Thursday, January 28, 2010

Karena Kamu Cantik dan Mahal


“Kenapa ya perempuan harus pake jilbab?” pertanyaannya tidak kujawab.

“Kak, gini….udah bener ?” tanya Nona lagi, adikku yang saat itu baru saja masuk SMP.

Dia berdiri di depan cermin dalam kamarku, bingung bagaimana caranya memakai jilbab yang rapi dan benar.Aku lantas membantunya merapikan jilbab putih itu di kepalanya. Menyematkan peniti kecil di bawah dagunya, di balik jilbab agar tidak terlihat dari luar. Dia tampak heran bagaimana aku melakukannya dengan cepat dan hasilnya rapi. Sementara dia kebingungan bila harus menyembunyikan peniti kecil di balik jilbab padahal lipatan jilbab di sisi pipinya saja belum juga bisa rapi.Tersenyum aku melihat kebingungannya.

Aku jadi sangat iri. Adikku ini memutuskan sendiri akan memakai jilbab. Dulu aku tidak begitu.Masa SMP aku habiskan di Surabaya, di sebuah sekolah islam berasrama. Tentu saja jilbab dan baju serba panjang menjadi peraturan utama bagi murid-murid perempuan. Mau tidak mau, dengan sangat terpaksa akupun memakai jilbab.

Bagiku saat itu, jilbab sangatlah membelenggu gerak dan peran gadis kecil seumurku yang sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Aku masih ingat, ketika mengikuti lomba paduan suara antar SMP se-Surabaya, tim kamilah satu-satunya tim yang memakai jilbab. Atau ketika aku mengikuti lomba membaca cerita dalam bahasa inggris yang diadakan sebuah universitas negeri, peserta SMP yang berjilbab saat itu bisa dihitung dengan jari. Aku merasa malu dengan jilbabku karena menjadikanku golongan minoritas.

Karena merasa kurang nyaman berjilbab, selama SMP aku sering mencuri-curi kesempatan mencopot jilbabku. Setiap jumat (hari libur kami bukan minggu seperti sekolah lain), aku dan teman-teman sering menggunakan kesempatan ini untuk sekedar jalan-jalan (baca: mejeng khas anak SMP) ke Tunjungan Plaza, Gramedia Basuki Rahmat, Plasa Surabaya dan lain-lain. Hanya untuk jalan-jalan atau sekedar makan di Kentucky Fried Chicken karena uang saku yang tidak berlimpah.

Saat-saat itulah kami merasa sangat bebas, karena begitu berhasil keluar dari asrama, kami langsung membuka jilbab agar merasa sama seperti anak-anak SMP lainnya.Tiga tahun di SMP bagiku merupakan tahun-tahun hidup dalam belenggu jilbab. Maka ketika aku mulai masuk SMA, aku ingin merasakan perubahan. Aku memilih sekolahku sendiri, karena pada waktu SMP aku hanya menuruti perintah orang tua. Alhamdulillah nilaiku bagus, sehingga langsung bisa diterima di SMU Negeri 2 Kediri.

Aku mendaftar sendiri, mengambil seragam sendiri. Dan yang kuambil adalah paket seragam putri tidak berjilbab. Ketika aku pulang, kuceritakan maksud dan keinginanku pada Ibu. Dengan bijaksana, ibu membolehkan pilihanku meskipun tidak mendukungnya.Aku mulai tinggal di tempat kost dekat sekolah. Hari itu merupakan awal dari rangkaian Penataran P4 dan masa orientasi murid baru. Jalan kaki, aku berangkat ke sekolah yang hanya berjarak kurang dari 300 meter.

Pukul 06.30 harus sudah di sekolah. Tapi pukul 06.00 aku masih bingung menata rambutku. “Enaknya diapain ya?” pikirku. Dikepang, dikuncir dua kanan-kiri, diikat ekor kuda, pake bando, pake jepit atau dibiarkan terurai hingga tampak indah diterpa angin……Cepat-cepat dan agak berlari kecil aku menuju sekolah baruku. Aku melihat ratusan murid baru yang sama denganku. Berseragam putih abu-abu, rok span selutut. Sekejap aku merasa sangat bangga karena kini tidak lagi berbeda, bukan lagi golongan minoritas.

Tapi semakin jauh aku melangkahkan kaki, semakin aku merasa tidak nyaman. Tatanan rambutku rusak dan tidak rapi lagi. Telingaku terasa dingin. Leherku geli digelitik angin. Tanganku panas disengat matahari. Betisku juga terasa aneh karena terbuka. Kaki-kakiku jadi berat untuk melangkah. Tiba-tiba aku merasa telanjang. Setiap ada orang yang menatap atau sekedar melirik, aku sangat merasa bersalah seakan-akan aku sama sekali tidak memakai pakaian.

