiga, in english version. Dia bilang, novel itu sangat bagus, dan dia tau aku akan menyukainya. Tapi mencoba membaca novel dalam bahasa inggris dengan kemampuan berbahasa inggris yang sangat terbatas.... ternyata cukup membuatku puyeng. 10 halaman saja butuh waktu yang sangat sangat lamaaaa..... akhirnya aku menyerah. Aku meninggalkan White Tiger begitu saja.

Dan kira kira seminggu yang lalu, saat berada di toko buku, mataku terbelalak kegirangan ketika menemukan The White Tiger versi Indonesia. Lalu hanya butuh 1 hari bagiku untuk mengkhatamkan novel setebal 360 halaman ini.

Novel pertama karya Aravind Adiga ini benar-benar membiusku dari awal hingga akhir. Sebuah karya yang luar biasa. Tak heran jika media-media besar seperti The Times, USA Today, Sunday Times dan lain lain, memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Novel ini bahkan meraih penghargaan bergengsi, yaitu Winner of The Man Booker Prize.



Dua Versi The White Tiger. Indonesian Version (putih) dan English Version (Hitam).

The White Tiger mengisahkan tentang Balram Halwai, seorang pria India yang berasal dari keluarga miskin berkasta rendah. Balram punya kehidupan berat yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Ayahnya yang hanya penarik rickshaw sebenarnya menginginkan agar Balram bisa sekolah--mengingat Balram memiliki otak encer--tapi apa daya, kesulitan ekonomi memaksa Balram harus bekerja sejak kecil. Mulai dari menjadi buruh, pelayan warung teh, tukang mengelap meja, penambang batu bara, hingga menjadi sopir. Balram, pria muda dari desa yang jujur dan polos, bekerja tak kenal lelah meninggalkan kampung halamannya jauh jauh, sambil terus membangun impiannya untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan segala kondisi yang serba terbatas.

Dan nasib menjadikan Balram sebagai sopir Mr.Ashok, pria muda lulusan Amerika, yang tampan dan kaya raya, yang sebenarnya sangat dipuja dan diidolakan oleh Balram. Sebagai sopir, Balram tidak hanya setia mengantarkan Tuannya, ternyata Balram serius mengamati segala hal dan banyak belajar tentang kehidupan.
8 bulan Balram mengabdi pada Mr. Ashok menjadikan Balram bertransformasi dari pelayan, filsuf, enterpreneur hingga jadi seorang pembunuh. Ya... setelah 8 bulan mendampingi Mr. Ashok, Balram memutuskan untuk menggorok leher Tuannya itu.

Mengejutkan bukan??
Apa yang membuat Balram tega menghabisi nyawa majikan yang sangat dipujanya?
Jawabannya bisa jadi sangat panjang. Sepanjang perjuangan hidup Balram dari kecil hingga dewasa, dari miskin hingga menjadi kaya, dari buruh berkasta rendah hingga pimpinan perusahaan yang memiliki banyak buruh.



Lalu apa yang membuat Novel pertama karya Aravind Adiga ini begitu special?

Hhhmmmm.... ada banyak hal yang menjadikan The White Tiger begitu special. Salah satunya adalah gaya penulisan. Aravind Adiga benar benar piawai bercerita. Dalam novel ini tokoh Balgram Halwai dibuat seolah olah sedang menulis surat kepada Perdana Menteri Cina, dan surat-surat yang begitu panjang itu ditulis Balgram pada Malam Pertama, Malam Kedua, Pagi Keempat, Malam Keempat, Malam Kelima, Pagi Keenam, Malam Keenam dan Malam Ketujuh, yang kemudian menjadi pembagian bab novel.

Mengapa Balgram memilih Perdana Menteri Cina, aku pikir itu sebuah pilihan cerdas yang sangat beralasan. Kita semua tau, Cina dan India adalah dua kekuatan besar  karena mereka memiliki tingkat populasi yang tinggi. Itu artinya, angkatan kerja juga melimpah ruah. Keduanya sekarang sedang giat-giatnya membangun negeri (dan mungkin mengganti wajah?) . Pada tahun 80-an, Cina dan India memiliki pendapatan perkapita yang kurang lebih sama. Tapi kini sepertinya Cina unggul dua kali lipat dibanding India. Pada tahun 60-an Media Amerika sering memperdebatkan mana yang lebih baik, Cina dengan Komunisme Otoriternya, atau India dengan Demokrasi Parlementernya. Well... kita tidak akan membahas hal itu, tapi yang pasti, kedua negara itu punya masalah dengan ketidaksetaraan ekonomi. (baca http://dahlaniskan.wordpress.com untuk mengetahui lebih banyak cina dan india)

Balgram, dalam surat-suratnya, seringkali menyinggung soal itu, perbandingan antara India dan Cina. Balgram bercerita banyak hal tentang kondisi India yang sebenarnya, dimana korupsi sudah mendarah daging (kalau soal ini, seharusnya Balgram juga membandingkannya dengan Indonesia ya...), pemilihan umum yang direkayasa, money politics dimana-mana.....  juga soal perbedaan kasta, jurang yang sangat dalam antara si miskin dan si kaya, dan banyak hal soal wajah asli India. Termasuk juga soal Sungai Gangga (aku pernah memposting soal ini di SINI ).

