Friday, December 23, 2011

Dieng - Wonosobo



Minggu siang, 18 Desember 2011, Kami tiba di Wonosobo Jawa Tengah  setelah melewati perjalanan yang sangat lama dari  bagian tengah Jawa Timur. Pemandangan hijau di kanan kiri ternyata mampu mengobati rasa sakitnya pantat yang mati rasa karena terlalu lama duduk di mobil, hehehheee....




Aku dan beberapa teman gilaku, baru dua hari sebelumnya memutuskan untuk pergi ke Wonosobo. Tanpa perencanaan yang matang, Alhamdulillah kami sampai juga di gerbang selamat datang Kota Wonosobo. Tentu saja kami langsung jeprat-jepret kegirangan begitu sampai di  titik ini.






Tapi keceriaan kami segera berubah seiring awan gelap yang tiba-tiba memayungi Wonosobo. Semakin kami naik ke Dieng, suasana semakin mencekam. Hujan deras...Jika ingin lebay sedikit, aku menyebutnya Hujan Badai. 




Kabut juga mulai turun..... Jarak pandang semakin menyempit.
Air beserta lumpur turun dengan derasnya memenuhi jalan yang kami lalui. Tegang tentu saja. Sambil terus berdoa agar badai segera berlalu. Kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan sampai ke Candi Dieng dan Telaga Warna.





Alhamdulillaaaaah.... terwujud juga keinginanku menginjakkan kaki di Dieng.....




Meski hujan belum juga berhenti, dan kabut pun turun semakin gelap.... Aku tetap berusaha menikmati Candi Dieng dan segala keindahannya meski secara terbatas. Ingin berlama lama, tapi kebut gelap yang berkawan dengan hawa dingin memaksa kami segera pamit. Jari-jariku kedinginan mulai mati rasa.



Kami meninggalkan lokasi Dieng sekitar pukul 4 sore. Tapi baru 5 menit, di kejauhan tampak kerumunan orang dan kendaraann. Sesuatu telah terjadi.. dan tampaknya bukan hal yang baik. Orang-orang terlihat bingung dan tegang. Kami dihentikan oleh seorang bapak berjas hujan yang sibuk mengatur semua kendaraan di situ.

"Ada apa Pak?"
"Mohon maaf  Pak, Anda harus memutar. Ada longsor di desa bawah"

Astaghfirullah.... ternyata hujan badainya gak main main!!!

Butuh sekitar 15 menit untuk memutar di jalan yang sempit dan penuh dengan kendaraan lain. Kami meluncur mencari jalan memutas, melewati Banjarnegara sesuai instruksi bapak tadi. GPS tidak berfungsi, karena sinyal di ponsel sama sekali tidak bisa diandalkan.

Begitu sampai di Banjarnegara, kami terpaksa memutar lagi, karena disanapun terjadi bencana banjir bandang. Subhanallah..... Kami berusaha tenang, dan mencari jalan yang lebih aman menuju Wonosobo-Magelang.

Hujan deras, Gelap, jalan sempit di tengah hutan , di pegunungan.... Bissmillahirrahmanirrahiim..... tanya sana-tanya sini, melewati pedesaan yang kami bahkan tak tahu namanya apa....hingga akhirnya menjelang tengah malam kami tiba di Yogyakarta. Alhamdulillaaah.....

sempat narsis...padahal di bawah banyak orang trekena bancana. Astaghfirullah.....


Tiba di Jombang pukul 5 pagi keesokan harinya, Aku sangat sangat sangat bersyukur. Apalagi setelah melihat berita di televisi dan di koran, ternyata Banjir bandang dan musibah longsor di Wonosobo telah memakan korban yang tidak sedikit. Beberapa korban bahkan ditemukan dalam keadaan terpotong potong berkilo kilo jauhnya dari lokasi bencana.

Don't know what to say,
but... Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaah.....



Mari berdoa untuk para korban

Media Indonesia - Dua Korban Longsor Wonosobo belum Ditemukan

50 comments:

  1. foto yang pertama itu seger banget rasanya ya...

    ReplyDelete
  2. Trip yg berkesan bgt pastinya ya mba El, karena penuh dg rasa syukur terselamatkan..

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah msh diselamatkan Mbak. aduuhh...aku kepikiran Dija klo Mbak sampe kenapa2 :)

    ReplyDelete
  4. foto yg di atas kek bentangan permadani ya mbak... jadi mupeng niy.... pengen buanget kesonoo....

    ReplyDelete
  5. fotonya bikin mupeng deh Mbak

    itu hijaunyaa Subhanallah kereeen banget

    semoga para korban beristirahat dengan tenang di sisiNya.

    ReplyDelete
  6. dingin disana ya? mirip Puncak Bogor..

    ReplyDelete
  7. @POPI: Nggak mirip Mbak...
    sama sekali gak mirip Puncak Bogor
    Dieng Wonosobo JAUH lebih bagus daripada Puncak, hehehehee

    ReplyDelete
  8. waah cerita kali ini sedikit mendebarkan ya...