Sepulang dari sekolah, aku segera menelpon Ibu, mengatakan padanya bahwa aku ingin memakai jilbab lagi. Ibu langsung datang dari Jombang membawakan baju-baju panjangku. Di kamar kostku, sambil menjahit bet sekolah baruku pada seragam lengan panjang, ibu tiba-tiba berkata “Karena kamu itu cantik, dan kalau cantik itu harus disimpan. Gak boleh dipamer-pamerin ke orang-orang. Sembunyikan dengan pake jilbab. Pasti aman”. ah, Ibu berkata seperti ini mungkin hanya karena aku anaknya. setiap ibu kan merasa anaknya cantik, sejelek apapun si anak. pasti yang tercantik bagi sang Ibu.

tapi aku pikir... Beruntung sekali aku punya Ibu seperti itu, tidak marah ketika aku menanggalkan jilbab, dan tidak menggurui atau menghujaniku dengan ribuan ceramah ketika aku salah langkah.Hari-hari berikutnya aku tidak lagi merasa telanjang. Karena sejak itu, aku merasa baru berpakaian jika telah memakai jilbab.. Aku merasa sangat bebas selama duduk di dalam kelas karena teman-teman cowokku tidak mungkin bisa mengintip celana dalamku seperti yang mereka lakukan pada teman-teman perempuan yang memakai rok. Dan ternyata jilbab berikut baju-baju panjang yang menyertainya, bukanlah belenggu bagi perempuan.

Aku juga merasa nyaman jika harus duduk bersila di masjid sementara teman-temanku yang tidak berjilbab merasa repot dengan rok spannya. Maklumlah, terlalu banyak gerak, roknya jadi semakin terangkat ke atas. Begitupun jika sedang naik becak. Teman-temanku repot harus menata duduknya, atau harus membawa selembar kain untuk menutupi paha dan betisnya.Aku juga merasa sangat aman dari sengatan sinar matahari, angin dingin atau debu-debu nakal yang suka menempel di rambut. Dan yang paling penting, Jilbab membuat kita semakin dihargai orang.

Seorang sahabatku, lelaki, yang duduk di depanku saat kelas satu SMA mengatakan sesuatu yang membuatku merasa sangat berharga. Ketika itu, ada teman sekelas yang membawa majalah prono bergambar cewek cewek sexy tanpa busana. Dengan sangat sigap, seluruh penghuni kelas yang berjenis kelamin lelaki berkumpul di pojok kelas menikmati setiap pose cewek cewek sexy dalam majalah itu. Setelah puas, sahabatku itu kembali ke bangkunya. dan dia berkata “Beruntung banget Sa, Kamu mahal. gak kayak cewek-cewek di majalah itu. Cuman 5000 perak, kita semua bisa lihat body nya. Kalo kamu, hhm….harus bayar mas kawin, plus peningset dulu, harus ada komitmen dan tanggung jawab seumur hidup, harus janji sama Tuhan dulu…baru bisa lihat bodymu! Mahal banget kan?”

“Hey kak Elsaaa!!!! Udah bener belom nih???” teriak adikku membuyarkan lamunanku.

“Ya…ya sudah bagus”

“Trus kenapa tadi perempuan harus pake jilbab yaa?” tanyanya lagi.

“Karena kamu cantik dan mahal!”Adikku terbengong-bengong mendengar jawabanku. Aku tertawa saja, meninggalkannya di kamar, membereskan peniti dan beberapa jilbab yang dipakai untuk belajar mengenakan jilbab.





*REPOST postingan awal-awal ngeblog 2 tahun yang lalu, 26 januari 2008 berjudul Karena Kamu Cantik dan Mahal.
*Nona, adikku kini sudah hampir lulus kuliah.
* Thanks to Iqbal, buku "101 alasan kenapa aku berjilbab" ikut terbakar. Thanks berat buat buku itu. sampe sekarang aku belom berhasil menemukan buku yang sama untuk mengganti yang terbakar. maafkan aku.