Aravind Adiga sukses membuat pembacanya mengagumi sosok Balgram yang bisa dikatakan jenius, one of a kind seperti halnya harimau putih yang sangat langka, yang hanya terjadi sekali dalam setiap generasi. Balgram begitu mahir menceritakan semua pengalaman hidupnya, begitu luar biasa menggambarkan sesuatu, dan tak jarang guyonannya yang ironis membuat kita tersenyum sekaligus berpikir keras, lalu kita pasti berusaha mengintropeksi diri sendiri. Coba lihat kutipan berikut ini:



 Mungkin terdengar konyol, sedikit mengada-ada... tapi itulah kenyataan. Siapa yang tidak bingung jika harus memilih 36 juta lebih Tuhan?

Oh ya, Aravind Adiga juga menyuguhkan sebuah kisah unik di dalam novel ini. Tentang sopir saingan Balgram yang terpaksa merahasiakan agama Islamnya agar bisa tetap bekerja. Mengenaskan bukan?? Bahkan pada saat ramadhan pun si sopir itu berpuasa secara sembunyi sembunyi. hhm... bukankah kisah sederhana ini benar-benar menampar kita??

Hubungan antara majikan dan pembantu banyak sekali dibahas. Di India hal itu sangat sangat mencolok karena adanya perbedaan kasta. Meskipun tidak ada kasta di Indonesia, tapi hal ini bisa membuka mata kita, betapa pembantu juga manusia yang punya harga diri. Aku jadi mengingat-ingat, betapa aku kurang menghargai pembantu selama ini, apakah aku tak ubahnya majikan Balgram yang semena mena merendahkan pembantunya......

Pembantu juga bisa berpikir, bisa menggerutu,  menyumpahi dan mengutuk majikannya meskipun semua hal itu tak bisa diungkapkannya secara verbal.

Ada satu lagi kutipan favoritku dari novel ini, yang ada hubungannya dengan pembantu-majikan. Coba cermati kutipannya di bawah ini:



Hahahaha......

Entahlah, aku ingin tertawa keras membaca pengalaman Balgram itu.
Lucu sekaligus ironis kan???

Tidak ada maksud untuk berporno ria karena memilih untuk mengutip bagian itu, tapi bukankah pengalaman Balgram itu nyata??  Maksudku, hal itu banyak terjadi tanpa kita sadari. Perempuan bertubuh indah yang dengan bangganya ingin memperlihatkan pada semua orang akan keindahan tubuhnya, seolah tak pernah menyadari bahwa ada yang "kurang nyaman" akan hal itu.
Bagiku, ini merupakan tamparan keras. Amat keras!!!

Ada begitu banyak hal yang bisa kita dapatkan dari Novel pertama Aravind Adiga ini, tentunya pelajaran positif. Pembaca akan merasakan tamparan keras yang menyadarkan, tendangan di kepala yang membangunkan, cubitan kecil menyakitkan di telapak tangan, atau apapun namanya. Kita sebagai pembaca akan merasa sangat special karena Aravind Adiga membuat novel ini seolah olah kita sedang membaca surat yang ditulis untuk kita. Yang pasti, hanya dalam tempo satu hari saja, aku sudah bisa bilang bahwa novel ini luar biasa, salah satu favoritku. Membacanya merupakan pengalaman yang menakjupkan! Lebih keren dibanding nonton film Slumdog Millionaire !!!





*** Foto narsis diikutkan dalam Sheila Giveaway
A big Thanks to SHEILA yang sudah menerbitkan Novel The White Tiger dalam bahasa Indonesia.

56 comments:

  1. mauuuuu dunk bukunyaaa. Bisa didapet dimana yaa???

    ReplyDelete
  2. otakku kok sering ga nyampe ya kalo baca novel novel berat kayak gitu..?
    katrok tenan...