    ReplyDelete
  9. sumpaaahhh fotonya cakep-cakep bangeeeettt!!! >.<
    bikin envy uuuu.. aku yg deket ama wonosobo aja belom pernah ke dieng hahaha..

    ReplyDelete
  10. iya neh rada mumet juga pulang cuti pas musim hujan
    padahal ibue citra pasti minta diantar jalan jalan
    ke dieng memang asik abis
    citra aja betah disono sampe rambutnya mendadak lurus..

    ReplyDelete
  11. seger banget foto2nya
    jadi pengen
    tapi itu
    ada bencana? at the same time? :(
    ah tapi untungnya kalian selamat sampai pulang yah

    ReplyDelete
  12. jalan2 lagi ngiri nih :(. btw mbak elsa badannya kekihatan lbh besar ya apa krn pakaiannya?

    ReplyDelete
  13. Subkhanallohi Walhamdulillah Walailla Ha Ilalloh Wallohu Akbar.......
    Alhamdulillahirobbil Alaminnnnnn...
    Rasa syukur yang sangat..sangat.."tidak bisa diungkapkan lwt kata-kata"......
    perjalanan yg tak kan pernah terlupakannnn....

    ReplyDelete
  14. hasil jeperetan tante El memang memanjakan mata dan hatiku. adem ceess :)
    kenapa gag mampir ke Semarang, Tan?
    innalillahi... semoga seiring bencana itu Allah memberi kelapangan dan kesabaran bagi para korban. amin.

    ReplyDelete
  15. sepertinya daerah sana memang rawan longsor.. banyak area pegunungan yang gundul, hanya ditanami sayuran..

    ReplyDelete
  16. wew amazing....
    jalanya yg berkelok-kelok tu asiik....
    kabutnya...
    susunan rumah dan perswahan....

    semoga dieng dapat terawat dengan baik...
    amiiin.
    dan semoga jauh dari longsor...
    :)

    ReplyDelete
  17. Mbak, sudah sejak lama aku ingin sekali ke Dieng. Beruntung mbak bisa kesana ya?
    Sungguh, foto2nya bagus, jadi aku pun makin ingin kesana.

    Tapi, membaca endingnya... merinding aku mbak. Syukurlah mbak selamat kembali sampai di Jombang ya?

    ReplyDelete
  18. Perasaan saya, setiap saya kemari kok jalan2 terus ya jeng Elsa. Pantes Jombang jadi sepi waktu saya mampir kesana.
    Di Wonosobo ada sepupunya Ipung, lain kali mau jalan2 kesana ach.
    Apik reportasenya.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  19. foto2nya keren...pake kamera apa bu? alhamdulillah ternyata bisa selamat sampai di Yogya....

    ReplyDelete
  20. aku malah lum pernah ke dieng hhhhh, moga ada kesempatan kesitu ye :)

    ReplyDelete
  21. ikkut berduka cita bagi para korban.., untungnya kalian bisa selamat pulang ya.. alhamdulillah

    Dieng ini impianku juga lho..pengen bisa datang ke sana

    ReplyDelete
  22. perjalanan yg menyenangkan dan mendebarkan y mbk,
    sy malah belum prnh k Dieng

    ReplyDelete
  23. jiaaaaaaaahhhh


    fotonya dihias2 gitu.... hahhaaha

    luucu mbak. :D

    ReplyDelete
  24. Kami pernah pulang dr telaga warna wonosobo kesorean mbak, mulai gelap dan berkabut tebal, jarak pandang terbatas hanya sampai kap mobil aja. kendaraan dikanan kiri dan depan gak keliatan sama sekali. Patokan kami hanya garis putih di tengah jalan, bener2 menegangkan, semua yg di dalam mobil langsung diam dan berdoa. hehehe...

    ReplyDelete
  25. hemp...menyenangkan, tapi menegangkan ya..
    semoga para korban di beri ketabahan. amiin.

    ReplyDelete
  26. wow wow foto2nya asoy bgt deh...
    :D
    kliatannya enjoy bgt ya...

    ReplyDelete
  27. Ke Wonosobo kok nggak ajak2 sich? :D

    ReplyDelete
  28. untung pas lagi longsor itu ga pas lagi di TKP ya, mba...

    Btw, aku belum pernah ke Dieng huhuhuuuu.. *ngais2tanah*

    ReplyDelete
  29. Alhamdulillah yah Jeng terhindar dari musibah. Al-Fatihah buat para korban bencana longsor :-(

    Serius pemandangannya asriiii banget. Jadi pengen ke Dieng

    Hayooo Trio Wekwek mo berpetualang kemana lagi neh?

    ReplyDelete
  30. Mba Els ternyata genduttt.. tapi tetp cantikk..
    iya tuh mba waktu aku kesan ja mau ujan terus....
    tapikita kesana waktu itu cuma naik sepeda motor...
    Kulit wajah orang sana pada memerah kaya Baby...
    Syukurlah selamat, sebab disana emang rawan dengan longsor..

    ReplyDelete
  31. Mba Els ternyata genduttt.. tapi tetp cantikk..
    iya tuh mba waktu aku kesan ja mau ujan terus....
    tapikita kesana waktu itu cuma naik sepeda motor...
    Kulit wajah orang sana pada memerah kaya Baby...
    Syukurlah selamat, sebab disana emang rawan dengan longsor..