67 comments:

  1. wah cerita yg sangat menarik mba ^^
    adik mba jg terinspirasi berjilbab salah satunya pasti karena kakany berjilbab dan terlihat semakin cantik ^_*

    kalo ceritaku berjilbab,saat sakit dlm keadaan tidak berdaya aku berjanji pada Allah, ya Allah jka kau beri aku kesembuhan aku akan berjilbab ^^.... baru satu tahun lebih sedikit aku berjilbab mba,dan alhamdulilah meski masih belajar tapi luar biasa nyaman ^^

    ReplyDelete
  2. waw...kata-kata ibunya mbak Elsa itu saya suka. dan, saya sepakat juga dengan kata sahabatnya mbak Elsa.

    ReplyDelete
  3. kisah yang menyentuh ...
    Benar Elsa, karena cantik dan mahal, perempuan berharga harus dikemas indah dalam balutan busana shalih.

    Nice post.
    Ada tagbook untukmu, Els

    Ohya salam buat adikmu, ya

    ReplyDelete
  4. Tanggalkan jilbab malah berjilbab dengan kesadaran sendiri! Salut!
    Pria lebih menghormati wanita berjilbab!

    ReplyDelete
  5. Salam ziarah,

    Perempuan cantik di sisi Islam memang mahal.
    Tapi hati-hati dengan lelaki yang kebanyakannya hanya takjub kepada seseorang wanita selagi wanita itu masih dalam misteri.
    Selepas berjaya memiliki, dan wanita itu kehilangan misteri,wanita itu pula boleh kehilangan lelakinya.

    ReplyDelete
  6. Yang penting nggak kayak artis2 kita ya, berjilbab cuma kalo lagi ada maunya aja sama Tuhan.. Bongkar pasang jilbab nggak jelas....

    semangat terus ya mba....

    sodara2ku yang muslim hampir semua berjilbab...

    ReplyDelete
  7. Wah pada ngomongin jilbab nih. Ya, betapa bahagianya seorang suami yang memiliki istri solehah, dimana "kecantikannya" sama sekali tidak pernah dinikmati jutaan orang. Begitu kata Azzam dlm KCB.

    "Karena kamu cantik dan mahal..."

    ReplyDelete
  8. cerita yg menarik,,,,
    jawaban seorang kakak yg baik,
    *karena kamu Cantik dan mahal,,

    Seorang muslimah Memang lebih Indah dan berharga bila dibalut dengan pedoman Agama,,,

    Nice Story kakak...

    salam...

    ReplyDelete
  9. Ceritamu membuat inspirasi buat ku...dari cerita kitchn set, jangkrik, mouse, rok panjang, dan sekarang jilbab...

    saya pake jilbab bila ada acara saja, misalnya resepsi, atau acara resmi lainnya hal itu di karenakan atas permintaan bkn kata hati, untuk menggunakan seterusnya, hati saya belum mamntap Elsa...

    Ingin mencoba, godaan selalu saja datang...

    Sering sie liat para wanita berjilbab dengan anggun dan cantiknya mereka...tapi perasaan itu sulit untuk aku tumbuhkan dari dalam hatiku....

    Duhhhh...koq jadi curhat sie...
    hehehehehehe

    ReplyDelete
  10. Setuju sekali! sudah saatnya para muslimah menjadikan jilbab sebagai kebutuhan,bukan sekedar kewajiban

    ReplyDelete
  11. bagus banget mbakceritanya...
    membuatku makin sadar....

    ReplyDelete
  12. Dengan artikel ini, semakin kulihat tinggi dan barharganya perempuan di mata laki-laki, dan bahwa kecantikan sejati begitu luas lingkupnya, tidak sekedar keelokan fisik. Untuk peniti di jilbab, jika berkenan, mampirlah ke blogku pada postingan "Hati-hati..!"

    ReplyDelete
  13. iya memang lebih nyaman pake hijab mbak :) tapi semua yang dilakukan dengan ikhlas dan kesiapan memang lebih baik

    ReplyDelete
  14. waow.. repost dari dua tahun lalu aja kaya gini mbak.. kata2nya tu loh.. bener2 lancar menempatkan diri di setiap sudut benak pembacanya.. menurutku seh.. hehe..
    sukses ya mbak.. :)

    ReplyDelete
  15. Tulisan yg keren mba...saya suka banget bacanya, tersentuh dengan kebijaksanaan ibu nya Mba Elsa dan kata-kata sahabat Mba itu..... :)

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah
    berjilbab wahai perempuan-perempuan muslim
    jilbabkan wajahmu
    jilbabkan hatimu
    sebelum kain kafan menutup wajah cantik dan seluruh tubuhmu

    ReplyDelete
  17. hiya mbak.. jilbab kan memang sebenarnya bajunya wanita...

    kadang aku juga masih pengen pake celana pendek dan kaos aja, cuma pasti ribet rasanya ga nyaman ga ketutup...