    ReplyDelete
  3. waaaa. ulasannya cerdas banget mbak. berhasil banget bikin aku pengen baca juga. hhihihihi
    udah sering liat buku ini ditoko deket kosan, cuman aku pikir ini buku motivasi gitu. jadi males. hehe
    mau beli ah di toko bukuuuuu. makasih mbaaak :D

    ReplyDelete
  4. ceritanya kayak yang simple tapi kompleks juga ya tante :O
    hhihhi kutipan yang kedua itu lucu :D

    ReplyDelete
  5. mba Elsa reviewnya kereeeen....beneran saya jadi ngiler dan langsung membatin: buku ini masuk daftar yang harus diburu!!

    ngomong2 soal penulis India saya pernahnya baca novel Gogol, bagus juga meskipun agak sedikit membosankan......

    ReplyDelete
  6. Wah mbak elsa reviewnya manteb jd pada pngn punya tuch. Tak do'akan dpt bagean royalty. Amiin hihi

    ReplyDelete
  7. kayaknya ok juga nih buku ..hmm, coba ah ntar cari kalo pas ke toko buku.

    ReplyDelete
  8. sepertinya bukunya bagus.. hehe
    hayuk foto yg lebih narsis dong..jangan ditutupin wajah cantiknya hihihi

    ReplyDelete
  9. gw pernah denger buku ini emang bagus
    jadi penasaran

    ReplyDelete
  10. pandai kau mereviewnya, hingga aku jadi merasa sudah cukup puas dgn ini dan merasa tak perlu beli novelnya lagi hehehe (alasan bukan penggemar novel)
    Sukses buat lombanya, moga jadi THR terindah :)

    ReplyDelete
  11. sebagian isi novel sudah di reviuw.. jadi tak usah di beli lagi ah. hehe..

    semoga tetap kuning blognya. :)

    ReplyDelete
  12. Met sahur Elsa....
    Wow indah sekali review bukumu...sayang bunda belum pernah tuh lihat bukunya...coba kalau kita dekat,mingkin udah ku pinjam deh...hehehe.

    Elsa, bunda mohon bantuannya dong..tolong lihat postingan ku yg terbaru dan mohon jawabannya...Thanks

    ReplyDelete
  13. Huaa,,
    Mbak Elsa tanggung jawab..
    reviewnya menarik banget, apalagi kutipan terakhir, hehe
    anis jadi pengen baca novelnya..

    hiks, jatah bulan ini sudah kesedot dengan beli dua novel :P

    ReplyDelete
  14. aku lagi males baca nih mbak skr, minta di dongengi aja sama mbak elsa ya :)

    ReplyDelete
  15. Kalo saya sering gak nyambung baca novel yang berat berat....

    ReplyDelete
  16. jarang2 ada novel yg berkisah ttg kehidupan seseorang, dari miskin, lalu kaya, setia, dan akhirnya membunuh majikan. biasanya kan terusss aja kaya dan baek hati.

    eits, apa dia membunuh jg karena baek hati ya?

    ReplyDelete
  17. review yang menarik, bagus, Els ... jadi pengen beli nih.
    Trims infonya, ya
    Happy Ramadhan

    ReplyDelete
  18. Sepertinya buku itu emang bener2 bagus deh... apalagi setelah baca review yg bagus ini. Aku gak kaget kalau kali ini menang giveaway lagi, hehehe

    Mbak, link mbak Anaz sudah aku hapus dari bloglist-ku, apa blogku masih tak bisa dibuka via google chrome?

    ReplyDelete
  19. Tahu nggak mbak??? nggak tahu kan..hehhe..aku mau buka rahasia besar..baru kali ini aku terbius membaca review sebuah buku yang akhirnya aku memutuskan aku harus beli dan punya buku ini..yah review mbak elsa benar benar membiusku...mantap bagus banget reviewnya...penasaran abis dan pingin segera membaca sendiri ceritanya..:)
    semoga berjaya dalam sheila give away yah mbak :) mbak elsa layak mendapatkannya :)

    ReplyDelete
  20. bagus banget mbak kayaknya cerita di buku itu. jadi pengen baca juga.. :)

    ReplyDelete
  21. tertarik dengan penyadurnya atau alih bahasanya oleh siapa?

    ReplyDelete
  22. hehe..lumayan detail nij..jadi nggak usah beli bukunya ^^

    ReplyDelete
  23. Mbak Elsa klo nge-review keren banget deh... jadi penasaran loh sama bukunya... hmmm... cari ah,,,

    ohya, semoga menang diacaranya Sheila :-D

    ReplyDelete
  24. ya wajar sih kalo dpet penghargaan bukunya, alias book prize gitu secara mbak elsa nyeritain reviewnya keren gitu.

    quotes-quotesnya juga bagus, menginspirasi.. dan nggak nyangka penulisnya bisa ngambil dari sudut pandang itu. hebaat..

    dan selalu.. ujungnya kalo ada yang ngereview buku : Boleeh minjem nggaaak?. hehehe

    ReplyDelete
  25. Wah... bener2 kisah yang menginspirasi. Ntar nyoba nengok ke toko buku ah... :D

    ReplyDelete
  26. bagus reviewnya Elsa,
    pengen beli tapi kok masih numpuk ya buku yang belum dibaca, he..he..., tapi ini masuk listku kok

    ReplyDelete
  27. Duh Elsa...knapa kamu hrs bikin review novel sebagus ini???? saya kan jadi pengen beli (bentar, mo ngitung, kira2 ada anggaran untuk beli ga ya? :D )

    ReplyDelete
  28. Baca reviewnya aja udah kelihatan seru dan pasti lucu.
    Saya salah satu pengemar film India juga nich...* apa hubungannya dgn buku ini ya.