    ReplyDelete
  32. mau dong diajakin jalan2.. dan meski aku lagi g posting masi suka intip2 baca lwt bb, critanya elsa seru2 ^^

    ReplyDelete
  33. mbak elsa tempel2an foto lucu gitu pake apa sih?


    wah suka payung transparan juga sama kayak aku :D

    ReplyDelete
  34. aku juga suka layoutnya mbak elsa yang baruuu
    ah aku belum folo pake email baru sih, aku baru inget makanya ketinggalan apdet
    folo ah

    ReplyDelete
  35. hai mbak..maaf baru sempat berkunjung kembali nih..
    ikut berdoa bagi yang terkena bencana. meski sebenarnya seringkali saya miris melihat kejadian itu..sumber bencana berawal dari kesalahan para manusianya juga mbak..yah dapat dibayangkan jika lereng pegunungan ditanami kentang yang berakar dangkal..tentu saja longsor dan banjir terjadi..
    semoga setiap yang tertimpa dapat memperoleh hikmahnya..:)

    ReplyDelete
  36. disaat senang ada susah dan memang semua hal itu selalu berkaitan erat, maka dari itu manusia di anjurkan untuk slalu bersyukur dgn ap yg telah ada,

    knjngn balik dr tngrng... btw baru tau ada candi dieng di wonosobo loh mba, cuma segitu yah candinya, kecil imut kaya saya #loh :D

    ReplyDelete
  37. Lagi lagi tersihir oleh pesona photo photonya mbak elsa yang cantik..hmm saya rasanya nggak akan percaya kalo itu dari kamera digital Canon IXUS kalo mbak elsa nggak menjelaskan kemarin..rasanya itu adalah hasil DSLR....*atau jangan jangan DSLR baru nieh..:)
    hmm mantap..wah betapa indahnya yah berpetualangan...menikmati perjalanan bersama kawan...jadi ingat masa mudah dulu...*sekarang dah tuwir..aslinya pingin banget kayak gitu..hopefully oneday bisa traveling dengan kinan kalo dah mulai gedean dikit..menjelajah tempat tempat yang indah...
    wah ternyata mbak elsa nggak lebay..ternyata bener2 ada hujan badai...semoga mereka yang tekena bencana kuat dan tabah, Allah yang menurunkan bencana, Allah pula yang memberi pertolongan..

    ReplyDelete
  38. Wowww...pemandangannya indah dan seger, mbak, apalagi karena cuacanya yang mendung ditambah kabut gitu, terlihat mistis tapi kereen!

    Iya, sedih juga ya mbak soal bencana itu :(

    ReplyDelete
  39. hmm, pengen banget aku bisa kesana, sementara aku kesana, aku malah ketempatmu Elsa, hi hi hi

    Foto-fotomu keren banget
    ops kamu juga cantik.

    ReplyDelete
  40. alhamdulilah mbak selamat,pantesan ya rencananya mbak ke wonosobo belum begitu matang

    ReplyDelete
  41. wahh beruntung yach mbak masih diberi keselamatan.....kayaknya kalo mau jalan2 jauh seperti itu emmang sebaiknya jangan musim hujan yachh....smoga mrk yg menjadi korban arwahnya tenang dialam sana......

    tapi foto2nya kereeen....

    ReplyDelete
  42. alhamdulillah ya mbak selamat,,
    wah pemandangannya indah-indah banget,jadi pengen juga ke sana

    ReplyDelete
  43. green green bangget mba, nyejukin mata dari sini :) makasih lho yah :D
    aku cuma tau dieng dari pelajaran geografi aja nih :( blm pernah kesana

    ReplyDelete
  44. Dieng...belum lama, terpaut hari dengan ini (atau malah sama ya, lupa) aku dan beberapa teman menjelajah candi-candi di Sleman. Duh, sebelumnya yg diterlintas hanya Prambanan dan Kalasan..ah ternyata cukup banyak candi2 kecil di sekitarnya. PEngalaman yang menyenangkan.
    Btw, sepertinya udara dingin..alam yang hijau.

    ReplyDelete
  45. pemandangan Dieng itu bener2 indaaah banget ya mbak Elsa.. '

    great pictures.! as usual :-D

    do'a kami utk para korban.. semoga Allah selalu menyertai mereka dimanapun mereka berada.. amin :)

    ReplyDelete
  46. waw teteh elsa cantik sekali
    teteh boleh minta aplikasi edit potonya apa ??pleacee help me replay question nya yaa :(

    ReplyDelete
  47. asikk nii luburan ke wonosobo ...
    yeyeyyeyeyee
    kpn kpn saya nyusul ahh jhoihohoho

    ReplyDelete
  48. Wow, pic Dieng Wonosobo oke juga. salam kenal yah

    ReplyDelete

jangan lupa baca Basmalah sebelum komen...
"Bismillahirrahmanirrahiiiiiiim......"

and please, ANONYMOUS is not allowed.