    ReplyDelete
  18. Kalau saja semua akhwat mengerti tentang ini...
    duh ...
    Alangkah indahnya dunia

    ReplyDelete
  19. Justru dengan berjilbab lebih cantik mbak.

    salam kenal ^^

    ReplyDelete
  20. Aduuh aku cantik dan mahal dong :">

    hehehe, makasih mbak Elsa mampir di mari, orang Surabaya ya ?
    Sering2 mampir ya ^^

    ReplyDelete
  21. Karena Kamu cantik dan Mahal, mangkanya berjilbab, supaya tetep cantik dan nggak murahan... hehehehe
    Nice posting mbak...

    ReplyDelete
  22. wakh kata mamah itu memang bagus buanget mba

    ReplyDelete
  23. "karena kamu cantik dan mahal" sederhana tapi bermakna :)

    ReplyDelete
  24. bismillahirrohmanim, krn km cantik dan mahal maka km hrs berjilbab. i lop it

    ReplyDelete
  25. siiiiiip dah

    mbak elsa emang cantik n mewah^^

    ReplyDelete
  26. Mba Elsa aku udah baca postingan ini hehe, waktu itu aku sempet buka2 postingan mba yg dulu2, sampe yg jadi model buat butik tante juga hehe.

    Subhanallah, keluarga mba emang cantik2.
    Dan kita emang cantik yaa mba, makanya kita pake jilbab :)

    ReplyDelete
  27. Package yang tertutup rapat menandakan isi yang berkualitas....

    ReplyDelete
  28. setuju mba..karena cantik dan mahal, perempuan berharga harus dikemas indah dalam balutan jilbab dan busana yang sepadan...

    n s7 jg ma mba nineta..mang artis2 tuh dunianya dah beda....

    ReplyDelete
  29. wanita berjilbab, i lope pull :D

    semago selalu baik di mata manusia and Allah. amin


    salam

    ReplyDelete
  30. Aku mulai berjilbab waktu kuliah. Alasannya, biar bisa jawab pertanyaan ALLAH (Insya ALLAH), di akhirat kelak. Bukankah ber-Islam seharusnya dengan kaffah?

    ReplyDelete
  31. met pagi mba
    met pagi semua....

    eeeh aku dah komen rupanya di atas

    ReplyDelete
  32. hhihi...jadi inget masa lalu... Masa SMP memang pantas dikenang... kita memang beruntung Sa...aku bersyukur pernah sekolah di tempat yang mewajibkan memakai kerudung :)

    ReplyDelete
  33. siang mbak... sukses selalu...

    ReplyDelete
  34. Pangling kata-katanya, alur cerita yang menarik plus sarat hikmah..
    Mengupas makna dari tema dengan dua kata kunci yang serasi yaitu cantik dan mahal..
    Hidayah itu bisa datang melalui apa saja, kalau Allah sudah berkehendak, maka terjadilah..

    ReplyDelete
  35. siang mbak elsa.... sukses selalu ya...

    ReplyDelete
  36. salam sobat
    iya benar mba ELSA,,walaupun ngga dijawab pertanyaannya,,pasti adik juga nantinya tahu kalau berjilbab akan menambah cantik penampilan wanita.
    itu foto adiknya ya,,cantik,,

    ReplyDelete
  37. Yup dengan berjilbab, wanita akan nampak lebih cantik

    ReplyDelete
  38. wuiih keren abis ungkapannya karena kamu cantik dan mahal,,, mantaps....

    ReplyDelete
  39. wah betul benere kalo pake jilbab lebih muanyis loh heheh, yang pasti menjaga kesucian diri.jilbabnya jangan cuma kepala, hati juga atuh..... mantap

    ReplyDelete
  40. Wow..
    Saya punya beberapa teman muslim, dan malah bersahabat karib dekat sekali.

    Ada dua orang kakak beradik, sang kakak selalu memakai jilbab, dan si adik (termasuk saya, yg cuma teman si adik) sering mengomentari..

    "Ya ampun.. keren banget si Mbak memakai jilbab.. tambah cantik, malah tambah banyak pria yg terpikat.. "

    Tetap cantik dan mahal ya Mbak! :)

    ReplyDelete
  41. tulisan poker tu cuma repiiiuuu aja kok mba
    cari dollar
    hehehehe

    ReplyDelete
  42. Nice posting, semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lain untuk memakai jilbab...benar mba, bahwa sesuatu yang mahal itu berada ditempat istimewa, bukan ditempat umum.