    ReplyDelete
  29. Akhir-akhir ini lagi agak susah bagi waktunya untuk baca buku....hiikkksss.... baca tulisan mbak Elsa ini bikin kepingin baca buku lagi

    ReplyDelete
  30. Jadi pengen beli novelnya.. Wow review dan kutipan yg bagus.. *jempol

    ReplyDelete
  31. Gua pernah liat sekilas di toko buku, dari judulnya gua pikir tentang pendekar dan pertarungan gitu...setelah baca reviewnya, kaget juga, hahaha

    ReplyDelete
  32. wihihiiii baca tulisan ini aja akku gemeteran. gimana kalo baca langsung yah. hihihi. pengen baca juga, tapi kalo 300 halaman. owww panjang banget.

    ReplyDelete
  33. Mbak Elsa keren dech kalo ngereview buku.....bakal menang nech..soale udah bikin orang jd penasaran pengen baca novelnya juga heheh

    ReplyDelete
  34. dari kata-kata yang mbak kutipkan, saya jadi tergoda nih. ntar cari ah ke toko buku...

    ReplyDelete
  35. woww...pinjamin novelnya dong mbak, isinya berat n penuh intrik...hmmmmm

    ReplyDelete
  36. waahh...jd pengen bli bukunya jg niy mbak :)

    ReplyDelete
  37. salut buat elsaaaaaaa............
    reviewnya mantabssssss.........
    *sudah cukup baca reviewnya, gak mungkin beli novelnya,coz gak tau bisa baca novel setebal itu....hehehehehe*
    terus semangat......

    ReplyDelete
  38. keren mbak bukunya... setelah baca white tiger.. ada baiknya mbak baca yg satu ini :( :p halahhh* gpp kan?!?! :p

    ReplyDelete
  39. Wah,,,sepertinya kudu cepet2 nyari ke toko buku niy...
    Reviewnya keren banget mbak Elsa...

    ReplyDelete
  40. kalau sudah dialihbahasakan seperti ini pasti akan lebih laku keras lagi.

    (Lha, identitas belum tertulis)

    ReplyDelete
  41. review bukunya top banget dewh elsa.., jadi penasaran pengen baca sendiri

    ReplyDelete
  42. Review nya ciamik mbak. Pinjem dong bukunya *halah...* :D

    ReplyDelete
  43. siap, bismillahirrahmanirrahiiim tuh sudah saya ikutin instruksinya he he nice review :)

    ReplyDelete
  44. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  45. terima kasih telah me-review novel terbitan kami.
    salam kenal untukmu :)

    ReplyDelete
  46. novelnya kayanya seru tuu kalo dibaca,,tapi syaangnya saya gag punya :(

    ReplyDelete
  47. Third, let's say you are not satisfied with the camera that you purchased and you decide to change. What is the best point and shoot digital camera 2011. The SX40 is the type of camera that can fill any photographer's needs
    because of the features built into it.

    my web blog canon eos 6d

    ReplyDelete
  48. Only use your AC or Heater if it is absolutely necessary.

    He attributed the success of the thermostat to its functionality and effective usage.
    Look for bargains, when buying expensive things that you need.


    Also visit my webpage :: nest thermostat

    ReplyDelete
  49. This article will help you find the best tablet PC.
    9 is also razor thin with the same great features as the Galaxy Tab 10.
    Like the Apple i - Pad Keyboard Dock listed above, the Logitech Android Keyboard has many tablet-friendly features.



    Feel free to surf to my page ... samsung galaxy tab

    ReplyDelete
  50. Does your site have a contact page? I'm having trouble locating it
    but, I'd like to shoot you an email. I've
    got some ideas for your blog you might be interested in hearing.
    Either way, great site and I look forward to seeing it grow over time.



    My homepage - siti di incontri ()

    ReplyDelete
  51. You have made some decent points there. I checked on the internet for more information about the issue and found most individuals will go
    along with your views on this website.

    Here is my homepage natural cures for depression

    ReplyDelete

jangan lupa baca Basmalah sebelum komen...
"Bismillahirrahmanirrahiiiiiiim......"

and please, ANONYMOUS is not allowed.