    ReplyDelete
  43. Droping by to say hi.. :) I have new post in section news..Read.. Thanks :)

    ReplyDelete
  44. jilbab...
    tulisan sangat menarik..
    saya sempat baca buku kecil 65 tanya jawab seputar jilbab dan itu memang luar biasa :)

    ReplyDelete
  45. Wew,baguz bgt niy pengalamannya kak,,,

    OMG! Kakak dulu skolanya di SMADA Kediri???
    Tu skola favoritku!
    Tapi ga jadi masuk situ,
    coz disuruh ke skola agama,Man3kediri....(:

    ReplyDelete
  46. Subhanallah mbak...
    makasih udah sharing ceritanya yaaa..
    semoga istriku juga semakin teguh berjilbabnya.. amiin..
    salam
    belajar visual basic 6 gratis

    ReplyDelete
  47. Subhanllah bagus sekali ceritanya..
    sangat bermanfaat beruntung Lho mba keluarga mba ada yg bsa menasehati dan Ibu mbak yg terutama .
    tidak denganku yg memulai memakai jilbab itu diriku ibuku tidak tapi alhamdulillah skrang sudah mulai sadar hehhehe

    cantik dan mahal.
    banyakmata lelaki yg suak aurat wanita lihat para wanita di tV dgn bangga mmebuka aurat. emmm GREAT ceritanya dejh

    ReplyDelete
  48. karena dalam Islam perempuan ibarat mutiara di tengah lautan, yang hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmatinya karena saking mahal dan indahnya, bukan ibarat bunga mawar di pinggir jalan yang semua orang begitu mudahnya mlihat, menyentuh dan memetiknya

    salam kenal dari Mbak Oyen

    ReplyDelete
  49. 101 pake jilbab? dulu, buku itulah yang menuntunku, untuk meyakinkan aku memakai jilbab. Ada desah kesediha, membaca cerita ini. memang, memakai jilbab itu membutuhkan komitmen juga ilmu tentunya. Subhanallah.. Indahnya hidayah untuk mbak Elsa.

    ReplyDelete
  50. ijin share link via twitter :)
    spy makin banyak yg baca postingan ini dan insyaallah siapa tau, ada yg mendapat hidayah setelah membacanya.

    ReplyDelete
  51. Subhanallah, kisah masa lalu yang penuh warna...
    Bersykur sekali Mbak Elsa mempunyai ibu yang sangat bijaksana ^_^

    ReplyDelete
  52. crita yang menarik mba el..
    saya petik dari kisah anda :
    1. jadi lah orang yang yakin dengan diri kita sendiri dan jgn malu akan hal kpercayaan yang menurut kita benar :D
    2. bodi kita mahal, tidak seharga 5000 yang mudah dilihat, ini bagus banget moral nya mba el.juga bukan seharga 200rb pasaran harga red zone traffickingh speerti yang dibicarain tapi harus dengan mas kawin dan janji suci.

    cerita yang sangat sangat menarik mba el :D ericova like thiz

    ReplyDelete
  53. Bismillahirrohmanirrohim.
    semoga ALLAH tetap menjaga mbak Elsa, saya kagum dengan sampyan.

    ReplyDelete
  54. Be happy with Jilbab. Allah dan Seisi jagad berzikir untukmu.

    Dzadjakillah khairan

    ReplyDelete
  55. alhamdulillah, banyak cewe cantik berjilbab. brati masih ada harapan punya istri cantik!

    ReplyDelete
  56. ntar balik lagi deh.. mau masak dulu buat anak di minggu sore.....

    ReplyDelete
  57. Assalamu'alaikum mba elsa. salam kenal. saya suka "yellow life"nya mba elsa terutama tulisan "karena kamu cantik dan mahal". boleh ga saya ngelink ke blognya mba elsa?
    thx

    ReplyDelete
  58. bener2 suka sama tulisan mbak ini ^^

    salam kenal ya ^^

    ReplyDelete
  59. bener2 tulisan yang indah...
    izin membuat tulisan serupa ya Elsa....salam kenal! aku suka baca cerita2mu :)

    ReplyDelete
  60. Iyaa mba buat apa menarik di depan manusia kalau di depan Allah tidak menarik.

    Kata - katanya Ibu Luluk dalem banget ya mba, sampai dhika kutip buat status di FB & Twitter. :)

    ReplyDelete

jangan lupa baca Basmalah sebelum komen...
"Bismillahirrahmanirrahiiiiiiim......"

and please, ANONYMOUS is not allowed.